Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

Metode Lump Sum untuk Investasi Saham, Gimana Caranya?

11 Mar 2022, 18:16 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Metode lump sum adalah strategi investasi yang menanamkan modal dalam jumlah besar sekaligus. Itu artinya investor nggak perlu menambah porsi saham berkali-kali ke dalam portofolio sampai nanti hasil investasinya direalisasikan. 

Apabila diterapkan pada timing yang tepat, metode lump sum dinilai lebih efektif dalam menghasilkan pengembalian. Bahkan berdasarkan penelitian dari perusahaan manajemen investasi Vanguard, lump sum investing mampu mengungguli imbal hasil dari strategi dollar cost averaging di beberapa negara. Baik itu di instrumen saham maupun surat utang.

metode lump sum

Meskipun sekilas terlihat menggiurkan, investor tetap harus mengetahui beberapa hal terlebih dahulu sebelum menerapkan strategi lump sum. Tujuannya supaya bisa membuat pertimbangan yang lebih matang.

Contoh Simulasi Lump Sum

metode lump sum

Katakanlah investor A punya modal sebesar Rp12 juta untuk beli saham BBCA di awal tahun 2021. Jika kita telisik grafik harga sahamnya, BBCA sudah naik sekitar 8.37% selama setahun.

metode lump sum

Dengan begitu imbal hasil yang diterima sebesar Rp1 juta. Ketika dicairkan, nilai investasinya menjadi Rp13 juta.

Baca juga: 3 Macam Profil Risiko, Kamu yang Mana?

Kelebihan Metode Lump Sum

·         Potensi Return yang Besar

Karena lump sum dilakukan dengan membeli jumlah lot saham yang banyak jika masuk di harga terbaik, tentu saja potensi keuntungan investor menjadi lebih besar. Dengan catatan saham yang dibeli memiliki prospek yang bagus di mana tren jangka panjangnya menunjukkan kenaikan.

·         Hemat Biaya Transaksi

Seperti yang kita ketahui, terdapat biaya-biaya lainnya yang dibebankan kepada investor setiap melakukan transaksi pembelian dan penjualan saham. Di antaranya adalah brokerage fee, biaya transaksi bursa, PPN, dan PPh.

Semakin sering melakukan transaksi, tanggungan biaya yang dibebankan sudah pasti lebih besar. Namun dengan metode lump sum, investor nggak perlu mengkhawatirkan hal tersebut karena biaya transaksi yang dikenakan hanya sekali saja, saat melakukan pembelian di awal dan penjualan jika sudah mencapai target.

·         Pengaturan Portofolio Jadi Lebih Mudah

Dalam penerapannya, investor nggak perlu terus-menerus membeli saham Sehingga portofolio dapat dikelola dengan lebih mudah.

Ketahui cara manajemen portofolio saham selengkapnya di artikel berikut ini.

Baca juga: 5 Cara Manajemen Portofolio Saham yang Harus Kamu Tahu

Kekurangan Metode Lump Sum

·         Sangat Berisiko

Dengan potensi return yang besar, maka risikonya juga besar. Bisa dibayangkan kalau setelah beli saham terjadi market crash kemudian harga sahamnya bergerak turun secara tajam. Besar kemungkinan modal investasi yang dikeluarkan investor akan tergerus dalam jumlah yang masif.

·         Modalnya Besar

Investor harus menyiapkan sejumlah dana jika ingin menggunakan metode lump sum untuk berinvestasi saham. Oleh karenanya investor dengan modal terbatas akan kesulitan menerapkan metode ini.

·         Risiko Psikologi Lebih Besar

Lump sum berarti membeli saham di satu harga. Ketika harga saham mengalami penurunan, dampaknya terhadap sisi psikologi investor menjadi lebih terasa. Sehingga investor akan lebih rentan terbawa emosi saat membuat keputusan investasi. 

Baca juga: Strategi Mengatasi Psikologi Trading

Tips Berinvestasi dengan Metode Lump Sum

metode lump sum

·      Terlepas dari strateginya, diversifikasi adalah kunci penting dalam berinvestasi. Hindari membeli satu saham yang sama dengan metode lump sum. Lakukan diversifikasi dengan menyebar kepemilikan saham di berbagai industri yang berbeda. Simak selengkapnya di artikel ini.

Baca juga: Diversifikasi Saham, Apa dan Bagaimana?

·      Cermati kondisi pasar dengan baik. Ini dilakukan untuk menghindari pembelian di harga tertinggi mengingat dalam kondisi seperti ini eksposur terhadap penurunan menjadi lebih besar. Di sisi lain harga saham yang sudah turun banyak bisa menjadi peluang yang bagus untuk berinvestasi menggunakan lump sum.

·      Sekalipun saham incaran banyak mengalami penurunan, sebaiknya investor tetap pertimbangkan faktor fundamental guna memitigasi risiko. Pastikan bahwa saham tersebut memiliki prospek yang baik untuk ke depannya. Saham yang fundamentalnya kuat akan kembali diapresiasi oleh pasar dalam jangka panjang, sehingga harganya bisa kembali naik.

Baca juga: 4 Cara Mendapatkan Dividen

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi