Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconFundamental

7 Metode Valuasi Saham dalam Analisis Fundamental

8 Apr 2022, 15:07 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Valuasi adalah metode untuk mencari nilai wajar saham. Dengan menghitung valuasinya, investor bisa menentukan apakah nilai perusahaan saat ini terdiskon, sudah wajar, atau premium untuk dijadikan pilihan investasi. 

Tanpa valuasi, mungkin saja investor akan kesulitan dalam hal memproyeksikan nilai wajar yang mungkin dicapai oleh perusahaan. Apa saja metode valuasinya? Berikut ulasannya.

Valuasi Relatif

Valuasi relatif merupakan metode yang membandingkan valuasi antar perusahaan dan valuasi historis. Jenis ini menjadi yang paling umum digunakan khususnya oleh investor retail karena perhitungannya jauh lebih sederhana.

Walaupun begitu, tetap harus disesuaikan dengan sektor perusahaan terkait agar valuasinya lebih reliable. Sebab perusahaan yang model bisnisnya berbeda memiliki kondisi finansial yang juga berbeda. Di bawah ini adalah beberapa contoh metode valuasi relatif.

1.       PER

PER (Price to Earning Ratio) adalah valuasi yang digunakan sebagai indikator untuk membandingkan harga saham dengan keuntungan perusahaan yang bisa didistribusikan untuk setiap saham yang dimiliki, atau Earning per Share (EPS).

Cakupan sektornya yang cukup luas membuat PER jadi valuasi yang paling umum dipakai. Pada dasarnya perusahaan apa pun bisa menggunakan valuasi ini selama masih menghasilkan laba, kecuali perbankan dan infrastruktur. Contohnya seperti sektor manufaktur, retail, komoditas, dan lain sebagainya.

PER = Harga saham / laba bersih per saham (EPS)

*EPS = Laba bersih / jumlah saham yang beredar

Baca juga: Alasan Investor Cari Saham Price to Earning Ratio (P/E) yang Rendah

2.       PBV

PBV (Price to Book Value) adalah metode valuasi yang membandingkan harga saham dengan nilai buku atau book value perusahaan. Umumnya digunakan untuk perusahaan yang belum mencetak laba ataupun sektor perbankan di mana modal inti menjadi salah satu faktor penilaian kondisi keuangan perusahaan.

PBV = Harga saham / nilai buku per saham

*Nilai buku = Ekuitas / jumlah saham yang beredar

3.       EV/EBITDA

EV (Enterprise Value) / EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, and Amortization) adalah metrik profitabilitas sebuah perusahaan yang memiliki cakupan sektor yang lebih spesifik. Digunakan untuk mencari valuasi dari perusahaan yang punya biaya non kas seperti depresiasi (penyusutan nilai aktiva berwujud) dan amortisasi (penyusutan nilai aktiva tidak berwujud) tinggi dari besarnya nilai aset pada sektor tersebut.

Misalnya sektor infrastruktur seperti telekomunikasi dan tower karena sebagian besar asetnya merupakan aset tetap yang terkena depresiasi dan amortisasi. Atau bisa juga untuk sektor pertambangan yang memiliki biaya non kas cukup tinggi dari peralatan tambang dan smelter.

EV/EBITDA = Enterprise value / laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi

*EV = Kapitalisasi + debt (atau utang pembiayaan) – kas dan setara kas

4.       EV/CFO

EV (Enterprise Value) / CFO (Cash Flow Operation) menghitung valuasi dengan cara membandingkan enterprise value dengan nilai arus kas operasional yang dihasilkan emiten setiap kuartal.  Metrik ini dapat digunakan untuk mencari nilai intrinsik dari semua sektor, kecuali perbankan.

EV/CFO = Enterprise value / nilai arus kas operasional

Baca selengkapnya tentang EV/CFO beserta perbandingannya dengan valuasi PER dan PBV pada artikel di bawah ini.

Baca juga: Cara Hitung Valuasi Saham Paling Jitu selain P/E dan PBV

Valuasi Absolut

Selain jenis valuasi relatif, ada juga valuasi absolut yang mungkin jarang digunakan oleh investor retail karena rumusnya lebih rumit. Akan tetapi model valuasinya dinilai relevan untuk seluruh bisnis. Jadi bisa dipakai untuk semua sektor perusahaan.

Valuasi ini memperhitungkan nilai intrinsik perusahaan berdasarkan proyeksi arus kas dari perusahaan terkait. Sehingga valuasi absolut hanya mempertimbangkan faktor-faktor yang berkaitan dengan nilai perusahaan, tanpa membandingkan dengan peers satu industri. Dilansir melalui Investopedia, berikut adalah contoh valuasi absolut.

1.       DCF

DCF (Discounted Cash Flow) adalah model penilaian yang digunakan untuk memperkirakan nilai investasi berdasarkan arus kas di masa depan. Metode DCF menentukan present value guna mengetahui apakah arus kas masa depan dari suatu investasi atau proyek sama atau lebih besar dari nilai investasi awal. Apabila DCF lebih tinggi daripada biaya investasi saat ini, hal ini dianggap sebagai peluang yang bagus bagi investor.

Biasanya dipakai oleh investor institusi yang akan mengakuisisi sebuah perusahaan maupun manajemen yang hendak membuat keputusan penganggaran modal atau pengeluaran operasional.  

Metode Valuasi Saham

Baca juga: Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham

2.       DDM

DM (Dividend Discounted Model) merupakan metode kuantitatif yang digunakan untuk memprediksi harga saham berdasarkan teori bahwa harga saat ini bernilai sama dengan seluruh dividen masa depan ketika didiskontokan kembali ke nilai sekarang.

Jika nilai yang diperoleh dari DDM lebih tinggi daripada harga saham saat ini, maka saham dinilai undervalue dan layak untuk dibeli. Berlaku sebaliknya.

Metode Valuasi Saham

3.       FCF

FCF (Free Cash Flow) adalah uang tunai yang tersisa yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan setelah membayar biaya operasional seperti gaji karyawan, sewa, dan pajak, serta modal belanja. FCF dinilai penting karena hasil perhitungannya mampu menunjukkan seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan kas.

Dari kacamata investor, FCF dihitung untuk mengukur apakah perusahaan memiliki cukup uang untuk pembagian dividen atau aksi korporasi buyback. Selain itu semakin banyak FCF atau arus kas bebas yang dimiliki perusahaan, artinya kebutuhan perusahaan semakin terpenuhi. Misalnya seperti pembayaran utang serta ekspansi bisnis, sehingga hal ini akan menarik perhatian para investor.


Metode Valuasi Saham

Baca juga: Tips Investasi, Begini Cara Cari Saham Valuasi Terdiskon yang Benar

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi