Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

TikTok Shop Comeback Lewat Tokopedia, Simak Dampaknya ke Keuangan GOTO

12 Des 2023, 11:54 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Kemarin (11/12) PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi membuat siaran pers terkait investasi yang dilakukan TikTok di Tokopedia lebih dari US$1,5 miliar atau sekitar Rp23 triliun. Dengan demikian, bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia akan dikombinasikan di bawah Tokopedia.


Adapun efek kepemilikan saham GOTO di Tokopedia terdilusi menjadi 24,99% dari sebelumnya 99,99%. Hal ini dikarenakan TikTok membeli sebanyak 75,01% saham Tokopedia. Namun, kepemilikan GOTO tidak akan berkurang melalui investasi yang mungkin akan diberikan TikTok di masa mendatang kepada Tokopedia.


Program uji coba dari kerjasama TikTok dan Tokopedia akan dimulai hari ini (12/12) dengan kampanye Beli Lokal.


Baca juga: Resmi! TikTok Investasi Rp23 Triliun di Tokopedia, Apa Efeknya?

Proyeksi Dampak Terhadap Kinerja Keuangan GOTO


Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa proyeksi terkait dampak TikTok Shop X Tokopedia ke kinerja keuangan GOTO:

  • GOTO akan mendekonsolidasi (memisahkan) Tokopedia dari keuangannya setelah kesepakatan selesai, diharapkan pada kuartal I/2024. Namun, hal ini akan memungkinkan GOTO menghapus Tokopedia dari laba dan rugi konsolidasinya, yang akan membantu mengurangi kerugian bersihnya di masa depan. Selanjutnya, GOTO akan mencatatkan Tokopedia sebagai perusahaan asosiasi dengan kepemilikan saham sebesar 24,9%. Oleh karena itu, GOTO tidak akan mengungkapkan data lebih lanjut tentang bisnis e-commerce-nya.

  • GOTO akan menerima aliran pendapatan baru dalam bentuk uang tunai yang terkait dengan peningkatan kinerja GTV/revenue Tokopedia. Hal ini akan berkontribusi langsung terhadap EBITDA perusahaan karena diharapkan tidak ada biaya tambahan. Aliran pendapatan ini diatur dalam perjanjian kesepakatan dan berbeda dengan bagian GOTO atas laba/rugi bersih dari entitas asosiasi yang harus dicatat dari kepemilikan saham minoritas di Tokopedia yang diperbesar.

  • Bagi hasil kemungkinan besar dalam bentuk pembayaran royalti atau penyesuaian terhadap EBITDA.

  • Karena layanan on-demand sudah memiliki EBITDA yang positif, sementara e-commerce belum mencapai titik impas (breakeven), kesepakatan tersebut, secara teori, akan mempercepat titik impas GOTO dan memperkuat keberlanjutan kinerja perusahaan.

  • GOTO juga perlu menghapuskan goodwill terkait Tokopedia, yang akan semakin mengurangi nilai bukunya. Pada 9M23, jumlahnya mencapai Rp76,6 triliun, yang merupakan item non-tunai dan tidak akan berdampak pada EBITDA.

  • GOTO akan membagi arus kas yang terkait dengan pendapatan perusahaan yang diperbesar, namun persentasenya tidak diungkapkan. Ini merupakan hal yang positif bagi GOTO karena dengan begitu mereka dapat memberikan keuntungan di masa depan tanpa perlu berkontribusi terhadap pengeluaran uang tunai.

  • GOTO akan menanggung 25% kerugian perusahaan hasil merger jika kerugian menumpuk, namun hal ini tidak akan mempengaruhi EBITDA yang disesuaikan.


Baca juga: Apa itu Goodwill dan Contohnya? Simak Juga Kaitannya dengan Saham

Sinergi TikTok X Tokopedia

Sinergi antara Tokopedia dan TikTok Shop akan saling menguntungkan satu dengan lainnya. Melalui kemitraan strategis ini, keduanya akan melayani pelanggan dengan perilaku yang beragam. 


Misalnya, Tokopedia menyasar pelanggan kelas menengah yang melakukan intentional purchase (pembelian disengaja). Sedangkan TikTok Shop lebih fokus pada pasar massal dengan kecenderungan pembelian impulsif melalui fitur Live Shopping dan kolom FYP TikTok. 


Kemudian TikTok dengan algoritma yang kuat dan kemampuan media sosial dapat meningkatkan traffic. Sedangkan kekuatan Tokopedia ada pada pengalaman pengguna, logistik, dan infrastruktur pembayaran.


Jadi, dengan adanya sinergi dari dua platform ini, membuat pelanggan cenderung lebih fleksibel memilih platform dalam berbelanja dan bisa disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing. Sehingga pangsa pasar pun berpotensi menjadi lebih kuat.


Di sisi lain saat ini Shopee dan Lazada kembali memberikan insentif yang agresif kepada penggunanya. Oleh karena itu GOTO perlu berinvestasi lebih banyak pada Tokopedia guna mempertahankan posisi pasar Tokopedia. 


Dengan menandatangani kesepakatan ini, GOTO akan tetap meraup keuntungan dari bisnis e-commerce, meski dengan kepemilikan saham yang lebih kecil, tanpa risiko kehabisan uang tunai.


Sebagai informasi tambahan, pangsa pasar e-commerce di Indonesia saat ini diungguli oleh Shopee sebesar 36%, sedangkan Tokopedia sedikit di bawahnya sebesar 35%. Adapun pangsa pasar TikTok Shop baru 5% saja.


Baca juga: Rajin Efisiensi, Rugi GOTO Terus Menurun

Kenapa Harga Saham GOTO Turun?

Pada saat pengumuman resmi TikTok X Tokopedia, harga saham GOTO ditutup turun 20,37% ke level harga 86. Diperkirakan penurunan terjadi di tengah sentimen kepemilikan saham GOTO di Tokopedia yang terdilusi menjadi 24,99% karena TikTok sudah menjadi pengendali dengan kepemilikan saham mencapai 75,01%. Padahal, seperti yang sudah dibahas di awal, sebelumnya GOTO punya saham Tokopedia sebanyak 99,99%.


Terlebih lagi kontribusi pendapatan GOTO paling besar dari e-commerce yakni 40,9%. Artinya, dengan kepemilikan yang semakin sedikit, kontribusi Tokopedia akan kecil terlepas dari seberapa besar profitabilitas Tokopedia nantinya.


Kami melihat saat ini TikTok lebih diuntungkan karena:

  • TikTok bisa membuka fitur olshop-nya tanpa harus mengurus perizinan baru.

  • Langkah akuisisi TikTok ke Tokopedia lebih efisien dan efektif daripada membuat perizinan baru.

  • Tokopedia termasuk platform e-commerce yang terbilang besar, sehingga Tiktok tidak perlu beban tinggi untuk mempromosikan fitur baru tersebut dibanding membuat sistem layanan yang baru.


Adapun valuasi yang tampaknya rendah dan kerugian akibat penghapusan goodwill turut menahan laju saham GOTO dalam jangka pendek.


Efek Jangka Panjang

Dalam jangka panjang, kami melihat kesepakatan ini sebagai hal yang positif secara struktural karena industri e-commerce Indonesia kemungkinan akan menjadi duopoli antara TikTok Shop dan Shopee.


Selain itu, kerjasama ini dapat meningkatkan ekosistem GOTO dan berpotensi meningkatkan pengguna aktif bulanan yang mana pengguna aktif bulanan TikTok di Indonesia mencapai 113 juta user dan bisa lebih merambah ke GenZ yang notabene-nya melek teknologi.


Terkait kontribusi Tokopedia yang mengecil, ini bisa menjadi sinyal positif juga. Sebab, sebagian besar biaya GOTO berasal dari Tokopedia (31.5% dari total biaya) dan menyumbang 23.6% dari total kerugian bersih GOTO pada 9M23. 


Dalam jangka panjang GOTO tetap dapat keuntungan dari bagi hasil transaksi di Tokopedia. GOTO juga tidak perlu menambah modal untuk bakar uang lagi karena sudah menjadi tanggung jawab TikTok sebagai pemegang saham terbesar.


Baca juga: 3 Rasio Keuangan Saham Teknologi: GMV, TPV, dan GTV


Lalu, bagaimana strategi trading saham GOTO agar profit maksimal? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


PROMO join/perpanjang VIP Emtrade 12 bulan, bonus 10 bulan, total dapat 22 bulan membership. Terbatas hanya sampai 12 Desember 2023!


Tap di sini untuk klaim promonya sekarang

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Jelang Lebaran, Gimana Potensi dan Kinerja Emiten Poultry Secara Historis?

4 Apr 2024, 11:55 WIB
article
ArtikelInsight

HRUM Makin Fokus ke Nikel, Diproyeksikan Bisa Dorong Laba Bersih Naik 33% di 2024

27 Mar 2024, 13:44 WIB
article
ArtikelInsight

BEI Terapkan Mekanisme Full Call Auction, Simak Dampaknya ke Investor

26 Mar 2024, 12:18 WIB
article
ArtikelInsight

ADRO Punya Proyek EBT Jumbo, Begini Prospeknya

22 Mar 2024, 13:35 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi