Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

10 Saham Consumer Goods, Mana yang Valuasinya Paling Murah?

6 Jun 2022, 17:21 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
saham consumer goods

Setelah terpantau loyo selama pandemi covid-19, saham-saham dari sektor consumer goods mulai menunjukkan reversal di mana harganya kembali merangkak naik selama beberapa periode belakangan ini. Adapun faktor penyebabnya di antaranya adalah strategi investor yang beralih ke saham defensif untuk menghadapi pasar yang volatil akibat kebijakan suku bunga The Fed. Selain itu kenaikan inflasi memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menaikkan harga jual produk, sehingga dilihat menarik karena ada potensi revenue akan meningkat.

Berikut ini valuasi 10 saham consumer goods dengan kapitalisasi pasar terbesar yang ada di sektor consumer non cyclical:

UNVR (PT Unilever Indonesia Tbk.)

UNVR tercatat membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar 5,40% secara tahunan menjadi Rp10,8 triliun pada kuartal I/2022. Sementara itu, laba bersihnya mengalami peningkatan sebesar 19,02% menjadi Rp2,02 triliun dibandingkan Rp1,69 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Valuasi saham UNVR bisa dibilang masih terdiskon jika dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun. Price to earning (P/E) saham UNVR sampai 6 Juni 2022 sebesar 28,4 kali. Angka itu masih jauh di bawah rata-rata 5 tahunnya yang sebesar 38,9 kali.


Baca juga: 7 Metode Valuasi Saham dalam Analisis Fundamental

HMSP (PT H.M Sampoerna Tbk.)

Saham HMSP mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal I/2022 sebesar 25,95% menjadi Rp1,91 triliun dibandingkan dengan Rp2,58 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Meskipun begitu, HMSP membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar 11,04% menjadi Rp26,16 triliun.

Valuasi saham HMSP bisa dibilang masih terdiskon jika dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun. Price to earning (P/E) saham HMSP sampai 6 Juni 2022 sebesar 16,7 kali. Angka itu masih jauh di bawah rata-rata 5 tahunnya yang sebesar 22,5 kali.


ICBP (PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.)

ICBP sukses raub laba bersih sebesar Rp1,94 triliun pada kuartal I/2022. Angka tersebut naik 12% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak Rp1,74 triliun. Di sisi lain penjualan bersih perseroan juga meningkat 14% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp15,09 triliun menjadi Rp17,19 triliun.

Valuasi saham ICBP bisa dibilang masih terdiskon jika dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun. Price to earning (P/E) saham ICBP sampai 6 Juni 2022 sebesar 13,6 kali. Angka itu masih jauh di bawah rata-rata 5 tahunnya yang sebesar 20,3 kali.


Baca juga: Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham

CPIN (PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.)

CPIN mencatatkan penjualan Rp14,29 triliun pada kuartal pertama tahun ini atau naik 15,24% dari periode yang sama di 2021 sebesar Rp12,40 triliun. Namun beban pokok pendapatan CPIN juga meningkat 21,42% dari Rp9,80 triliun menjadi Rp11,90 triliun.

Setelah dikurangi beban lainnya dan beban pajak, CPIN mengalami penurunan pada laba bersihnya sebanyak 17,93% dari Rp1,19 triliun menjadi Rp1,45 triliun.

Valuasi saham CPIN bisa dibilang masih terdiskon jika dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun. Price to earning (P/E) saham CPIN sampai 6 Juni 2022 sebesar 18,6 kali. Angka itu masih di bawah rata-rata 5 tahunnya yang sebesar 21,3 kali.


AMRT (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.)

Penjualan bersih AMRT per kuartal I/2022 mencapai Rp22,90 triliun seiring dengan jumlah gerai Alfamart yang terus bertambah. Angka itu naik 19,07% dibandingkan kuartal I/2021 sebesar Rp19,23 triliun. AMRT membukukan laba bersih yang naik 35,32% menjadi Rp675,80 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp499,38 miliar.

Valuasi saham AMRT bisa dibilang masih terdiskon jika dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun. Price to earning (P/E) saham AMRT sampai 6 Juni 2022 sebesar 28 kali. Angka itu masih di bawah rata-rata 5 tahunnya yang sebesar 33,1 kali.


INDF (PT Indofood Sukses Makmur Tbk.)

Emiten produsen Indomie ini mencetak kinerja yang cemerlang sepanjang kuartal I/2022. Penjualan neto konsolidasi naik sebesar 12% dari Rp24,55 triliun menjadi Rp27,45 triliun. Sedangkan laba bersihnya tercatat naik 36% menjadi Rp2,36 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp1,73 triliun.

Valuasi saham INDF bisa dibilang masih terdiskon jika dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun. Price to earning (P/E) saham INDF sampai 6 Juni 2022 sebesar 7,4 kali. Angka itu masih di bawah rata-rata 5 tahunnya yang sebesar 11,4 kali.


Baca juga: Laba Group Indofood Kuartal I/2022 Naik 36%, Kok Bisa?

GGRM (PT Gudang Garam Tbk.)

Selama kuartal I/2022, pendapatan perusahaan turun 1,51% menjadi Rp29,29 triliun di mana pada periode sama tahun lalu GGRM mencatatkan pendapatan sebesar Rp29,74 triliun. Sehingga bisa dibilang kinerjanya di kuartal pertama ini kurang memuaskan. Terlihat dari laba bersih yang turun hingga 38,5% menjadi Rp1,07 triliun.

Valuasi saham GGRM bisa dibilang masih terdiskon jika dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun. Price to earning (P/E) saham GGRM sampai 6 Juni 2022 sebesar 10 kali. Angka itu masih di bawah rata-rata 5 tahunnya yang sebesar 12,7 kali.


MYOR (PT Mayora Indah Tbk.)

Menyusul GGRM, MYOR juga membukukan penurunan pada laba bersih mereka meskipun penjualan bersih naik 3,41% dari Rp7,33 triliun menjadi Rp7,58 triliun. Laba bersih turun cukup menjadi Rp306 miliar atau 62,81% jika dibandingkan kuartal I/2021 Rp822,87 miliar. Hal tersebut sering dengan membengkaknya beban bahan baku dan kemasan.

Valuasi saham MYOR bisa dibilang masih terdiskon jika dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun. Price to earning (P/E) saham MYOR sampai 6 Juni 2022 sebesar 22,5 kali. Angka itu masih di bawah rata-rata 5 tahunnya yang sebesar 25,1 kali.


Baca juga: Cara Menentukan Harga Wajar Saham, Sudah Tahu Belum?

CMRY (PT Cisarua Mountain Dairy Tbk.)


Selama tiga bulan pertama di tahun 2022 CMRY berhasil meningkatkan penjualan sebesar 106,28% atau Rp1,46 triliun dibandingkan periode yang salam tahun sebelumnya Rp712,59 triliun. Laba bersih perseroan juga naik 88,77% dari Rp142,93 miliar menjadi Rp269,82 miliar.

Valuasi saham CMRY mendekati level wajarnya jika dibandingkan dengan rata-rata 3 bulan. Price to earning (P/E) saham CMRY sampai 6 Juni 2022 sebesar 27,2 kali. Angka itu masih di bawah rata-rata 3 bulan yang sebesar 27,5 kali.

AALI (PT Astra Agro Lestari Tbk.)

Produsen sawit dan CPO ini mencatatkan pendapatan bersih yang tumbuh 30,8% menjadi Rp6,581 triliun. Sementara itu laba bersihnya juga mencapai Rp514,09 miliar atau naik 34,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp380,88 miliar.

Valuasi saham AALI bisa dibilang masih terdiskon jika dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun. Price to earning (P/E) saham AALI sampai 6 Juni 2022 sebesar 7,8 kali. Angka itu masih di bawah rata-rata 5 tahunnya yang sebesar 14,2 kali.



Baca juga: Penyebab Naik Turunnya Harga Saham Saat Pembagian Dividen

Valuasi saham big caps di sektor consumer non-cyclical yang paling murah dari segi nominal P/E adalah INDF yang sebesar 7,4 kali. Lalu, bagaimana strategi investasi saham murah consumer non-cyclical tersebut?    

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

BBRI Masih Nyaman di Level 4000-an, Apa yang Mesti Dilakukan Holder?

29 Apr 2024, 14:20 WIB
article
ArtikelTeknikal

Ciri-Ciri Saham yang Menarik untuk Trading Saat Market Turun

10 Jan 2023, 15:32 WIB
article
ArtikelPemula

Stop Lakukan 7 Hal Ini Saat Berinvestasi Saham di 2023

29 Des 2022, 16:38 WIB
article
ArtikelInsight

Era Banjir Informasi Bisa Bikin Investor Salah Langkah? Nah Ini Tips Antisipasinya

9 Nov 2022, 16:52 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi