Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Geraldine Weiss: Investor Blue Chip Paling Legendaris di Dunia

21 Jul 2022, 18:00 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
geraldine weiss

Geraldine Weiss dikenal sebagai wanita paling sukses di dunia investasi yang notabene-nya didominasi oleh kaum pria. Sosok yang kerap disebut ‘guru saham blue chip’ ini adalah pendiri Investment Quality Trends (IQT), perusahaan konsultan untuk manajemen aset dan konten buletin di mana Weiss memberikan rekomendasi 13 saham yang menghasilkan return rata-rata 11,8% dari 1986 hingga 2022. Weiss juga sempat aktif menulis sebagai co-author dari dua buku best seller “Dividends Don’t Lie” dan “The Dividend Connection”. Simak kisah sukses dan strategi investasinya di artikel ini.

Latar Belakang Geraldine Weiss

Wanita kelahiran San Fransisco tahun 1926 ini merupakan lulusan dari University of California di bidang bisnis dan keuangan pada tahun 1945. Geraldine Weiss baru mulai mengembangkan teori investasinya di usia tiga puluhan setelah menikah dan memiliki anak untuk menambah penghasilan.

Weiss terjun pertama kali di pasar saham pada tahun 1962, tetapi tidak ada perusahaan pialang yang mau menerimanya karena pekerjaan pasar modal dinilai hanya bisa dilakukan oleh pria. Hal tersebut cukup menyulitkan bagi Weiss untuk meyakinkan kliennya bahwa seorang wanita juga bisa menjadi penasihat investasi yang handal.

Akhirnya ia berkolaborasi dengan broker Fred Whitmore untuk mendirikan buletin investasinya sendiri bernama Investment Quality Trends (IQT) pada tahun 1966. Weiss menjadi wanita pertama yang menerbitkan buletin pasar saham yang didistibusikan secara luas.

Setiap buletin ditandatangani menggunakan nama inisial G. Weiss untuk menyembunyikan fakta bahwa Weiss adalah seorang wanita. Dalam beberapa tahun, Weiss berhasil menggaet pembaca setia yang mendapatkan return investasi menarik berkat rekomendasinya.

Weiss terus mempelajari market dan melakukan analisis pada saham-saham blue chip untuk diterbitkan di dalam buletin. Fokusnya ada pada perusahaan yang stabil dengan dividen yang atraktif. Walaupun Weiss tidak pernah mencetak return yang fantastis, tapi keuntungan yang diperoleh cukup konsisten.

Setelah mempunyai rekam jejak yang signifikan, Weiss mengumumkan identitas aslinya pada tahun 1977 dalam acara “Wall Street Week With Louis Rukeyser” di kanal PBS. Sejak itu Weiss mulai dikenal karena sering muncul di berbagai acara TV dan wawancara majalah. Bahkan dijuluki “the Grand Dame of Dividends” oleh Los Angeles Times.

Baca juga: Prospek Saham Blue Chip yang Katany Cocok untuk Pemula

Strategi Investasi Geraldine Weiss

geraldine weiss

Sama seperti Warren Buffett, rekannya, Geraldine Weiss adalah seorang value investor. Namun dibandingkan dengan laba bersih, Weiss lebih berfokus pada dividen. Sebab menurutnya, laporan keuangan perusahaan mudah dimanipulasi, terutama angka laba bersih.

Maka dari itu Weiss mencari saham-saham blue chip dengan dividend yield yang tinggi. Balance sheet atau neraca yang solid juga menjadi pertimbangannya dalam berinvestasi saham. Ini bertujuan agar ia dapat memastikan adanya pembagian dividen dengan yield yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu.

Salah satu cara analisis yang diterapkan Weiss adalah dengan membuat grafik dividend yield secara historis. Kuncinya, beli ketika yield mencapai posisi tertinggi dan jual ketika yield mencapai posisi terendah. Weiss juga menganjurkan portofolio yang relatif terkonsentrasi di mana investor harus memegang tidak lebih dari 10-20 saham.

Strategi investasi tersebut telah diakui oleh Mark Hulbert, pendiri Hulbert Financial Digest, peringkat buletin investasi. Menurut data yang diperoleh, pendekatan Geraldine Weiss menghasilkan return rata-rata tahunan 12,3% dari awal 1986 hingga akhir 2002 saat Weiss pensiun dari IQT.  Terhitung lebih besar dibandingkan indeks Wilshire 5000 10,8%. Hal ini lantas membuat IQT menjadi salah satu buletin dengan kinerja paling baik.

“Orang-orang yang mengabaikan pentingnya dividen saat memilih saham bukanlah investor. Mereka adalah spekulan” -Geraldine Weiss

Baca juga: Cara Menghitung Dividend Yield yang Wajib Kamu Tahu

Kriteria Saham Pilihan Geraldine Weiss

Kriteria saham pilihan Geraldine Weiss:

  • Saham berkategori blue chip

  • Saham undervalue atau yang secara valuasi dihargai murah dengan rata-rata historis yield dividen yang tinggi

  • Pertumbuhan dividen harus melebihi 10%

  • Perusahaan memiliki kinerja keuangan yang kuat

Kriteria saham blue chip pilihan Geraldine Weiss:

  • Dividen meningkat lima kali dalam 12 tahun terakhir

  • Setidaknya ada 5 juta saham beredar

  • Setidaknya memiliki 80 investor institusi

  • Rekam jejak pembagian dividen yang konsisten selama 25 tahun

  • Pendapatan harus meningkat setidaknya dalam 7 tahun dari 12 tahun terakhir

  • Memiliki peringkat kredit “A” dari Lembaga pemeringkat Standard & Poor

Tiga rasio yang menentukan kesehatan finansial perusahaan:

  • Debt to equity < 20% (50% untuk utilitas)

  • Dividend payout patio < 50%

  • Current ratio (aset terhadap liabilitas) > 2

Rata-rata Weiss memegang saham selama 3 tahun. Saham akan dijual apabila menghadapi kondisi seperti di bawah ini:

  • Pemotongan dividen. Menurutnya hal ini menandakan saham harus segeral dijual. Sebab secara prinsip bertolak belakang dengan pendekatan yang Weiss terapkan.

  •  Yield mendekati rata-rata terendah historis. Alasannya karena harga saham dinilai overvalue.

  •  Perubahan fundamental. Kondisi ini tidak secara ketat diterapkan seperti dua aturan pertama. Namun penting untuk dipertimbangkan.

Baca juga: Analisis Fundamental untuk Screening Saham Multibagger

Mau cari saham potensial untuk jangka pendek dan jangka panjang? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelPemula

Awali Tahun 2023 dengan Mindset dan Strategi Investasi yang Tepat

29 Des 2022, 14:06 WIB
article
ArtikelInsight

Telat Investasi Tapi Dapat Rp28 Triliun, Ini Mindset Investasi Shelby Davis

23 Des 2022, 16:47 WIB
article
ArtikelInsight

5 Aspek Penting yang Bikin Kita Kaya dan Bahagia Seutuhnya

23 Nov 2022, 09:07 WIB
article
ArtikelInsight

Belajar dari Kegagalan Ray Dalio di Pasar AS dan Mindset yang Bisa Dipelajari

30 Agu 2022, 15:46 WIB
ray dalio
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi