Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Potensi dan Strategi Window Dressing dan Santa Claus Rally 2022

3 Des 2022, 13:29 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Memasuki bulan Desember, pasti kamu sudah bertanya-tanya, apakah window dressing benar akan terjadi di tahun ini? Gimana potensinya dan saham-saham apa saja yang bisa diperhatikan? Langsung saja simak ulasannya di bawah ini!

Window Dressing dan Santa Claus Rally Secara Historis

Sebelum kita bahas lebih jauh, pahami dulu maksud dari istilah window dressing dan santa claus rally yang kerap diperbincangkan di akhir tahun. Window dressing adalah suatu kondisi di mana harga saham di bursa cenderung menguat jelang akhir tahun. Alasannya karena didorong oleh strategi yang dilakukan perusahaan reksa dana untuk menarik hati investor dengan mempercantik kinerja portofolio investasi yang dikelola.

Mekanismenya, fund manager akan jual saham yang rugi. Uang kas yang diperoleh dari penjualan selanjutnya digunakan untuk beli saham yang potensial di akhir tahun. Dengan begitu demand naik, sehingga harga pun akan naik.

Santa claus rally sebenarnya punya arti yang hampir serupa. Di mana pasar saham cenderung naik hingga terjadi reli di minggu terakhir bulan Desember sampai awal bulan Januari.

Lalu, gimana pergerakan market di akhir tahun secara historis? Di Amerika Serikat, Indeks S&P 500 rata-rata ditutup naik tipis sebesar 0,54 poin dalam 10 tahun terakhir. Berdasarkan teknikal, Desember 2022 berpotensi masih menghijau karena sudah mulai naik dari Oktober lalu.


Kemudian di November berhasil ditutup rebound karena The Fed muai mengurangi kenaikan tingkat suku bunga dan ekonomi berangsur-angsur pulih. Sehingga kenaikan di Desember akan sangat dekat dengan resistance jika dilihat secara monthly.


Sementara itu IHSG juga rata-rata ditutup naik 4,36 dalam 20 tahun terakhir. Berdasarkan kondisi Oktober-November 2022 yang sideways, ini membuat adanya potensi naik di bulan Desember. Namun, tetap ada downside risk yang harus diwaspadai. Apa saja?

Baca juga: Cara Investasi Saham dengan Tenang dan Nggak Resah dengan Floating Loss

Upside dan Downside Risk

Upside:

  • Performa IHSG sepanjang tahun 2022 sideways

Performa big fund secara umum bisa dilihat dari performa IHSG karena mereka memiliki bobot yang relatif sama dengan IHSG. Dengan kondisi indeks yang dari awal tahun bergerak sideways, ini akan mendorong big fund untuk mempercantik portofolio di akhir tahun.

  • Risiko global telah diantisipasi

Beberapa bulan lalu banyak fear yang meyelimuti market, seperti resesi, inflasi tinggi, dan potensi stagflasi. Namun, risiko ini sudah diantisipasi oleh big fund maupun ritel. Sehingga psikologi dan money management dari big fund dan ritel sudah teratur dengan baik. 

  • Salah satu negara dengan ekonomi paling kuat

Indonesia memiliki ekonomi yang cenderung paling kuat di dunia karena posisinya sebagai negara komoditas. Posisi ini berpotensi akan bertahan sampai tahun depan di mana pada tahun ini potensi pertumbuhan ekonomi sekitar 5,4% dan tahun depan 5%. Jadi masih ada potensi baik dari riil ekonomi yang juga akan tercermin pada harga saham di bursa.

Downside risk:

  • Risiko bursa AS

Selama sebulan terakhir bursa AS, seperti Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq sudah rebound dari bottom. Hal ini menjadi indkasi risiko karena ketika risiko terbesar di ekonomi AS sudah terantisipasi, big fund global akan mempertimbangkan untuk mempercantik portofolio di AS. Sehingga ada kecenderungan mengelola window dressing di AS daripada Indonesia.

  • Piala Dunia

Perlu diketahui, Piala Dunia biasanya diselenggarakan sekitar bulan Mei, Juni, dan Juli. Sedangkan di tahun ini diselenggarakan di bulan Desember. Di samping itu juga secara historis biasanya transaksi di IHSG cenderung melambat selama Piala Dunia. 

Dengan kondisi Piala Dunia yang terjadi di Desember, maka berpotensi menjadi risiko apabila transaksi di indeks tidak terlalu besar. Jika hal ini terjadi, potensi kenaikan tidak akan terlalu atraktif. 

Baca juga: Setting Moving Average Terbaik yang Wajib Kamu Tahu

Strategi Menghadapi Window Dressing dan Santa Claus Rally

Dalam menentukan strategi, penting untuk menentukan tujuannya tereabih dahulu. Apakah untuk investasi atau trading? Soalnya, investasi dan trading menggunakan strategi yang berbeda. Investasi fokus ke analisis fundamental, sedangkan trading fokus ke analisis teknikal. Meskipun dua-duanya tetap perlu pertimbangkan fundamental dan teknikal sebagai tambahan.

Analisis fundamental:

  • Model bisnis: perusahaan bergerak di bidang apa?

  • Manajemen: apakah manajemen perusahaan punya inovasi dan pengembangan?

  • Profitabilitas: bagaimana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan menekan biaya-biaya guna mengoptimalkan lini bisnisnya?

  • Valuasi: apakah valuasi saat ini sudah dihargai murah oleh para investor? Dan jika murah, apakah ada kecenderungan perusahaan tersebut menjadi turnaround company

Analisis teknikal:

  • Cari saham yang demand membesar (mau naik harganya)

  • Analisis harga dan volume

Perlu diketahui, pergerakan harga saham akan berada pada sebuah siklus dan tren. Siklus dibagi menjadi empat, yaitu fase akumulasi (sideways), fase partisipasi (uptrend), fase distribusi (sideways), dan fase kapitulasi (downtrend). Siklus ini penting untuk dipahami agar mempermudah saat mencari saham-saham yang dirasa cukup menarik. 


Bagaimana cara mengidentifikasi siklus tertentu? Baca selengkapnya di artikel berikut ini.

Baca juga: 4 Siklus Pasar Saham: Akumulasi, Partisipasi, Distribusi, dan Kapitulasi

Uptrend:


Uptrend adalah kondisi di mana ada higher high dan higher low. Higher high merupakan puncak yang lebih tinggi daripada puncak sebelumnya. Sementara itu higher low adalah jurang yang lebih tinggi daripada jurang sebelumnya. Uptrend baru bisa dikonfirmasi jika membentuk dua kali higher high dan higher low. 

Downtrend:


Downtrend adalah kondisi di mana muncul lower high dan lower low. Kebalikan dari higher high, lower high adalah puncak yang lebih rendah daripada puncak sebelumnya. Sedangkan lower low adalah jurang yang lebih rendah daripada jurang sebelumnya. Ketika sudah terkonfirmasi dua kali, itu artinya harga saham berada di fase downtrend. Trader dan holder jangka menengah harus waspada.

Sideways:


Sideways adalah kondisi ketika low dan high menguji level yang sama. Fase sideways bisa terjadi di stage 1 dan stage 3. Di dalam uptrend pun biasanya tetap ada sideways, tapi tidak berlangsung terlalu lama seperti di stage 1 dan stage 3. 

Pertanyaannya, kalau sudah masuk stage 3, apakah bisa masuk ke uptrend lagi? Mungkin saja terjadi. Kalau breakout naik dari stage 3 bisa jadi kembali stage 1 lagi. Namun, kalau breakdown, asumsinya saham ada di stage 3 dan akan masuk ke downtrend di stage 4.

Penjelasan lebih lanjut bisa dibaca di artikel di bawah ini.

Sektor-Sektor yang Menarik untuk Dicermati

Sektor banking

Upside:

  • Bobot terbesar di IHSG & MSCI

  • Profitabilitas solid di era suku bunga tinggi

  • Kualitas kredit bank

Downside:

  • Valuasi di atas rata-rata

  • Pertumbuhan kredit melambat

Sektor telekomunikasi

Upside:

  • Memiliki bisnis yang defensif

  • Price war mereda

  • Seasonal tinggi di 4Q

Downside:

Kenaikan suku bunga

Sektor energy related

Upside:

  • Permintaan energi akhir tahun tinggi

  • Harga komoditas atraktif

Downside:

  •  Fluktuasi harga batu bara

  • Pelemahan konsumsi global

ICBP dan INDF

Upside:

  • Kenaikan daya beli masyarakat

  • Penurunan harga bahan baku

  • Valuasi terdiskon

Downside:

  • Pelemahan nilai rupiah

  • Pelemahan daya beli

  • Harga bahan baku

ASII

Upside:

  • Bisnis terdiversifikasi

  • Valuasi terdiskon

  • Launching Innova model baru

Downside:

  • Pelemahan daya beli

  • Kelangkaan chip mobil

Apa saja pilihan saham potensial window dressing dan santa claus rally dari masing-masing sektor di atas? Adakah saham lainnya yang layak masuk ke dalam watchlist? Cari tahu di rekaman Cuantastik berikut ini, ya!

Tonton:

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi