First Liner, Second Liner, dan Third Liner, Begini Perbedaannya

Blog - 15 February 2022, 04.02 WIB 3890 x dibaca . 3 mins read

Kategori saham berdasarkan lapisannya dibagi menjadi tiga, yaitu first liner, second liner, dan third liner. Cara klasifikasi biasanya dilihat dari volume transaksi dan kapitalisasi saham tersebut.

Mengingat setiap kategori punya karakteristik yang berbeda, investor dapat menyesuaikan pilihan sahamnya dengan profil risiko dan tujuan masing-masing. Pemula pun wajib memahami ketiga kategori agar kualitas setiap saham bisa dibedakan dengan mudah.

Saham First Liner

First liner adalah saham yang memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Bisa dibilang, saham kategori ini punya bobot besar dalam mempengaruhi pergerakan IHSG.

Pergerakan harga saham first liner tidak terlalu fluktuatif sehingga sangat cocok untuk investasi jangka panjang. Namun, saham kategori ini kurang menarik untuk trading jangka pendek karena tingkat fluktuasinya rendah. 

Saham first liner juga cocok dijadikan investasi jangka panjang karena mayoritas memiliki likuiditas yang bagus. Artinya, saham mudah diperdagangkan baik jual dan beli karena banyak peminatnya. 

Ditambah, beberapa saham first liner juga termasuk kategori blue chip, yakni saham yang sudah mature dengan kinerja keuangan yang stabil setiap tahunnya. 

Contoh saham first liner adalah BBCA, BBRI, TLKM,  BMRI, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Alasan Trading dan Investasi Saham Wajib Pantau Kondisi Makroekonomi

Saham Second Liner

First Liner, Second Liner, dan Third Liner, Begini Perbedaannya

Second liner adalah saham lapis dua yang berasal dari perusahaan-perusahaan menengah-besar dengan nilai kapitalisasi pasar medium antara Rp500 miliar – Rp10 triliun.

Pergerakan harga saham second liner lebih fluktuatif ketimbang saham first liner karena tingkat kapitalisasi pasarnya jauh lebih rendah. Meskipun begitu, rata-rata saham second liner cukup likuid. 

Dengan kondisi itu, saham second liner kerap jadi favorit untuk trading, baik swing trading maupun super trader. Apalagi, harga per lembar saham second liner tergolong lebih murah. 

Namun, untuk trading atau investasi di saham second liner, tetapi harus dianalisis secara fundamental, teknikal, maupun tingkat likuiditasnya. Contoh saham second liner antara lain, AKRA, LSIP, ASRI, dan MTDL.

Baca juga: Old Economy vs New Economy, Cari Tahu Apa Bedanya Disini

Saham Third Liner