Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

Cara Beli Saham Preferen dan Jenis-Jenisnya

21 Jul 2022, 18:01 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
cara beli saham preferen

Apa yang dimaksud dengan saham preferen? Saham preferen adalah saham yang memberikan suatu kelebihan kepada pemegang saham berupa didahulukan dalam hal pembagian dividen, hak untuk menukar menukar dengan saham biasa, dan prioritas pembayaran kembali perihal perusahaan likuidasi. Maka dari itu sering disebut saham istimewa.

Saham preferen memiliki karakteristik gabungan dari saham dan obligasi karena investor mendapatkan pembayaran bunga rutin per tahun.  Jenis saham ini jarang diperdagangkan, sehingga dinilai tidak likuid. Meski begitu tergolong lebih aman dibandingkan saham biasa mengingat adanya hak istimewa yang diperoleh.

Sebelum bahas cara belinya, ketahui dulu jenis-jenis saham preferen.

Jenis-Jenis Saham Preferen

  • Convertible Preferred Stock

Convertible preferred stock adalah jenis saham preferen di mana pemegang sahamnya dapat mengubah atau mengkonversikan saham mereka menjadi saham biasa dari perusahaan yang sama. Penukaran nilainya menerapkan rasio yang telah ditetapkan sebelumnya oleh perusahaan.

Konversi ini bisa dilakukan kapan saja, sehingga memungkinkan investor untuk mendapatkan keuntungan dari capital gain. Namun setelah saham preferen dikonversi menjadi saham biasa, investor tidak bisa mengubah kembali saham tersebut menjadi saham preferen. 

  • Callable Preferred Stock

Saham preferen jenis ini juga dikenal sebagai redeemable preference stock di mana perusahaan penerbit memiliki opsi untuk menebus saham pada harga tertentu. Saham preferen pada dasarnya memberikan keuntungan lebih bagi perusahaan karena adanya wewenang untuk melakukan buy back.

Namun tidak hanya perusahaan, manfaat dari pembelian kembali juga akan dirasakan investor. Biasanya buy back saham preferen dibeli dengan harga asli ditambah biaya tambahan yang disebut premi. Itu pula yang menjadi alasan mengapa harga penebusan berpotensi akan lebih tinggi dari harga penerbitan asli.

Sebelum penjualan saham terjadi, harga, tanggal jatuh tempo, dan persyaratan lain dari saham tersebut akan disepakati dengan investor. Nantinya persyaratan ini tidak dapat diubah lagi apabila kesepakatan telah tercapai.

  • Cumulative Preferred Stock

Saham preferen ini membagikan dividen dengan frekuensi pembagian tiga bulan sekali kepada pemegang sahamnya. Ada pula ketentuan apabila perusahaan terlambat membayar dividen dalam periode tertentu, nantinya investor akan menerima akumulasi dividen yang tertunggak. Artinya, dividen akan dihitung seperti utang cicilan yang wajib dibayar secara rutin kepada investor.

  • Participating Preferred Stock

Saham jenis ini sangat langka di pasar dan dikeluarkan hanya pada saat dibutuhkan saja, seperti ketika perusahaan memperkirakan adanya hostile takeover dan ingin mencegah hal tersebut. Singkatnya, hostile takeover terjadi apabila proses akuisisi bertentangan dengan keinginan manajemen perusahaan itu sendiri.

Selain itu participating preferred stock melindungi investor dari kerugiaan pada saat likuidasi. Pasalnya tidak hanya nilai investasi yang dikembalikan, tetapi mereka juga akan mendapatkan sebagian dari nilai sisa perusahaan setelah semua kewajibannya dilunasi oleh perusahaan.

  • Adjustable-Rate Preferred Stock

Jenis saham preferen yang terakhir, yaitu adjustable-rate preferred stock. Sesuai dengan namanya, saham ini membayar dividen yang disesuaikan atau dengan jumlah yang tidak tetap. Besar atau kecilnya tergantung dari tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu.

Baca juga: 6 Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen yang Mesti Kamu Tahu 

Cara Beli Saham Preferen

cara beli saham preferen

Untuk mendapatkan saham preferen, sebenarnya sama saja caranya dengan saham biasa. Cara beli saham preferen tetap dilakukan melalui sekuritas. Jadi pastikan kamu sudah buat rekening saham di sekuritas pilihan.

Kode saham preferen diikuti huruf P di akhir sebagai penanda contohnya seperti MAMIP dan MYRXP. Namun perlu diperhatikan, saham ini cukup sulit untuk dibeli. Alasannya, tidak semua emiten memperdagangkan saham preferennya secara terbuka di pasar reguler. Adapun, beberapa yang membuka perdagangan saham preferennya bisa dicari dengan menyebutkan nama emiten ditambah huruf P. 

Jika emiten tidak memperdagangkan saham preferennya di pasar reguler, investor ritel juga tidak memilikinya. Biasanya, saham preferen dimiliki oleh investor institusi dan membutuhkan modal besar.

Baca juga: Tantangan Investor dan Trader Saham Beserta Tipsnya

Saham Biasa Lebih Cocok untuk Retail

Kenapa saham biasa lebih cocok untuk investor retail? Karena selain lebih umum diperjualbelikan, peredarannya juga sangat banyak di market. Meskipun begitu likuiditas masing-masing saham tidak bisa disama ratakan. Kita mesti cek lagi di bid offer. Sebab kalau sahamnya kurang likuid, akan susah ditransaksikan nantinya.

Tidak hanya itu, saham biasa jauh lebih terjangkau. Bahkan bisa dibeli dengan modal Rp100 ribu saja kalau harga per lembarnya sekitar Rp900. Tentu ini relatif ringan bagi investor perorangan yang uangnya terbatas, tidak seperti investor institusi.

Satu hal lagi yang tak boleh terlewatkan adalah pemegang saham biasa juga berhak mendapatkan dividen. Dengan catatan sudah terdaftar sebagai penerima dengan membeli sahamnya sebelum masuk masa ex date.

Baca juga: Cara Nabung Saham Pemula, Apa Strategi dan Pilihan Sahamnya?

Kalau kamu tertarik untuk investasi dan trading saham, yuk belajar dulu di Emtrade! Selain dapat edukasi, kalian juga akan dapat live trading signal, lho! Caranya upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade.

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelPemula

Perhitungan Break Even Point Supaya Kamu Tahu Sudah Untung atau Belum

13 Jan 2023, 16:28 WIB
article
ArtikelPemula

Istilah Price In Harga Saham, Apa Maksudnya?

10 Nov 2022, 16:18 WIB
price in harga saham
ArtikelPemula

Aset Safe Haven Emas, Pahami Maksud dan Keuntungannya Di Sini

11 Nov 2022, 16:21 WIB
aset safe haven emas
ArtikelPemula

Ekonomi AS Diprediksi Double-Dip Recession, Apa Maksudnya?

2 Nov 2022, 15:45 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi