Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Ciri-Ciri Saham yang Cocok untuk Ditabung Jangka Panjang

26 Agu 2022, 14:40 WIB
Bagikan s
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
saham yang cocok ditabung

Ketika ingin berinvestasi saham, kita akan dihadapkan oleh dua pilihan strategi yang mungkin akan memengaruhi besarnya modal dan potensi keuntungan. Bisa dengan cara ditabung atau dibeli satu kali dalam porsi besar.

Untuk pemula, menabung saham bisa jadi cara yang tepat. Sebab dengan begitu modal yang dibutuhkan menjadi relatif lebih ringan mengingat prinsipnya yang menanamkan modal sedikit demi sedikit secara bertahap. Strategi satu ini juga jadi cara yang paling umum digunakan oleh banyak investor.

Menabung saham atau dollar-cost averaging tergolong berisiko rendah dibanding pembelian sekaligus atau lump sum. Jadi bisa digunakan sebagai strategi alternatif untuk berinvetasi saham di tengah-tengah kondisi pasar yang tak menentu. Lalu saham seperti apa yang cocok untuk ditabung?

Likuid

Likuiditas saham menunjukkan seberapa sering saham tersebut diperdagangkan. Semakin banyak yang transaksi, otomatis  akan semakin likuid. Mengapa saham yang ditabung harus likuid? Alasannya agar aktivitas investasi kamu jadi lebih nyaman dan lancar mengingat sahamnya mudah diperjualbelikan. Sehingga nanti tidak kesulitan saat waktunya mau dijual.

Cara tahu apakah saham likuid atau tidak bisa dilihat melalui bid-offer. Penjelasannya sudah pernah dibahas di artikel sebelumnya, klik di sini.

Atau bisa juga dengan mengacu ke indeks saham LQ45. Indeks ini adalah kumpulan 45 saham dengan likuiditas tinggi, kapitalisasi besar, dan fundamental perusahaan yang bagus. Karena evaluasi mayor akan selalu ada dalam suatu periode, disarankan untuk memilih saham yang telah bertahan di dalam daftar LQ45 lebih dari 3 tahun. Dengan begitu, likuiditasnya terbukti baik secara historis.

Baca juga: 7 Rekomendasi Buku untuk Belajar Saham, Yuk Baca Sekarang!

Perusahaannya Mapan

Berinvestasi jangka panjang pada perusahaan baru memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan saham dari perusahaan pendatang baru belum teruji dari fluktuasi pasar. Belum lagi risiko collapse dan laba yang tidak konsisten.

Maka dari itu lebih baik pilih saham dari perusahaan yang sudah lama berdiri. Saham seperti ini biasanya sudah lebih stabil, ukuran saham yang beredar lebih banyak atau berkapitalisasi besar, dan kuat dari segi fundamental. Dengan kata lain, perusahaan tersebut sudah jauh lebih mapan, sehingga punya prospek jangka panjang yang bagus.

Perusahaan-perusahaan biasa disebut sebagai perusahaan first liner, blue chip, atau big caps.

Baca juga: Alasan Kenapa Trader Harus Punya Saham Big Caps di Portofolio

Perusahaan Berutang dengan Bijak

Pilihlah perusahaan yang berutang secara bijak. Untuk mengetahui rasio utang perusahaan, cek laporan keuangan dan perhatikan posisi utangnya. Tanda-tanda perusahaan yang berpotensi bermasalah bisa dilihat apabila posisi utang semakin besar dengan pendapatan dan laba bersih yang tidak kunjung naik secara signifikan.

Sedangkan untuk melihat proporsi utang perusahaan terhadap modal, fokus pada rasio keuangan yang dikenal sebagai Debt to Equity (DER). Nilai DER yang melebihi 1 menandakan utang perusahaan lebih besar dari proporsi modal dan hal ini tidak selalu baik untuk ke depannya. 

Namun DER di atas 1 tidak selalu berart. Pasalnya, ada beberapa industri yang memang harus punya utang banyak supaya bisa ekspansi. Contohnya perbankan dan infrastruktur yang umumnya mempunyai rasio utang yang cukup tinggi.

Ketahui pula kegunaan utangnya. Jika dipakai untuk ekspansi seperti pengembangan kapasitas bisnis atau produk baru itu tandanya bagus. Yang kurang bijak adalah apabila utang perusahaan dipakai hanya untuk menutup utang lama yang jatuh tempo.

Baca juga: Ciri-Ciri Laporan Keuangan Emiten yang Bagus

Produknya Selalu Dibutuhkan

saham yang cocok ditabung

Pilih saham dari perusahaan yang penjualan produknya cenderung stabil karena senantiasa dibutuhkan masyarakat. Ini juga merupakan salah satu strategi berinvestasi saham ala Warren Buffett. Dia memilih saham dari perusahaan penghasil barang dan jasa yang sangat dibutuhkan seperti consumer goods. Contohnya Gillette, Coca Cola, dan McDonalds.

Perusahaan seperti ini merupakan perusahaan defensif yang kebal akan krisis ekonomi. Sehingga ketika terjadi resesi, produk dari perusahaan tersebut tetap dibutuhkan. Prospek perusahaannya pun juga bagus dalam jangka panjang.

Selain itu, saham perbankan juga bisa dilirik untuk ditabung meskipun sensitif oleh perubahan siklus ekonomi, GDP, inflasi, dan suku bunga, sektor ini memberikan peluang yang menjanjikan. Sebab hampir seluruh masyarakat Indonesia kini sudah sangat bergantung pada jasa perbankan untuk memenuhi kebutuhan finansial.

Nah, kedua sektor tersebut terus bertumbuh dan menjadi sektor berkapitalisasi besar. Harga sahamnya terpantau cenderung naik dari tahun ke tahun, meski dalam jangka pendek mengalami fluktuasi.

Baca juga: 3 Rasio Keuangan Saham Teknologi: GMV, TPV, dan GTV

Memiliki Histori Kinerja yang Baik

Walaupun kinerja perusahaan di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan, setidaknya histori dapat dijadikan acuan sebagai bukti nyata kinerja perusahaan. Ada dua hal terpenting yang perlu diperhatikan. Pertama, profitabilitas atau kemampuan perusahaan dalam hal menghasilkan keuntungan. Cari perusahaan yang berhasil mendapatkan keuntungan secara konsisten 5-10 tahun ke belakang. Kedua, manajemen yang mengelola perusahaan berkinerja baik. Karena bagaimanapun juga manajemen lah yang memegang kendali atas arah pergerakan perusahaan tersebut.

Baca juga: Berapa EPS Saham yang Bagus? Pelajari Dulu Pengertiannya di Sini!

Harga Produknya Tidak Fluktuatif

saham yang cocok ditabung

Pilihlah saham yang harga produknya tidak fluktuatif dan hindari saham yang harga produknya fluktuatif. Misalnya sektor komoditas yang di dalamnya terdapat agrikultur dan pertambangan. Ini dikarenakan harga sahamnya akan sangat terpengaruh oleh harga komoditas yang cenderung naik-turun. Sektor ini juga tergolong siklikal alias mudah terpengaruh perubahan ekonomi. Maka dari itu lebih cocok untuk trading jangka menengah, jangka pendek, atau bahkan day trading saja,

Konsisten Bagi Dividen

Ciri saham yang cocok untuk ditabung selanjutnya adalah saham yang rajin bagi-bagi dividen. Perusahaan yang konsisten kasih dividen ke pemegang saham artinya mereka berhasil membukukan laba. Hal ini tentu jadi satu tanda yang baik. Selain itu kamu akan lebih untung karena tidak hanya dapat potensi capital gain, kamu juga dapat fixed income dari dividen yang biasanya rutin dibagikan perusahaan secara berkala.

Memiliki Peluang Ekspansi Bisnis

Terakhir, pilih saham yang memiliki peluang ekspansi bisnis. Alasannya karena jika peluang ekspansinya besar dan terlaksana dengan baik, dalam jangka panjang saham tersebut dinilai prospektif dan menguntungkan.

Baca juga: Cara Nabung Saham Pemula, Apa Strategi dan Pilihan Sahamnya?

Mau tahu saham yang potensial untuk ditabung jangka panjang? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab sahamintensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.


-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan s
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Deretan Saham Big Caps yang Terdiskon, Mana yang Potensial?

18 Apr 2024, 16:47 WIB
article
ArtikelInsight

Adu Kuat Kinerja Big Bank Hingga November 2023

17 Jan 2024, 08:59 WIB
article
ArtikelInsight

Mana Saham Properti yang Valuasinya Paling Murah? Cek di Sini!

11 Jan 2024, 13:38 WIB
article
ArtikelFundamental

Laba Bersih vs Arus Kas, Mana yang Lebih Penting?

6 Des 2022, 15:37 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi