Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Peluang dan Tantangan Saham di Tahun Kelinci Air 2023

24 Jan 2023, 09:23 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Tak terasa tahun Macan Air akan berganti menjadi tahun Kelinci Air. Tahun ini dimaknai sebagai tahun yang mewakili perdamaian, kepekaan, dan pikiran yang jernih. Kelinci Air juga merupakan simbol keberuntungan dan kesabaran menurut fengshui.

Jika kita lihat secara historikal, ternyata tahun Kelinci hampir selalu hadir setelah krisis. Contohnya saja Kelinci Kayu (1975-1976) setelah krisis minyak 1973-1976, Kelinci Api (1987-1988) setelah market crash 1987, Kelinci Bumi (1999-2000) setelah krisis keuangan Asia, serta yang paling baru Kelinci Logam (2011-2012) setelah The Great Recession 2008.

Meski begitu, kinerja IHSG pada tahun Kelinci Bumi tetap mampu menguat hingga 54%. Sedangkan tahun Kelinci Logam menguat 11%.

Lalu, bagaimana dengan tahun ini? Kelinci Air 2023 hadir setelah krisis yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Bahkan, hadir di tengah-tengah isu potensi resesi global yang diprediksi akan terjadi di 2023. Nah, agar strategi trading dan investasi lebih terarah dan tetap cuan, simak ulasan terkait peluang dan tantangannya di bawah ini.

Tantangan Tahun Kelinci Air

Perlambatan ekonomi global

The Fed terus menaikkan suku bunga untuk menjinakkan inflasi setidaknya sampai inflasi 2%. Sehingga ada kemungkinan kebijakan The Fed akan masih agresif ke depannya. Namun, hal ini menyebabkan gap antara kebijakan moneter yang semakin baik dengan kondisi ekonomi yang semakin melambat karena penurunan tekanan beli oleh masyarakat.

Inflasi masih tinggi

Inflasi AS masih relatif tinggi di level 6,5% per Desember 2022 jika dibandingkan dengan targetnya di 2%. Akan tetapi angkanya sudah melandai dari sebelumnya yang 7,1% pada November 2022.

Fluktuasi harga komoditas

Seperti yang kita tahu, di awal tahun 2022 terjadi perang geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang juga menjadi salah satu faktor penyebeb krisis energi di beberapa wilayah Eropa. Selain itu China yang sempat lockdown turut menghambat demand komoditas.

Di tahun 2023 harga komoditas masih akan fluktuatif mengingat saat ini China telah reopening dan akan kembali melakukan ekspor batu bara. Ditambah lagi ada sentimen transisi energi melalui energi baru terbarukan serta efisiensi energi. Dengan begitu ada potensi batu bara akan mulai ditinggalkan. Bagi yang ingin mengoleksi saham komoditas, perlu mencari tahu lebih dalam terkait prospeknya.

Baca juga: Tips Mengatasi Emosi Ingin Buru-Buru Jual Saat Baru Naik atau Turun Sedikit

Peluang Tahun Kelinci Air

Ekspor mineral berpotensi meningkat

China yang reopening sejak awal tahun berpotensi akan meningkatkan ekspor mineral. Hal ini menunjukkan demand terhadap komoditas berpotensi naik dan menjadi keuntungan bagi sektor-sektor mineral khususnya batu bara dan metals. Di sisi lain Indonesia juga menyumbang nikel yang cukup besar ke China.

China berkontribusi 60% dari demand komoditas secara global

Ini akan semakin mengonfirmasi adanya potensi lonjakan demand pasca China reopening.

Inflow asing masih akan masuk Indonesia

Beberapa waktu terakhir asing terus melakukan net sell yang juga menunjukkan adanya outflow yang cukup deras. Dengan ramainya aksi asing yang memindahkan dana mereka keluar Indonesia, kondisi oversold akan mulai terjadi. Di mana dalam kondisi oversold ini asing berpotensi akan kembali masuk di area best price untuk berinvestasi di saham-saham blue chip.

Neraca dagang masih surplus dan cadangan devisa kuat

Ekspor batu bara dan metals adalah dua penyumbang terbesar terhadap neraca dagang Indonesia. Keduanya akan berdampak positif melihat harganya masih cukup tinggi.

Pertumbuhan ekonomi masih positif

Menurut Menteri Sri Mulyani kemungkinan terjadi resesi di Indonesia sangat kecil karena pertumbuhan ekonomi masih cukup bagus, likuiditas perbankan besar, dan penyaluran kredit baik.

Rupiah menguat tajam

Belakangan ini rupiah terpantau menguat tembus Rp15.000 per USD. Hal ini bisa menjadi katalis positif bagi perusahaan yang melakukan ekspor-impor menggunakan USD. Dengan begitu biaya beban operasional menjadi lebih murah. Adapun dampak penguatan rupiah lainnya menarik inflow asing untuk masuk ke pasar Indonesia.

Baca juga: Suku Bunga BI Naik Lagi, Begini Prospeknya!

Strategi Atur Portofolio


Untuk pemula yang masih kurang nyaman dengan fluktuasi harga saham, bisa alokasikan semua modal untuk investasi di mana porsi saham big caps berfundamental bagus lebih besar dibandingkan saham second liner. Atau, seluruh modal dialokasikan ke saham big caps tergantung profil risiko masing-masing.

Sedangkan trading bersifat opsional bagi pemula. Jika ingin coba trading, bisa alokasikan 10-20%. Tipsnya, samakan porsi setiap saham trading untuk mengontrol emosi.


Untuk investor dan trader yang sudah berpengalaman boleh perbesar modal trading. Namun, tetap harus disesuaikan dengan tren sahamnya. Idealnya porsi trading dimaksimalkan saat uptrend.

* Skema tidak bersifat mutlak dan harus disesuaikan lagi dengan kondisi keuangan dan profil risiko masing-masing individu.

Baca juga: 5 Golden Rules Money Management Saham Supaya Cuan Maksimal

Tips Trading dan Investasi Biar Hoki

Do:

  • Fokus belajar

  • Sabar

  • Embrace mistake

  • Start small

  • Kaizen

Don’ts:

  • Terburu-buru ingin cepat kaya

  • Terjebak dalam noise

  • Overconfident

  • Takut salah

  • Blaming, excuse, justify

Tonton: Cuantastik Cari Peluang di Saham Saat Tahun Kelinci Air

Demikian adalah peluang dan tantangan pasar saham di tahun Kelinci Air 2023. Jika kamu tertarik untuk dapat trading signal secara real-time lengkap dengan analisis dan money management, silakan upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. 

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi