Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Sinyal Dovish Makin Kuat Usai The Fed Tahan Suku Bunga Lagi, Simak Dampaknya di Sini!

14 Des 2023, 15:37 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Indeks global yang terdiri dari Dow Jones, S&P 500, dan NASDAQ kemarin (13/12) kompak menguat dengan rata-rata kenaikan 1,38%, merespons keputusan The Fed. Untuk ketiga kalinya, suku bunga The Fed ditahan di level 5,25-,5,50% pada pertemuan bulan Desember, sesuai dengan ekspektasi pasar.


Anggota The Fed memperkirakan suku bunga acuan akan turun menjadi 4,6% tahun depan, menyarankan tiga kali penurunan suku bunga pada tahun 2024, dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,1%, atau dua kali penurunan suku bunga. Untuk tahun 2025, penurunan suku bunga diperkirakan menjadi 3,6% dari sebelumnya 3,9%. 


Para pengambil kebijakan mengatakan bahwa indikator-indikator terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi telah melambat dan perolehan lapangan kerja melambat namun tetap kuat, dan tingkat pengangguran tetap rendah. Sehingga meningkatkan potensi menurunnya inflasi namun tidak sampai deflasi atau bahasa lainnya softlanding


Di sisi lain inflasi AS pada November 2023 turun ke 3,1% YoY (dibandingkan dengan Oktober 2023: 3,2% YoY). Angka ini sesuai dengan ekspektasi sekaligus menjadi inflasi terendah dalam 5 bulan terakhir. Sementara itu, inflasi inti AS tetap stabil di 4% YoY pada November 2023, menandai level terendah dalam 2 tahun terakhir. 


Dengan demikian, pertumbuhan PDB US diperkirakan lebih tinggi tahun ini (2,6% vs 2,1% pada proyeksi bulan September), namun sedikit lebih rendah pada tahun 2024 (1,4% vs 1,5%).


Berdasarkan analisis CME FedWatch Tool, The Fed kemungkinan akan mengurangi suku bunganya pada kuartal I/2024 atau kuartal II/2024.


Baca juga: Alasan Trader dan Investor Saham Wajib Pantau Kondisi Makroekonomi

Dampak ke IHSG

Sinyal The Fed yang sudah mulai “melunak” untuk tidak menaikkan suku bunga lebih lanjut menjadi sentimen positif. Investor asing diharapkan bisa kembali masuk ke emerging market seperti Indonesia. 


Sebab spread antara suku bunga AS dan Indonesia bisa tetap terjaga. Di mana, suku bunga BI saat ini di 6% yang menghasilkan spread 0,50% dengan suku bunga AS. Selain itu ditahannya suku bunga AS dapat membuat dolar AS melemah serta imbal hasil US Treasury 10 tahun bisa melandai.


Sehingga yield imbal hasil obligasi Indonesia terlihat lebih menarik yang kemudian menciptakan capital inflow di pasar keuangan Indonesia seperti obligasi dan saham.


Seperti yang kita tahu, keluar-masuk modal asing ini cukup memberikan dampak yang signifikan ke market. Dengan adanya capital inflow dari asing, market bisa lebih aktif karena ada “booster” yang menggerakkan. 


Pergerakan suku bunga BI biasanya akan mengikuti suku bunga AS sebagai acuan. Sehingga tahun depan ada harapan agar suku bunga BI disesuaikan dengan arah kebijakan The Fed, namun secara historis tidak pernah lebih rendah guna menjaga spread tadi. 


Baca juga: Siap-Siap Window Dressing! Begini Pergerakan Saham Big Bank Selama Bulan Desember


Maka tidak heran setelah keputusan The Fed semalam, IHSG menguat 1% ke level 7145 pada perdagangan sesi I hari ini (14/12) didorong oleh saham-saham big bank dan tech-related. 


Hal ini ditopang oleh harapan pelaku pasar terkait pemangkasan suku bunga BI yang bisa membuat minat debitur meningkat. Sebab apabila suku bunga turun, otomatis bunga kredit menjadi semakin kecil.


Sementara itu, sektor telekomunikasi dan teknologi yang notabene-nya punya banyak utang juga bisa sedikit lega karena beban utang bisa berkurang.


Adapun sektor properti yang ikut menguat 1,37% pada pembukaan sesi I efek sentimen positif dari The Fed. Alasannya karena jika suku bunga BI bisa turun, bunga KPR menjadi lebih murah dan permintaan properti dapat terjaga.


Baca juga: 3 Sentimen Makroekonomi yang Paling Berdampak ke Sektor Properti


Pertanyaannya, bagaimana strategi tradingnya agar bisa menangkap peluang tersebut? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Jelang Lebaran, Gimana Potensi dan Kinerja Emiten Poultry Secara Historis?

4 Apr 2024, 11:55 WIB
article
ArtikelInsight

HRUM Makin Fokus ke Nikel, Diproyeksikan Bisa Dorong Laba Bersih Naik 33% di 2024

27 Mar 2024, 13:44 WIB
article
ArtikelInsight

BEI Terapkan Mekanisme Full Call Auction, Simak Dampaknya ke Investor

26 Mar 2024, 12:18 WIB
article
ArtikelInsight

ADRO Punya Proyek EBT Jumbo, Begini Prospeknya

22 Mar 2024, 13:35 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi