Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

Prinsip Trader dan Investor Supaya Bisa Cuan di Pasar Saham

6 Jan 2023, 16:24 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Keputusan The Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga tinggi di 2023 direspons negatif oleh market. Terlihat dari performa IHSG yang beberapa hari belakangan ini cenderung lesu.  Adapun saham-saham perbankan besar lebih dulu mengalami tekanan akibat dari aksi net sell asing sejak Desember lalu. Sampai hari ini pun net sell masih ramai dilakukan untuk profit taking termasuk di saham big caps lainnya seperti TLKM dan ASII.

Berkaca pada kondisi sekarang, sebagian pelaku pasar terutama trader ritel mungkin mulai kesulitan untuk mendulang cuan. Padahal, yang namanya investasi saham memang gak selalu cuan, tapi juga gak selalu rugi. Semua pasti ada gilirannya selama kita mau konsisten.

Kita bisa belajar dari keputusan asing yang melakukan net sell tadi. Pada dasarnya aksi tersebut menunjukkan satu prinsip yang dapat diterapkan trader dan investor untuk mendapatkan cuan di pasar saham. Untuk penjelasan lebih lengkap, simak artikel ini sampai selesai, ya!

Beli di Bawah, Jual di Atas

Sebenarnya apa alasan asing net sell? Simpel saja, karena saham-saham yang sebelumnya disebut sudah lebih dulu menguat pada tahun 2021 silam dan sekarang posisi harganya sudah di atas.

Ditambah lagi market sedang lesu, diterpa oleh beberapa sentimen negatif. Otomatis peluang untuk melanjutkan penguatan bisa dibilang sangat kecil. Sehingga aksi net sell tersebut bertujuan untuk mengamankan profit setelah sebelumnya mereka beli di harga bawah.

Nah, berhubung ada dana besar keluar, harga saham pun cenderung akan jatuh. Dan momen ini akan dimanfaatkan oleh investor asing dan big fund lainnya untuk kembali mengoleksi saham di harga bawah. Dengan begitu kinerja portofolio dari fund manager reksa dana bisa lebih bagus di akhir tahun. Maka, kuncinya adalah beli di bawah dan jual di atas.

Pertanyaannya, siapa yang beli saat ada big fund lepas banyak saham? Tentunya pelaku pasar yang punya strategi berbeda. Dan ketika minat beli lebih kecil dibandingkan minat jual, inilah yang menyebabkan harga saham turun. Kembali lagi ke hukum supply and demand.

Baca juga: Kapan Harga Saham Dianggap Diskon? Value Investor Wajib Tahu!

Tips untuk Ritel

Ketika big fund net sell, gak sedikit trader dan investor ritel yang telat profit taking nyangkut karena sahamnya sudah “ditarik” ke bawah. Seperti yang kita tahu, nyangkut memang menjadi salah satu momok menakutkan karena potensi rugi sampai puluhan persen.

Apalagi kalau gak punya cash cadangan dan gak bisa nutup kerugian dari nyangkut tadi. Mungkin kalau nyangkut di saham-saham berfundamental solid masih bisa bernapas lega, tapi gimana kalau di saham-saham yang geraknya volatil sampai ARA dan ARB berjilid-jilid?

Maka dari itu, penting untuk punya money management yang baik saat masuk di pasar saham. Strategi ini mengatur berapa banyak saham yang boleh dibeli, berapa jumlah beli dalam satu saham, berapa maksimal kerugian, dan lain-lain untuk membatasi risiko agar pertumbuhan portofolio tetap stabil.

Nah, itu tadi untuk manajemen risikonya, lalu gimana supaya bisa beli di bawah, jual di atas? Yang pasti harus siapkan cash. Contohnya seperi investor dunia Warren Buffett yang berprinsip untuk selalu memiliki cash terlepas dari kondisi pasar dan ekonomi. Sehingga dia bisa profit taking saat saham sedang tinggi-tingginya dan beli lagi saat harganya turun.

Dengan catatan, titik beli dan jualnya harus efektif, alias beli saat ada potensi naik dan jual saat ada potensi turun. Jadi jangan hanya berpatokan pada harga bawah dan atas saja. Selain itu, sesuaikan juga timing-nya dengan tujuan kamu, untuk trading atau investasi?

Baca juga: Cash is the King Ala Investor Legendaris Warren Buffett

Demikian adalah beberapa prinsip agar trader dan investor bisa cuan dari saham. Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi