Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Deretan Sentimen Mengiringi Sektor Menara, Mana yang Paling Diuntungkan?

15 Jan 2024, 09:48 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Prospek keuangan untuk perusahaan menara telekomunikasi terlihat cukup cerah pada tahun 2024. Hal ini disebabkan oleh rencana ekspansi jaringan 5G di Indonesia, di mana pemerintah menargetkan untuk menjangkau 90% populasi Indonesia dengan jaringan 5G pada tahun tersebut. 


Ekspansi ini diharapkan akan memberikan dorongan positif bagi perusahaan-perusahaan menara seperti PT Mitratel Tbk (MTEL), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).


Meskipun portofolio menara yang dimiliki TBIG berada di urutan ketiga terbesar di Indonesia, rasio sewa (tenancy ratio) perseroan adalah yang tertinggi, dengan kontribusi paling besar dari Telkomsel. Dikutip dari Bisnis, hingga September 2023, MTEL mencatatkan rasio sewa sebesar 1,50x. Sementara itu, TOWR dan TBIG masing-masing 1,80x dan 1,87x. 


Rasio sewa yang tinggi ini menunjukkan bahwa tingkat penggunaan menara TBIG lebih efisien dibandingkan dengan para pesaingnya. Ini artinya, setiap menara milik TBIG cenderung digunakan oleh lebih banyak penyewa, yang berarti pendapatan lebih tinggi per menara. 


Berikut adalah beberapa implikasi dari rasio sewa yang tinggi:


  • Pendapatan yang Lebih Tinggi per Menara: Dengan lebih banyak penyewa per menara, TBIG dapat menghasilkan lebih banyak pendapatan dari setiap menara yang mereka miliki, dibandingkan dengan pesaing yang memiliki rasio sewa lebih rendah.

  • Efisiensi Operasional: Rasio sewa yang tinggi menunjukkan efisiensi operasional, di mana TBIG mampu memaksimalkan penggunaan aset yang dimilikinya. Ini bisa menjadi indikator manajemen yang baik dan strategi operasional yang efektif.

  • Daya Tarik bagi Penyewa Baru: Keberhasilan dalam memaksimalkan penggunaan menara mungkin menarik penyewa baru yang mencari operator menara dengan rekam jejak pengelolaan aset yang efisien.

  • Keuntungan Kompetitif: TBIG mungkin memiliki keuntungan kompetitif dalam hal negosiasi dengan penyewa potensial atau saat mengejar kesempatan ekspansi, karena mereka telah menunjukkan kapasitas untuk mengelola menara dengan lebih efektif.

  • Pengaruh pada Margin dan Laba: Rasio sewa yang lebih tinggi dapat berdampak positif pada margin keuntungan dan laba bersih, terutama jika biaya operasional dan pemeliharaan menara dapat dikontrol dengan baik.


Berdasarkan penjelasan di atas, maka TBIG berpotensi menjadi emiten menara yang paling diuntungkan oleh sentimen ekspansi jaringan 5G. Dengan kondisi tersebut, TBIG berpeluang mencatatkan margin EBITDA Arus Kas Bebas Operasi (operational free cash flow/oFCF) yang solid.


Baca juga: Peluang dan Tantangan untuk Sektor Properti di Tahun 2024

Sumber Kontan menyebutkan TBIG mempunyai kemampuan untuk mengelola perpindahan penyewaan menara dan relokasi secara hati-hati, sehingga menjaga kemampuannya untuk menghasilkan oFCF. TBIG juga berhasil mengembangkan sumber pendapatan baru dari segmen fiber optik. Ini tidak hanya diversifikasi pendapatan mereka tetapi juga menambah stabilitas ke arus kas mereka.


Pendapatan dari segmen fiber optik FTTT (fiber-to-the-tower) TBIG menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, yakni mencapai Rp107 miliar di kuartal III/2023, meningkat 20,6% QoQ  dan 338,3% YoY. Adapun kontribusinya sebesar 6% terhadap total pendapatan. 


Selain itu, potensi penurunan suku bunga acuan di tahun ini juga akan menguntungkan sektor menara. Ketika suku bunga turun, biaya untuk meminjam uang dari bank atau lembaga keuangan lainnya juga menurun. 


Perusahaan menara sering membutuhkan modal yang besar untuk investasi, seperti pembangunan menara baru, pembelian peralatan, atau ekspansi. Dengan suku bunga yang lebih rendah, biaya pinjaman menjadi lebih terjangkau, yang berarti lebih sedikit beban bunga yang harus dibayar oleh perusahaan.


Selain itu, biaya pemeliharaan menara juga menjadi faktor penting pada emiten menara karena akan memengaruhi umur dari menara tersebut. Jika perawatan menara kurang baik, maka depresiasi atau nilai penyusutan terhadap menara tersebut akan terbilang tinggi, sehingga potensi menggerus margin kinerja emiten menara.


Dengan kondisi pasar yang stabil dan potensi suku bunga yang menurun, sektor menara cukup menarik untuk kita perhatikan. Terlebih lagi konsolidasi yang sedang berlangsung di industri telekomunikasi diharapkan dapat meningkatkan penetrasi pasar di luar pulau Jawa.


Baca juga: Bocoran Saham LQ45 yang Selalu Naik Jelang Pilpres


Lalu, saham menara mana yang saat ini paling potensial? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

BBRI Masih Nyaman di Level 4000-an, Apa yang Mesti Dilakukan Holder?

29 Apr 2024, 14:20 WIB
article
ArtikelInsight

Harga Nikel Cetak Rekor, Sahamnya Menyala

22 Apr 2024, 16:23 WIB
article
ArtikelInsight

Rupiah Ambruk ke Level Terendah Empat Tahun, Begini Korelasinya ke IHSG Secara Historis

17 Apr 2024, 11:51 WIB
article
ArtikelInsight

Seberapa Besar Dampak Konflik Timur Tengah yang Kian Memanas ke Pasar Saham?

16 Apr 2024, 10:54 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi