Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconTeknikal

3 Cara Profit Taking Saham Tanpa Takut Harganya Naik Lagi

31 Mei 2022, 09:14 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Cara Profit Taking Saham Tanpa Takut Harganya Naik Lagi

Tidak bisa dipungkiri kalau sebagian dari kita terkadang masih suka greedy dan sulit merasa puas di pasar saham. Sudah profit sekian persen tapi tetap ingin hold karena khawatir harganya masih lanjut naik setelah dijual.

Padahal bukan tidak mungkin sahamnya berbalik arah menuju downtrend, sehingga mau tidak mau harus cut loss alias jual dalam keadaan merugi. Nah, hal seperti ini yang seringkali menyebabkan trader jangka pendek sulit untuk mendapatkan keuntungan.

Supaya tidak bingung lagi, di bawah ini adalah cara untuk merealisasikan profit tanpa takut harganya bakal naik lagi. Apa saja caranya?

Muncul Candle Reversal di Dekat Resisten

Cara profit taking yang pertama dilakukan dengan menunggu adanya tanda reversal atau pembalikan ke arah turun yang ditunjukkan oleh candle. Candle reversal berupa candle dengan tail atau ekor yang berukuran panjang. Bisa juga candle berwarna merah yang berarti tekanan jual di pasar sedang meninggi. Ketika terjadi tekanan jual, maka indikasinya harga saham berpotensi melanjutkan penurunan.

Namun pastikan juga saham tersebut mulai bergerak mendekati area resisten. Sebab kalau sampai menyentuh resisten, itu artinya kenaikan harga saham berpotensi tertahan dan akan kembali bergerak turun.

Apabila sahamnya sudah memenuhi dua kondisi di mana candle reversal muncul di sekitar area resisten, hal ini akan semakin mengonfirmasi bahwa harga saham akan bergerak turun. Untuk itu sebaiknya lakukan profit taking untuk mengamankan keuntungan yang sudah didapat.

Cara Profit Taking Saham Tanpa Takut Harganya Naik Lagi

Emtrade melakukan penjualan pada saham ANTM tanggal 20 Mei 2022. Alasannya karena ada candle reversal di dekat area resisten 2.560 dari MA 50 daily.

Baca juga: 3 Momen Profit Taking Terbaik dalam Trading Saham

Harga dan Volume Menunjukkan Divergen

Cara selanjutnya adalah jual ketika harga dan volume menunjukkan divergen. Apa itu divergen? Divergen merujuk pada kondisi harga saham yang bergerak berlawanan arah dengan volume atau indikatornya. High dan low pada grafik harga akan berbeda dengan high dan low pada volume.

Dengan demikian divergen yang dimaksud di sini adalah harga yang naik disertai volume yang kecil. Artinya, kenaikan harga tidak dibarengi dengan permintaan pasar yang besar. Kondisi seperti ini mengindikasikan daya jual pasar yang kian melemah, sehingga ada potensi saham akan berbalik arah dan rawan profit taking. Dari tanda-tanda ini, sebaiknya amankan modal dulu dengan menjual saham tersebut.

Perhatikan studi kasus chart di bawah ini berdasarkan hasil trading Emtrade pada tanggal 20 Mei 2022.

https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/membership-media/public/uploads/media/1653383405_TINS.jpg

Terlihat saham TINS mengalami penguatan dan mendekati area resisten MA 50 daily di level 1.785. Namun volume transaksi justru menyusut yang menandakan adanya divergen antara harga dan volume. Dengan alasan ini, Emtrade menjual saham TINS.

Baca juga: Istilah Konvergen dan Divergen dalam Analisis Teknikal, Sudah Paham Maksudnya?

Cara Lainnya

Selain dua cara yang sudah dijelaskan sebelumnya, masih ada cara alternatif lain yang mungkin bisa dicoba. Jika kamu masih khawatir bahwa saham akan meroket setelah dijual, maka bisa disiasati dengan menjual sebagian saham jangka pendek dan sisanya hold untuk jangka menengah.

Saham jangka menengah dinilai layak untuk di-hold apabila masih dalam tren naik. Cara identifikasinya adalah dengan melihat pembentukan higher high (puncak yang lebih tinggi dari puncak sebelumnya) dan higher low (jurang yang lebih tinggi dari jurang sebelumnya) serta analisis volume dan harga yang menunjukkan konvergen.

Kebalikan dari divergen, konvergen merupakan kondisi harga saham dan volume yang bergerak searah. Harga naik, volume naik. Saham turun, volume turun. Dalam kondisi uptrend, ketika saham naik harus dikonfirmasi oleh volume yang ikut naik atau lebih tinggi daripada volume beberapa hari sebelumnya.

Volume besar menunjukkan tingginya minat pelaku pasar untuk membeli saham tersebut. Tekanan beli ini selanjutkan akan mendorong harga saham dalam beberapa waktu ke depan.

Baca juga: 3 Tanda Saham yang Akan Naik ke Fase Partisipasi

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.






Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Saham Grup Barito Merosot, Kapan Balik Arah?

10 Jan 2024, 10:48 WIB
article
ArtikelTeknikal

Strategi Trading Saham Saat Market Sideways

14 Jan 2023, 13:30 WIB
article
ArtikelTeknikal

Ciri-Ciri Saham yang Menarik untuk Trading Saat Market Turun

10 Jan 2023, 15:32 WIB
article
ArtikelTeknikal

Setting Moving Average Terbaik yang Wajib Kamu Tahu

2 Des 2022, 17:05 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi