Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

Berburu Cuan di Saham Syariah, Bagaimana Strateginya?

16 Apr 2022, 15:00 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
investasi saham syariah

Ingin dapat cuan tapi yang sesuai dengan syariat Islam? Saham syariah bisa kamu jadikan pilihan investasi alternatif berprinsip syariah. Mulai dari strategi hingga daftar saham yang potensial untuk dianalisis lebih lanjut akan dibahas di artikel ini. Namun sebelumnya, yuk kita kenalan dulu dengan saham syariah. Bagaimana kriteria saham syariah?

Mengenal Saham Syariah Lebih Jauh

Saham syariah adalah efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah yang berlaku di pasar modal Indonesia. Screening saham syariah dilakukan oleh OJK atau ditetapkan oleh Pihak Penerbit Daftar Efek Syariah. Prosesnya mencakup business screening dan financial screening. Nantinya saham-saham yang lolos akan masuk ke dalam DES atau Daftar Efek Syariah.

Yang pasti kriteria sahamnya tidak boleh melakukan kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah. Di antaranya seperti:

  • Jasa keuangan ribawi (berbasis bunga)
  • Jual beli yang mengandung unsur ketidakpastian atau judi
  • Memproduksi dan memperdagangkan barang atau jasa haram yang dapat merusak moral
  • Melakukan transaksi yang mengandung unsur suap
  • Perdagangan dengan penawaran dan permintaan yang palsu

Selain itu untuk lolos screening saham syariah, perusahaan juga harus memenuhi rasio keuangan yang berlaku:

  • Total utang berbasis bunga harus kuran dari 45% dari total aset
  • Pendapatan bunga dan pendapatan non halal lainnya max 10% dari total pendapatan

Dengan memilih saham syariah sebagai instrumen investasi, ada beberapa ketentuan transaksi yang harus dipatuhi. Pertama, pembelian hanya bisa dilakukan secara tunai, sehingga tidak bisa menggunakan fasilitas margin call atau pinjaman modal dari pihak sekuritas. Kedua, tidak bisa menjual saham syariah yang belum dimiliki. Jadi kalau mau jual, pastikan sahamnya sudah dibeli terlebih dahulu dan masuk ke dalam portofolio, tidak bisa short sell. 

Kemudian apabila sekuritas yang digunakan adalah sekuritas syariah, maka saham yang bisa dibeli hanya saham DES saja.

Baca juga: Investasi Saham Syariah, Begini Pengertian dan Cara Cari Sahamnya

Perbedaan Saham Syariah dengan Saham Konvensional

investasi saham syariah

Jika kita perhatikan berdasarkan perbandingan pada gambar di atas, bisa dibilang utang berbasis bunga saham syariah lebih kecil daripada konvensional. Hal ini sangat membantu investor yang ingin mencari saham dengan balance sheet yang solid dengan rasio utang yang rendah, sehingga risiko gagal bayar juga sangat rendah.

Baca juga: Apa Saja Perbedaan Saham Konvensional dan Syariah? Begini Penjelasannya

Cara Mencari Saham Syariah

1.       Cek DES yang Diterbitkan OJK

Kamu bisa melihat keseluruhan saham syariah yang masuk ke dalam DES melalui laman resmi OJK di link ini. DES akan direvisi secara rutin setiap dua kali setahun, yakni di bulan Mei dan November.

2.       Cek Indeks Acuan Saham Syariah

Indeks acuan saham syariah bisa dicek melalui website BEI idx.co.id. Ada empat indeks syariah di antaranya adalah:

  • Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

ISSI adalah indeks komposit syariah yang mengukur kinerja harga seluruh emiten di Papan Utama dan Papan Pengembangan yang dinyatakan syariah sesuai dengan DES. Oleh karenanya merupakan tanggung jawab OJK bukan BEI.

  • Jakarta Islamic Index (JII)

JII terdiri dari 30 saham syariah dengan kinerja keuangan yang baik serta likuiditas yang tinggi. Ditentukan oleh BEI namun emitennya harus terlebih dahulu masuk ke ISSI dan sudah tercatat selama 6 bulan terakhir.

  • Jakarta Islamic Index 70 (JII70)

JII70 memiliki kriteria yang kurang lebih sama seperti JII. Yang membedakan adalah jumlah konstituennya, yaitu 70 emiten syariah.

  • IDX MES-BUMN 17

Indeks ini merupakan hasil kerja sama antara BEI dan Perkumpulan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). IDX MES-BUMN 17 berisikan 17 emiten syariah milik BUMN dan afiliasinya yang memiliki likuiditas, kapitalisasi, dan fundamental yang baik.

Baca juga: Cara Cek Saham Syariah, Ketahui Langkah-Langkahnya di Sini!

Strategi Investasi Saham Syariah Jelang Lebaran

Antisipasi:

  • Kemungkinan inflasi yang lebih tinggi dari yang diekspektasikan di April 2022
  • Potensi kenaikan suku bunga AS & BI
  • IHSG mencatatkan kenaikan 9,94% ytd, downside risk terbuka lebar.

Peluang:

  • Asing masih akumulasi bersih yang menunjukkan bahwa kondisi makro Indonesia dinilai solid
  • Konsumsi membaik, namun terbatas
  • Potensi crash bisa menjadi peluang

Saham Syariah Potensial

ACES:

  • Track record peningkatan penjualan dan laba dengan CAGR masing-masing 19,5% dan 21,6%. Perlu diketahui, sangat jarang sekali perusahaan yang terdaftar di BEI mampu memiliki CAGR sebesar ini.

  • Memiliki kas jumbo sebesar Rp2,5 triliun di 2021 tanpa utang bank (free loan)

  • Secara konsisten membuka gerai baru sekitar 3-5 gerai per tahun

  • Surplus Operating Cash Flow

  • Valuasi menarik, dengan P/E sebesar 21,9 kali. Level itu berada di bawah rata-rata 5 tahun.

    investasi saham syariah

    investasi saham syariah


ITMG:

  • Porsi ekspor terbesar dibandingkan kompetitor, yakni sebesar 72%.

  • Memiliki kontrak harga batubara spot sehingga menjadi yang paling sensitif terhadap fluktuasi harga batubara

  • Memiliki dividend yield besar, yakni sebesar 11,2%

  • Valuasi historis terdiskon, dengan 4,4 kali atau di bawah rata-rata dalam 5 tahun yang sebesar 7,2 kali.

    investasi saham syariah

    investasi saham syariah

PTPP:

  • Target kontrak 2022 naik 37%-47% menjadi Rp31 triliun

  • Potensi upside dari proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru

  • Balance sheet solid

  • Kas lebih besar dari total kapitalisasi pasar sebesar Rp6 triliun

  • Valuasi sudah bottom

    investasi saham syariah

    investasi saham syariah

ANTM:

  • Terafiliasi dengan Indonesia Battery Holding sebagai pemasok bahan baku nikel

  • Permintaan EV Global meningkat 103% secara tahunan di 2021

  • Bisnis emas stabil karena menjadi safe haven disaat ketidakpastian ekonomi

  • Valuasi terdiskon di 18,5 kali atau dibawah rata-rata lima tahun sebesar 30,7 kali

    investasi saham syariah

    investasi saham syariah

SIDO:

  • Pemimpin di segmen pasar konsumsi kesehatan sebesar 43%, di mana Tolak Angin sebagai obat herbal no.1 di Indonesia

  • Mencatatkan rata-rata kenaikan rata-rata pertumbuhan per tahun atau CAGR 13% dalam 4 tahun terakhir (2018-2021)

  • Balance sheet solid, tanpa utang

    investasi saham syariah

    investasi saham syariah

Baca juga: 5 Saham Syariah untuk Investasi, Tertarik Beli?

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi