Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

Cyclical Stock Adalah Saham yang Menarik untuk Investasi dan Trading?

20 Jun 2022, 17:02 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
cyclical stock adalah

Ada banyak sekali kategori saham di pasar modal yang penting untuk kamu ketahui. Berdasarkan kapitalisasinya, ada first liner, second liner, dan third liner. Ketiga saham ini sudah pernah dibahas di artikel sebelumnya.

Selain itu ada pula kategori saham berdasarkan siklus bisnisnya, yaitu cyclical stock atau saham siklikal. Bisa dibilang cyclical stock adalah salah satu saham favorit trader dan investor dengan profil risiko agresif. Alasannya karena karakteristik saham ini high risk, high gain, alias tingginya risiko yang ditawarkan sejalan dengan persentase pengembalian yang juga cukup tinggi.

Meski demikian ada beberapa hal yang mesti dipahami terlebih dahulu sebelum membeli saham ini. Maka dari itu kita akan mengupas saham siklikal lebih dalam agar dapat menetapkan pilihan investasi dengan lebih matang. Lalu, apa itu saham siklikal?

Mengenal Cyclical Stock

Cyclical stock adalah saham yang harganya sangat mudah terpengaruh oleh siklus ekonomi dan perubahan makroekonomi secara keseluruhan. Biasanya saham ini berasal dari perusahaan yang memproduksi barang atau jasa non esensial seperti otomotif, penerbangan, dan komoditas.

Perusahaan penerbit berpotensi memperoleh pendapatan yang besar dari tingginya permintaan selama perekonomian dalam keadaan baik, sehingga harga sahamnya pun akan ikut terdorong. Cyclical stock juga dinilai menjadi yang lebih dulu perform saat pemulihan ekonomi. Sebaliknya, pendapatan perusahaan akan cenderung tertekan selama masa resesi akibat rendahnya permintaan dari masyarakat yang pada akhirnya memberikan dampak negatif pada harga saham.

Baca juga: Cara Tahu Saham Koreksi Normal atau Lanjut Turun Beserta Strateginya

Pertimbangan Membeli Cyclical Stock

cyclical stock adalah

Cyclical stock memiliki volatilitas harga yang tinggi. Bisa naik dan turun drastis dalam waktu singkat mengikuti dinamika siklus ekonomi. Itu alasannya mengapa cyclical stock dinilai lebih cocok untuk investor agresif yang punya tingkat toleransi tinggi terhadap volatilitas. Sehingga perihal timing dan profil risiko pribadi harus sangat diperhatikan sebelum membeli saham ini. Tujuan pertimbangan saat membeli cyclical stock adalah agar bisa mengukur potensi pengembalian dan risikonya.

Terlepas dari karakternya yang cukup berisiko, cyclical stock menawarkan potensi pertumbuhan yang besar. Ketika perokonomian sedang bertumbuh, masyarakat cenderung memiliki banyak uang untuk berbelanja di luar kebutuhan pokok mereka, termasuk produk dari perusahaan cyclical stock.

Melalui pendapatan yang diperoleh, perusahaan mampu membuat perencanaan yang strategis untuk mengembangkan bisnis mereka. Ini menjadi salah satu sentimen positif di pasar yang pada gilirannya membuat harga saham siklikal akan naik berkali-kali lipat selama economic boom, bahkan mengungguli keseluruhan pasar saham.

Baca juga: Free Float Saham Maksudnya Apa?

Contoh Cyclical Stock Adalah

Berikut adalah beberapa contoh cyclical stock:

  • Industri Otomotif

Saham industri otomotif bersifat siklikal karena terdapat beberapa faktor eksternal seperti, produksi pihak ketiga, suku bunga, serta demand yang kerap berubah-ubah mengikuti daya beli masyarakat.

  • Maskapai Penerbangan

Kebutuhan masyarakat menggunakan transportasi ini cukup tinggi saat perekonomian tengah bertumbuh. Tingginya jumlah penumpang akan sangat berdampak pada perolehan laba perusahaan. Maka dari itu saham maskapai penerbangan berpotensi mengalami peningkatan kinerja yang signifikan seiring dengan membaiknya ekonomi. Sebaliknya, masyarakat akan mulai mencari alternatif transportasi yang lebih murah jika kondisi ekonomi memburuk.

Contohnya seperti PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) yang mengalami masa krisis dikarenakan adanya larangan bepergian oleh pemerintah selama pandemi Covid-19. Ekuitas Garuda negatif hingga US$ 2,8miliar ditambah utang yang mencapai US$100-150 juta setiap bulannya kala itu. Secara teknis, Garuda dinyatakan bangkrut.

  • Perhotelan

Berikutnya, contoh cyclical stock adalah perhotelan. Saham perhotelan memiliki siklus bisnis yang hampir serupa dengan maskapai penerbangan. Namun hotel yang dimaksud di sini adalah hotel berbintang. Dengan menyusutnya angka perjalanan melalui transportasi udara, biasanya hotel berbintang juga akan merasakan dampaknya. Begitu pun sebaliknya. Lain halnya dengan hotel biasa yang harganya masih terjangkau.

  • Properti

Barang-barang mewah (big ticket) terutama properti biasanya menjadi salah satu hal yang pertama kali ditinggalkan ketika kondisi makroekonomi mengalami perlambatan. Kinerja perusahaan sangat bergantung pada daya beli masyarakat yang biasanya melemah saat masa resesi. Namun begitu ada pemulihan ekonomi, masyarakat cenderung tertarik untuk membeli properti yang kemudian memengaruhi kinerja perusahaan.

Baca juga: Apakah yang Dimaksud dengan Inflasi dan Mengapa Perlu Diperhatikan?

Kesimpulannya, cyclical stock adalah kategori saham yang fluktuasi harganya banyak terpengaruh oleh siklus ekonomi. Dalam kondisi ekonomi yang sedang bertumbuh, cyclical stock mampu menghasilkan pengembalian yang lebih tinggi tetapi juga lebih berisiko. Untuk itu sebaiknya lakukan diversifikasi agar risikonya tetap terjaga dan lakukan analisis mendalam sebelum membeli saham jenis ini.

Mau baca analisis saham sekaligus dapat trading signal secara real time? Yuk, upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelPemula

Perhitungan Break Even Point Supaya Kamu Tahu Sudah Untung atau Belum

13 Jan 2023, 16:28 WIB
article
ArtikelPemula

Istilah Price In Harga Saham, Apa Maksudnya?

10 Nov 2022, 16:18 WIB
price in harga saham
ArtikelPemula

Aset Safe Haven Emas, Pahami Maksud dan Keuntungannya Di Sini

11 Nov 2022, 16:21 WIB
aset safe haven emas
ArtikelPemula

Ekonomi AS Diprediksi Double-Dip Recession, Apa Maksudnya?

2 Nov 2022, 15:45 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi