Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Prospek Saham Ritel Menuju Liburan Akhir Tahun 2023

5 Des 2023, 10:33 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Memasuki bulan Desember, suasana liburan akhir tahun akan semakin terasa. Berbicara soal liburan akhir tahun, saham-saham ritel biasanya menjadi perhatian para pelaku pasar. 


Kinerja sektor ini sangat erat kaitannya dengan tingkat konsumsi masyarakat. Nah, biasanya pengeluaran masyarakat di periode ini lebih tinggi ditopang oleh adanya pencairan bonus akhir tahun dan promosi besar-besaran dari perusahaan ritel.


Tidak hanya itu, masih ada beberapa katalis positif yang berpotensi memperkuat daya beli konsumen serta menciptakan peluang untuk pertumbuhan penjualan ritel yang lebih tinggi. Contohnya seperti perhelatan pemilu yang akan datang. Di mana, realisasi anggaran bantuan sosial atau subsidi cenderung lebih tinggi pada tahun menjelang pemilu dibandingkan tahun sebelumnya.


Lebih lanjut, sektor ritel akan mendapatkan dukungan melalui insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN DTP) pemerintah, di mana tarif untuk pembelian rumah senilai Rp2 miliar hingga Rp5 miliar dari Nov 2023 hingga Juni 2024 akan dibebaskan sepenuhnya. Adapun tarif PPN DTP akan mengalami penurunan menjadi 50% dari Juli sampai Desember 2024 


Selain itu, pemerintah telah memutuskan untuk meningkatkan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2024 sekitar 3,4% secara tahunan. Namun, kenaikan tersebut ternyata masih lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2023 sekitar 7,2% secara tahunan.


Meskipun kenaikan UMP dapat meningkatkan daya beli rumah tangga, pertumbuhan gaji riil diperkirakan hanya sebesar 0,4% YoY, seiring dengan proyeksi tingkat inflasi sebesar 3% YoY pada akhir tahun 2024.


PMI manufaktur Indonesia pada November 2023 mampu melampaui PMI manufaktur ASEAN (50,0), serta negara-negara ASEAN seperti Thailand (47,6), Malaysia (47,9), Vietnam (47,3), dan Myanmar (48,1). 


Selain itu, juga lebih tinggi dibanding PMI China (50,7), Zona Eropa (43,8), Jerman (42,3), Jepang (48,3), Belanda (44,9), Korea Selatan (50,0), Taiwan (48,3), Inggris (46,7), dan Amerika Serikat (49,4).


Sebagai informasi, indeks penjualan ritel (retail sales index/RSI) tumbuh 1,5% YoY pada bulan September 2023. Untuk bulan Oktober, Bank Indonesia (BI) memperkirakan kenaikan sebesar 1,8%, mencapai angka 206,3 (data tertinggal dua bulan).


Dalam hal ini, suku cadang dan perlengkapan kendaraan bermotor diekspektasikan memimpin pertumbuh 12% YoY pada Oktober 2023.


Ke depan, analis memperkirakan bahwa peralatan rumah tangga dan juga produk makanan, minuman, dan tembakau akan memimpin pertumbuhan penjualan ritel pada kuartal IV/2023.


Di saat yang bersamaan, data terbaru Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Oktober naik menjadi 124,3 dan peredaran uang M2 bulan Oktober juga naik 3,4% YoY menjadi Rp8.440 triliun. 


Kenaikan peredaran uang dipengaruhi oleh penyaluran kredit yang tumbuh 8,7% YoY pada bulan Oktober. Hal ini menunjukkan ada lebih banyak uang beredar di masyarakat, yang bisa mendorong aktivitas ekonomi. Biasanya ketika daya beli naik dan jumlah uang beredar bertambah, pada akhirnya bisa berdampak pada tingkat inflasi yang juga naik. Namun, kenaikan inflasi ini bisa bersifat sementara akibat adanya FOMO liburan akhir tahun saja.


Terkait aksi boikot produk Israel yang mengakibatkan penurunan penjualan ritel sebesar 3-4% hanya dalam seminggu, tampaknya efek tersebut hanya bersifat sementara. Asosiasi Ritel Indonesia (Aprindo) bahkan masih melihat adanya potensi penjualan ritel Indonesia bisa naik 4-4,2% YoY pada akhir tahun 2023 (dibandingkan dengan pertumbuhan sebesar 3,8-3,9% YoY pada akhir tahun 2022).


Dengan ekspektasi tersebut, diperkirakan kinerja emiten ritel berpotensi meningkat pada kuartal IV/2023.


Sebagai gambaran, salah satu saham big caps ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) cenderung mengalami lonjakan pendapatan dan laba bersih secara kuartalan pada kuartal IV selama 5 tahun terakhir.




Lalu, apakah saham MAPI saat ini cukup menarik untuk buy? Atau adakah saham ritel lainnya yang lebih potensial? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Unboxing Saham Terkait Program Prabowo-Gibran, Seberapa Diuntungkan?

16 Feb 2024, 16:33 WIB
article
ArtikelInsight

Pemilu di Depan Mata, Ini Deretan Emiten yang Terafiliasi Masing-Masing Paslon

13 Feb 2024, 12:11 WIB
article
ArtikelInsight

SSSG ACES Tumbuh 8% di 2023, Gimana Potensinya Tahun Ini?

29 Jan 2024, 09:46 WIB
article
ArtikelInsight

Harga Saham ASII Makin Tertekan, Ada Apa?

23 Jan 2024, 13:54 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi