Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

10 Saham BUMN dengan Laba Bersih Terbesar di Semester I/2022

26 Sep 2022, 15:04 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Mayoritas perusahaan yang tercatat di bursa telah merilis laporan keuangan untuk periode semester I/2022. Termasuk emiten-emiten yang dimiliki oleh negara atau BUMN. Lalu, emiten BUMN mana saja yang berhasil mencetak laba bersih terbesar sepanjang semester I/2022? Berikut adalah daftarnya.

BBRI

Big cap perbankan BBRI menempati posisi pertama sebagai BUMN dengan perolehan laba bersih terbesar, yaitu sebesar Rp24,7 triliun. Dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, angka tersebut melesat dari posisi Rp12,53 triliun atau naik 98,7%.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh pendapatan bunga yang naik 10% menjadi Rp76,86 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp69,95 triliun. Faktor lain yang menopang kenaikan laba bersih adalah menyusutnya beban bunga 18% dari Rp14,98 triliun menjadi Rp12,24 triliun. Dengan begitu pendapatan bunga bersih BBRI meningkat 18% menjadi Rp64,61 triliun secara konsolidasian.

Adapun kredit yang diberikan sepanjang tahun berjalan naik 6% dari Rp994,41 triliun pada Desember 2021menjadi Rp1.051 triliun pada 30 Juni 2022.


Baca juga: Sektor Banking 101: Pemahaman dan Cara Analisisnya

BMRI

Menyusul BBRI, ada BMRI yang membukukan laba bersih sebesar Rp20,21 triliun sepanjang semester I/2022. Angka ini naik 61,7% dari periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp12,5 triliun. Perolehan ini sejalan dengan realisasi pertumbuhan kredit secara konsolidasi naik 12,22% menjadi Rp1.138 triliun yang juga membuat BMRI menjadi bank dengan penyaluran kredit terbesar di Indonesia.

Penyumbang terbesarnya adalah kredit korporasi yang tumbuh 10,6% dari Rp369 triliun menjadi Rp409 triliun. Hal ini mendorong total aset perseroan secara konsoldiasi mencapai Rp1.786 triliun atau naik 13% secara tahunan.


Kemudian net interest margin (NIM) secara konsolidasi mencapai 5,32%, tumbuh 32 basis poin. Sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga mencapai Rp1.318 triliun atau naik 12,76% yang juga membuat BMRI menjadi bank dengan total DPK terbesar di industri perbankan Indonesia.


Baca juga: 4 Jenis Rasio Keuangan Bank yang Harus Kamu Tahu Sebelum Koleksi Sahamnya

TLKM

Emiten telekomunikasi BUMN, TLKM membukukan laba bersih sebesar Rp13,31 triliun sepanjang semester I/2022. Capaian tersebut meningkat 6,89% jika dibandingkan dengan periode semester I/2021 yang hanya tercatat Rp12,45 triliun. Sejalan dengan itu, pendapatan juga naik 3,60% dari Rp69,48 triliun menjadi Rp71,98 triliun.

Mayoritas pendapatan TLKM disumbang oleh pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika dengan nilai mencapai Rp41,52 triliun, 4,92% lebih besar daripada periode sama tahun sebelumnya Rp39,57 triliun. Sedangkan layanan Indihome berkontribusi sebesarRp13,83 triliun, naik 7,39% dibandingkan semester I/2021 Rp12,87 triliun. Pendapatan dari layanan lainnya seperti call center service, e-health, dan e-payment sebesar Rp2,77 triliun.

BACA JUGA: Kinerja BBCA Tumbuh Positif Didorong Rekor Pertumbuhan Kredit

PTBA

Di posisi berikutnya ada PTBA dengan perolehan laba bersih semester I/2022 sebesar Rp6,2 triliun. Angka ini melesat 246% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp1,8 triliun. Kinerja moncer laba bersih perseroan ditopang oleh pendapatan yang juga naik 79% menjadi Rp18,4 triliun.

Adapun produksi batu bara pada periode ini juga meningkat 20% dari semester I/2021 13,3 juta ton menjadi 15,9 juta ton. Sementara itu penjualan batu bara juga naik 13% menjadi sebanyak 14,6 juta ton.

PGAS

Sepanjang 6 bulan pertama tahun ini PGAS mencetak laba bersih senilai US$238,6 juta atau setara Rp3,54 triliun. Perolehan ini tumbuh 21,4% dari periode sama tahun lalu yang hanya US$196,5 juta. Pendapatan perseroan juga naik 18,81% dari sebelumnya US$1,46 miliar menjadi US$1,74 miliar atau setara Rp25,8 triliun.

Pendapatan ditopang oleh pendapatan pihak ketiga di segmen industri dan komersial yang mencapai US$1,2 miliar. Disusul oleh segmen rumah tangga senilai US$9,96 juta dan SPBG US$1,05 juta. Adapun pendapatan dari pihak berelasi sebesar US$612,4 juta.

Selengkapnya seputar kinerja keuangan PGAS di semester I/2022 bisa dibaca di artikel berikut ini.

Baca juga: Fakta Laba PGAS Naik 21%, Begini Penjelasannya

BRIS

BRIS, bank syariah BUMN ini membukukan laba bersih sebesar Rp2,13 triliun untuk periode semester I/2022. Capaian laba bersih meningkat 41,31% jika dibandingkan dengan periode semester I/2021.

Kinerja positif ini didukung oleh dana pihak ketiga yang tumbuh 13,07% menjadi Rp244,66 triliun, didominasi oleh tabungan wadiah, giro, dan deposito. Kemudian pembiayaan secara keseluruhan sebesar Rp191,29 triliun naik 18,55%. Adapun non-performing financing (NPF) nett sebesar 0,74% dan cash coverage meningkat signifikan menjadi 157,93%.

Kinerja yang solid juga ditunjukkan pada pertumbuhan aset perseroan yang meningkat 12,46% menjadi Rp277,34 triliun. BRIS terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya, terlihat dari biaya operasional (BOPO) menjadi 74,50%.

ANTM

Emitan tambang BUMN satu ini turut menunjukkan kinerja moncer sepanjang semester I/2022. Laba bersih ANTM mencapai Rp1,52 triliun, melejit 31,49% jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang hanya Rp1,16 triliun. Kenaikan laba bersih sejalan dengan pendapatan perseroan yang naik 8,66% dari sebelumnya Rp17,27 triliun menjadi Rp18,77 triliun.

Mayoritas perolehan pendapatan berasal dari kontribusi emas dengan nilai penjualan Rp12,28 triliun. Kemudian ada feronikel Rp3,11 triliun, bijih nikel Rp2,33 triliun, alumina Rp613,05 miliar, dan bijih bauksit Rp276,19 miliar. Selain itu kontribusi produk logam mulia lainnya senilai Rp66,22 miliar, dan pendapatan dari jasa pemurnian logam mulia dan jasa lainnya Rp84,53 miliar.

Baca juga: Begini Ciri-Ciri Laporan Keuangan Emiten yang Bagus

BBTN

BBTN masuk ke dalam deretan BUMN dengan laba bersih terbesar di mana perolehannya mencapai Rp1,46 triliun sepanjang semester I/2022. Angka tersebut naik 58,7% dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat hanya Rp920 miliar.

Hal tersebut dipengaruhi oleh peningkatan pada pendapatan bunga bersih yang tumbuh 35,97% menjadi Rp7,737 triliun dibandingkan periose sama tahun lalu Rp5,690 triliun. Otomatis NIM BBTN turut mengalami kenaikan dari 3,41% menjadi 4,58%.

Adapun kinerja moncer BBTN yang ditunjukkan oleh penyaluran kredit yang naik 7,61% dari Rp265,907 triliun menjadi Rp286,152 triliun yang didominasi penyaluran kredit perumahan. Selain itu rasio kredit bermasalah perseroan terus membaik di mana non-performing loan (NPL) Nett pada periode ini 1,04%, turun dari posisi 1,87%.

WSBP

Sepanjang semester I/2022 WSBP mencatatkan laba bersih senilai Rp1,42 triliun. Angka ini tumbuh cukup signifikan dari rugi sebesar Rp154 juta pada periode semester I/2021 lantaran restrukurisasi utang dengan sejumlah bank. Perolehan laba bersih sejalan dengan  pendapatan yang naik 81,03% dari Rp410,86 miliar menjadi Rp743,78 miliar.

Produk predcast menjadi contributor utama terhadap pendapatan WSBP sebesar Rp320,9 miliar. Disusul oleh jasa kontruksi Rp261,82 miliar dan readymix & quarry Rp161,06 miliar. Kenaikan pendapatan perseroan mendongkrak beban pokok 101,36% menjadi Rp693,30 miliar. Dengan begitu laba kotor mencapai Rp104,48 miliar. Namun WSBP mampu meraup pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp2,34 triliun.

Saat ini saham WSBP tengah mengalami suspensi (penghentian sementara) karena adanya default pembayaran kupon obligasi PUB I Tahap II pada 28 Januari 2022, sehingga WSBP ditetapkan ke dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Per 28 Juni 2022 status tersebut telah dinyatakan resmi berakhir tetapi saham WSBP masih “digembok”. Alasannya karena pengajuan kasasi atas perjanjian perdamaian dari pihak kredit belum berkekuatan hukum tetap (inkracht). Selain itu bursa baru akan mempertimbangkan untuk membuka suspensi bila seluruh kewajiban penyebab suspensi telah terpenuhi, termasuk public expose insidentil (jika diperlukan). 

Baca juga: Net Profit vs Cash Flow, Lebih Penting Mana?

KRAS

Di posisi terakhir ada KRAS yang laba bersihnya berhasil melesat 138% sepanjang semester I/2022 menjadi US$77,47 juta atau setara Rp 1,15 triliun. Padahal pada periode sama tahun sebelumnya laba bersih KRAS hanya tercatat Rp32,46 juta. Pendapatan KRAS juga tumbuh 26% dari US$1,05 miliar menjadi US$1,34 miliar.

Perolehan pendapatan ditopang oleh peningkatan penjualan baja ke pasar dalam negeri sebesar 17,08% menjadi US$932,81 juta. Adapun nilai ekspor produk baja naik 96,1% menjadi US$253,63 juta. Kemudian pendapatan sarana infrastuktur seperti pengelolaan Pelabuhan, properti, pembangkit listrik, air, dan teknologi informasi melonjak 61,6% menjadi US$139,72 juta.

BACA JUGA: Laba Bersih TLKM Turun Secara Tahunan di Kuartal I/2024, Gimana Basis Kuartalan?

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Kinerja BBCA Tumbuh Positif Didorong Rekor Pertumbuhan Kredit

23 Apr 2024, 16:33 WIB
article
ArtikelInsight

Laba Bersih TLKM Turun Secara Tahunan di Kuartal I/2024, Gimana Basis Kuartalan?

19 Apr 2024, 15:37 WIB
article
ArtikelInsight

SIDO Siap Catat Perbaikan Kinerja, Simak Potensi Dividennya

5 Apr 2024, 14:26 WIB
article
ArtikelInsight

Perbandingan Kinerja Emiten Properti, Mana yang Paling Kuat?

5 Apr 2024, 10:32 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi