Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

SSSG ACES Tumbuh 8% di 2023, Gimana Potensinya Tahun Ini?

29 Jan 2024, 09:46 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Sepanjang tahun 2023 PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) berhasil mencatat pertumbuhan same store sales growth (SSSG) sebesar +8,1% YoY, berdasarkan data perusahaan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan target perusahaan yang hanya 6,5%. Nilai penjualan indikatif mencapai Rp7,5 triliun pada tahun ini (+12% YoY), sejalan dengan perkiraan analis.


Sebagai informasi, SSSG adalah pertumbuhan rata-rata penjualan di toko. Sehingga jika angkanya tumbuh positif akan dapat mendorong peningkatan pendapatan dan laba perusahaan.


Secara geografis, SSSG naik di semua lokasi. Luar Jawa memimpin dengan kenaikan 12,7%, diikuti Jakarta naik 6,3%, dan Jawa luar Jakarta naik 5,8%.


Perolehan SSSG ditopang oleh kinerja bulan Desember 2023 yang naik double digit 11,6% YoY, lebih tinggi dibandingkan bulan November 2023 dengan pertumbuhan 10% YoY. Adapun penjualan bulan Desember mencapai Rp813 miliar (+17% YoY/+25% MoM)


Jika kita bandingkan dengan sebelum pandemi, penjualan tahun 2023 yang Rp7,5 triliun itu masih sekitar 8% di bawah penjualan bersih tahun 2019 yang Rp8,1 triliun. ACES juga mencatat bahwa penjualan per meter persegi masih sekitar 20% di bawah tingkat sebelum pandemi. 


Penjualan rata-rata harian tertinggi mereka pada Desember 2023 adalah Rp26,2 miliar, yang 8% lebih rendah dari puncak pra-pandemi Rp28,4 miliar pada Desember 2019, tapi 19% di atas rata-rata tahun 2019 yang Rp22,1 miliar (rata-rata tahun 2023 adalah Rp20,6 miliar). Analis memperkirakan penjualan bersih naik 13% YoY mencapai Rp8,5 triliun (+13% YoY) pada tahun 2024, yang 5% di atas level tahun 2019.


Untuk tahun 2024, ACES berharap SSSG dan pertumbuhan toko yang lebih tinggi, didorong oleh peningkatan kunjungan, produk baru, dan ekspansi di luar Jawa. Mereka mencatat Januari 2024 yang positif sejauh ini, didukung oleh ketahanan segmen konsumen menengah-atas di Indonesia. 


Dikutip dari Macquarie, mereka juga mengharapkan SSSG didukung oleh toko-toko baru yang dibuka di tahun 2023 dengan produktivitas per meter persegi 20-30% lebih tinggi di luar Jawa. Selain itu, ada toko yang direnovasi dengan produktivitas 5-10% lebih tinggi. 


ACES membuka 13 toko baru dan menutup 8 toko lama, sehingga ada 5 toko baru sepanjang 2023.  Maka, ACES memiliki total 233 toko (+2% YoY). Perusahaan berencana melakukan 20 renovasi toko di tahun 2024 (vs 10 renovasi toko di tahun 2023). Karena itu, ACES mengharapkan belanja modal (capital expenditure/capex) yang lebih tinggi. 


Perusahaan berencana membuka lebih dari 13 toko pada tahun ini dengan lebih sedikit penutupan (10 toko sedang ditinjau), dengan sebagian besar toko baru fokus di luar Jawa (9 dari 13 toko yang dibuka di tahun 2023 berada di luar Jawa). 


Margin diperkirakan akan membaik dengan normalisasi margin kotor dan leverage operasional. ACES terus mengosongkan inventaris di kuartal IV/2023 guna mengurangi biaya tambahan, yang bisa menghasilkan margin kotor serupa dengan kuartal III/2023, yakni sebesar Rp2,64 triliun. Namun, mereka mengharapkan ini akan normal kembali di tahun 2024. 


Sementara itu, leverage operasional akan didorong oleh pertumbuhan upah minimum yang lebih rendah dari tahun ke tahun. Jadi, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya gaji yang terlalu besar untuk pegawainya. Kondisi ini bagus karena bisa menghemat biaya operasional. 


Faktor pendorong selanjutnya adalah tarif sewa yang terkendali. Artinya, biaya sewa tempat usaha perusahaan stabil dan tidak naik secara dramatis. Ini juga membantu perusahaan untuk tetap mengontrol pengeluarannya.


Lalu, bagaimana strategi trading ACES agar profit maksimal? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi