Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Prospek Saham Rumah Sakit Pasca Status Covid-19 Berubah Menjadi Endemi

23 Jun 2023, 15:14 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Tidak terasa sudah 3 tahun lebih sejak Indonesia pertama kali mencatatkan kasus virus Covid-19. Kabar baiknya, kini kasusnya sudah melandai dan bahkan status pandemi resmi dicabut menjadi endemi. 


Keadaan kian membaik berkat sejumlah kebijakan yang gencar digalakkan pemerintah mulai dari pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), hingga vaksinasi.


Kebijakan tersebut lantas membuat produk-produk kesehatan banyak digunakan seperti obat, alat diagnosa, dan peralatan kesehatan, termasuk kapasitas rumah sakit menjadi penuh. Tingginya demand atas penanganan Covid-19 otomatis menguntungkan sektor kesehatan, sehingga kinerjanya ikut terdongkrak.


Berikut adalah kinerja pendapatan dari 3 saham big caps rumah sakit, yaitu MIKA, HEAL, dan SILO.


Pendapatan dari ketiga emiten tersebut kompak melesat pada periode high base pandemi Covid-19 tahun 2020-2021 jika dibandingkan dengan periode pra pandemi 2017-2019. Lonjakan signifikan terjadi terutama pada tahun 2021. Pendapatan MIKA tumbuh 27,31% menjadi Rp4,35 triliun, HEAL tumbuh 31,79% menjadi Rp5,82 triliun, dan SILO tumbuh 31,90% menjadi Rp9,38 triliun.


Namun, kinerja pendapatan mulai melandai di tahun 2022 mengikuti kasus Covid-19 yang juga semakin menurun di tahun yang sama. Pendapatan MIKA dan HEAL kompak turun masing-masing 6,98% dan 15,77%. Hanya SILO yang masih membukukan kenaikan pendapatan, itupun tipis hanya 1,44% menjadi Rp9,51 triliun meskipun varian virus baru Omicron sempat menyerang di awal 2022.


Melalui data di atas, dapat dilihat bahwa efek pandemi Covid-19 cukup berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan sektor kesehatan, terlebih lagi pada tahun 2021. Akan tetapi peralihan pandemi menuju new normal di 2022 menekan kinerja sejumlah emiten, kecuali SILO walaupun pertumbuhan cenderung melambat.


Nah, mengetahui status pandemi yang sekarang sudah berubah menjadi endemi, ini berpotensi semakin memperlambat kinerja emiten rumah sakit. Sebab kasus Covid-19 yang turun drastis otomatis mengurangi demand terhadap jasa kesehatan. Bahkan, angka kasus harian mendekati nihil karena 99% masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19.


Selain itu saat ini juga sudah tidak ada lagi kewajiban tes PCR dan penggunaan masker untuk masyarakat yang sehat dan tidak berisiko tertular. Dalam kondisi terkena Covid-19, tampaknya masyarakat pun cenderung lebih memilih untuk melakukan perawatan secara mandiri di rumah sampai sembuh dibandingkan harus periksa ke rumah sakit.


Perlu diketahui pula bahwa saat ini belum ada perubahan kebijakan mengenai pertanggungan biaya Covid-19. Vaksinasi dan biaya penanganan Covid-19 masih ditanggung pemerintah bahkan setelah statusnya sudah berubah menjadi endemi. 


Meskipun belum ada informasi sampai kapan pemerintah akan menanggung, tampaknya ada kemungkinan ke depan masyarakat harus membayar sendiri. Pasalnya, Presiden Joko Widodo sebelumnya sempat menyinggung soal penghapusan tanggungan biaya perawatan Covid-19 saat masuk masa endemi. 


Di sisi lain pemerintah tengah berupaya agar biaya pengobatan tidak memberatkan masyarakat. Caranya dengan memasukkan pengobatan Covid-19 ke BPJS Kesehatan maupun asuransi-asuransi kesehatan lainnya yang saat ini sedang digodok.


Berkaca pada beberapa kondisi tersebut, bukan tidak mungkin kinerja sektor kesehatan akan kembali seperti pra pandemi. Selain karena biayanya masih ditanggung pemerintah, kasus harian yang mendekati nihil menunjukkan bahwa masyarakat sudah kebal dari virus Covid-19. Pada akhirnya demand akan pengobatan tidak akan setinggi pada saat masa pandemi 2020-2021.


Lalu, saham mana yang saat ini menarik? Bagaimana strateginya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

SSSG ACES Tumbuh 8% di 2023, Gimana Potensinya Tahun Ini?

29 Jan 2024, 09:46 WIB
article
ArtikelInsight

Prospek Saham Ritel Menuju Liburan Akhir Tahun 2023

5 Des 2023, 10:33 WIB
article
ArtikelInsight

Prospek VKTR: Anak Usaha Bakrie yang Mau IPO, Apakah Cerah?

13 Jun 2023, 13:18 WIB
ipo vktr
Artikel

Pendapatan dan Laba Kompak Turun, Gimana Prospek Saham BCAP?

10 Mei 2023, 15:36 WIB
prospek saham bcap
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi