Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Suku Bunga dan Inflasi Naik, Begini Prospek Pasar Saham di September 2022

27 Agu 2022, 13:27 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Setelah 17 bulan akhirnya suku bunga resmi dinaikkan Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin menjadi 3,75% dalam upaya menjinakkan inflasi yang terus naik. Sebagai informasi, inflasi di Indonesia per Juli lalu mencapai angka 4,94%. Terlebih lagi Pertalite direncanakan naik hingga Rp10 ribu yang mana akan berkontribusi besar terhadap kelanjutan kenaikan inflasi.

Melihat hal ini banyak investor yang bertanya-tanya prospek pasar saham pasca kenaikan suku bunga acuan yang mana sedikit banyak akan ikut terdampak. Berikut adalah ulasannya.

Prospek Bulan September Secara Historis



Bulan September dikenal sebagai bulan koreksi. Berdasarkan data historis selama 10 tahun terakhir, rata-rata kinerja IHSG pada bulan ini memerah dengan rata-rata penurunan sekitar 1,25. Kemungkinan indeks acuan untuk menguat hanya 44%. Sedangkan untuk rata-rata penurunan 5 tahun terakhir sekitar 2,01 dengan kemungkinan menguat 25%. Cukup kecil potensi kenaikannya. Namun secara historis tetap ada probabilitas bulan September naik.

Saat ini market tengah dihantui oleh risiko makroekonomi mulai dari lonjakan inflasi dan naiknya suku bunga BI yang pada akhhirnya akan memperlambat pertumbuhan ekonomi, tercermin Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan ekspektasi harga BBM, inflasi, suku bunga lebih tinggi, hal ini semakin mengonfirmasi bulan September akan turun. Terlebih lagi The Fed rate juga berpotensi terus dinaikkan. Jadi tidak hanya berdasarkan data historis, tetapi juga ada sentimen internal dan eksternal pendukung atas potensi penurunan di bulan September.


Selain itu IHSG menempati urutan nomor 1 di Asia dan Asia Pasifik sebagai indeks dengan return tertinggi sekitar 8% ytd. Di dunia menempati urutan nomor 7. Jika dibandingkan dengan indeks Amerika seperti Dow Jones, Nasdaq, dan S&P 500, kinerja IHSG jauh lebih unggul, terlihat dari kenaikan yang terjadi dari awal tahun. Dengan begitu downside risk akan lebih besar daripada upside reward di bulan September ini melihat adanya potensi capital outflow.

Baca juga: Hasil Jackson Hole: The Fed Masih Isyaratkan Suku Bunga Tinggi, Gimana Nasih IHSG?

Hubungan Antara Suku Bunga dengan IHSG


Kita bisa melihat bahwa di setiap kenaikan suku bunga IHSG cenderung flat. Salah satu alasannya adalah potensi kredit pinjaman yang naik, sehingga bisnis akan semakin melambat. Adapun dampak lainnya seperti aksi switching dana dari pasar modal ke deposito serta meningkatnya risiko ekonomi yang membuat masyarakat lebih defensif.

Berdasarkan data di atas, ada hubungan terbalik antara IHSG dan suku bunga BI di mana market akan lebih sideways atau cenderung turun saat suku bunga naik. Sebaliknya, penurunan suku bunga akan menstimulus IHSG menjadi lebih positif.

Baca juga: Ciri-Ciri Saham yang Cocok untuk Ditabung Jangka Panjang

Upside Reward yang Perlu Diperhatikan

Meskipun IHSG berpotensi menjadi sedikit challenging, ada beberapa upside reward yang akan membawa angin segar ke market, yaitu:

Rupiah Terjaga


Nilai tukar rupiah bisa lebih stabil jika BI rate terus dinaikkan. Sehingga harapannya fundamental ekonomi nasional akan lebih solid. Seperti yang kita tahu pada bulan Juli rupiah sempat mencapai Rp15 ribu. Namun berkat langkah intervensi dari BI, rupiah peerlahan lebih terjaga di sekitar Rp14.700.

IHSG Foreign Flow


Meskipun pada bulan Juni terjadi penurunan akumulasi asing, di bulan Juli akhir sampai hari ini asing kembali masuk sekitar Rp6,3 triliun. Hal ini menunjukkan investor asing masih melihat perekonomian Indonesia itu cukup prospektif.

Neraca Dagang


Trade balance bergerak positif dengan posisi tertinggi US$7,6 miliar pada April 2022 dan masih surplus selama 27 bulan bertutrut-turut. 

Cadangan Devisa


Setelah sebelumnya mencatat rekor tertinggi  di September 2021 sebesar US$146,9 miliar, cadangan devisi turun hingga US$132,2 miliar dolar di bulan Juli 2022. Namun perlu diketahui hal ini dikarenakan BI melakukan langkah intervensi dengan membeli dolar untuk menjaga rupiah. Kabar baiknya, cadangan devisa Indonesia surplus untuk membiayai ekspor selama 3 bulan.

Valuasi IHSG vs Peers


Terlihat performa IHSG cukup tinggi +8,9% secara ytd dibandingkan beberapa negara lain terutama di kawasan ASEAN. Secara PE ratio, IHSG termasuk relatif murah di 15,4x.

Baca juga: Lagi Musim Inflasi Tinggi, Begini Update Ekonomi Indonesia Semester I/2022

Sektor yang Diuntungkan dan Dirugikan

Sektor yang diuntungkan dari naiknya suku bunga BI:

  • Perusahaan dengan gearing ratio yang rendah

  • Market leader di industrinya

  • Bisnis konvensional yang “laggard

  • Valuasi atraktif

  • Sektor perbankan

  • Sektor consumer staples

  • Sektor telekomunikasi

Sektor yang dirugikan dari naiknya suku bunga BI:

  • Perusahaan dengan gearing ratio yang tinggi

  • Perusahaan bertumbuh yang sedang ekspansif

  • Perusahaan yang masih “loss

  • Valuasi premium

  • Sektor ritel

  • Sektor teknologi related

Tonton: Cuantastik Strategi Investasi Saat Era Suku Bunga dan Inflasi Tinggi

Supaya tetap cuan, yuk cari saham yang kuat secara fundamental dengan belajar cara baca laporan keuangan perusahaan. Ikuti Workshop Zero to Hero: Analisis Laporan Keuangan hari Sabtu, 24 September 2022 jam 13:00-17:30 WIB bersama tim Equity Research Analyst Emtrade dan Ellen May.


Klik di sini untuk daftar Workshop

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Deretan Saham Big Caps yang Terdiskon, Mana yang Potensial?

18 Apr 2024, 16:47 WIB
article
ArtikelInsight

Adu Kuat Kinerja Big Bank Hingga November 2023

17 Jan 2024, 08:59 WIB
article
ArtikelInsight

Mana Saham Properti yang Valuasinya Paling Murah? Cek di Sini!

11 Jan 2024, 13:38 WIB
article
ArtikelFundamental

Laba Bersih vs Arus Kas, Mana yang Lebih Penting?

6 Des 2022, 15:37 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi