Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconTeknikal

Cara Tahu Saham Koreksi Normal atau Lanjut Turun Beserta Strateginya

26 Mar 2022, 17:47 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Ketika lagi pantau chart dan harga saham tiba-tiba bergerak  turun, kalian pernah nggak sih merasa ragu dengan pergerakan saham selanjutnya? Bakal naik lagi atau lanjut turun? Dalam kondisi sahamnya sudah terbeli, nggak jarang sebagian trader terlanjur menjual saham tersebut. Padahal penurunan yang terjadi hanya koreksi normal saja di mana nantinya harga saham bisa kembali naik.

Maka dari itu, mengetahui ciri-ciri saham koreksi normal dan saham downtrend menjadi hal yang penting bagi trader karena bisa membantu mengambil keputusan jual dan beli.  Cari tahu cara identifikasi dan strateginya di artikel ini, ya!

Saham Koreksi Normal vs Downtrend

Saham koreksi normal yang dimaksud di sini adalah ketika harga saham mengalami penurunan yang sifatnya sementara. Sehingga trader bisa menunggu sampai harganya naik ke atas lagi.

Sedangkan saham downtrend merujuk pada saham-saham yang bergerak ke tren turun atau bearish. Saham yang masuk ke masa downtrend akan melanjutkan penurunan. Hal ini wajib diwaspadai oleh trader karena berpotensi merugikan kalau sampai salah ambil langkah.

Baca juga: Apa itu Harga Saham Koreksi Normal

Cara Identifikasinya

Untuk dapat membedakan saham koreksi normal dengan saham downtrend, trader nggak bisa hanya fokus pada naik turunnya harga saja. Tetapi harus melakukan analisis volume yang menunjukkan seberapa kuat tekanan jual di pasar.

Apabila harga turun disertai dengan volume transaksi yang kecil, maka indikasinya adalah saham sedang mengalami koreksi normal. Volume kecil menandakan lemahnya tekanan jual, sehingga saham berpotensi memantul ke atas.

Besar atau kecilnya volume nggak bisa ditentukan dengan angka. Trader tinggal bandingkan saja volume saat turun dengan volume di periode sebelumnya

saham koreksi normal dan saham downtrend

Contohnya seperti gambar di atas. Saham terlihat mengalami penurunan di tengah masa uptrend setelah terjadi breakout. Ketika harga turun, volume perdagangan mengecil, sehingga harganya kembali naik yang menandakan saham terkoreksi normal.

Sedangkan saham downtrend dapat dilihat dari tren harga dengan menghubungkan garis dari harga tertinggi ke harga tertinggi yang lebih rendah. Terbentuknya downtrend harus disertai volume transaksi yang besar. Volume tersebut menunjukkan adanya tekanan jual yang tinggi. Trader patut waspada jika hal ini terjadi karena saham berpotensi melanjutkan penurunan.

saham koreksi normal dan saham downtrend

Bisa dilihat harga saham ter-breakdown dari support. Ketika lanjut menurun, volumenya meninggi secara signifikan dibandingkan volume pada periode sebelumnya. Pada tahap ini, banyak pelaku pasar yang memutuskan untuk menjual kepemilikannya. Sehingga harga saham semakin tertekan dan akhirnya masuk masa downtrend di mana penurunan lanjutan sangat rawan terjadi.

Baca juga: Bearish Continuation Pattern: Definisi dan Contoh Polanya

Strategi yang Bisa Trader Lakukan

1.       Saham Koreksi Normal

Ketika saham terkoreksi normal trader bisa wait and see terlebih dahulu karena turunnya hanya sementara. Namun bagi yang belum beli sahamnya, boleh dimasukkan ke dalam watchlist untuk pakai strategi buy on weakness jika terjadi pantulan.

saham koreksi normal dan saham downtrend

Penurunan pada saham di atas adalah contoh harga saham yang terkoreksi normal. Dibandingkan dengan volume saat harga naik, volume saat harga turun terbilang jauh lebih kecil. Buy on weakness dieksekusi ketika terjadi pantulan di mana candle hijau diikuti volume yang lebih tinggi muncul.

2.       Saham Downtrend

Trading saat saham downtrend sangat berisiko. Trader pemula yang baru belajar analisis teknikal sebaiknya hindari saham seperti ini dan pilih saham yang trennya lebih bagus. Namun jika kamu trader berpengalaman, strategi yang bisa digunakan adalah buy on weakness lalu sell on strength.

saham koreksi normal dan saham downtrend

Selengkapnya tentang buy on weakness dan sell on strength bisa kamu baca di artikel berikut ini.

Baca juga: Strategi Trading Saham Downtrend

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Saham Grup Barito Merosot, Kapan Balik Arah?

10 Jan 2024, 10:48 WIB
article
ArtikelPemula

Begini Perbedaan Chart Monthly, Daily, dan Intraday, Pakai yang Mana?

11 Okt 2023, 16:43 WIB
article
ArtikelTeknikal

Gimana Cara Tahu Saham Berpotensi Naik? Cek di Sini!

4 Feb 2023, 14:01 WIB
article
ArtikelTeknikal

Strategi Trading Saham Saat Market Sideways

14 Jan 2023, 13:30 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi