Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Menilik Fakta IHSG di November, Investment Hack buat para Trader dan Investor!

26 Okt 2022, 15:59 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image
Bulan Oktober memang tinggal menunggu hari saja. Namun, bagaimana pergerakan bursa di bulan November kini menjadi misteri bagi para pelaku pasar di tanah air. Apalagi, IHSG sempat tersungkur di sepanjang bulan Oktober meski perlahan ditutup kembali rebound di minggu akhir perdagangan Oktober.

Bagaimana pergerakan IHSG di bulan November seharusnya dapat diprediksi dengan hanya melihat data historis indeks selama sepuluh hingga dua puluh tahun terakhir. Misalnya, jika diukur dalam periode 10 tahun terakhir (2012-2021), tercatat bahwa IHSG mengalami rata-rata depresiasi sebesar -0,33% dengan penurunan terbesar mencapai -5,64% yang terjadi pada tahun 2013.


Figure 1: Rata-Rata kenaikan Bulanan IHSG dalam periode 2011-2021



Sumber: diolah dari berbagai sumber, diedit tim riset Emtrade

Namun data yang menarik muncul jika diukur dengan periode statistik yang lebih panjang atau selama dua puluh tahun terakhir. Meski tingkat kemungkinan naik hanya 45%, namun IHSG justru mencatatkan rata-rata keuntungan sebesar 1,19% di periode bulan November tiap tahunnya. 

Figure 2: Rata-Rata kenaikan Bulanan IHSG dalam periode 2001-2021



Sumber: diolah dari berbagai sumber, diedit tim riset Emtrade

Hal ini kembali menjelaskan bahwa, meski IHSG memiliki track record yang cenderung bearish pada November, namun peluang IHSG untuk mencatatkan keuntungan masih cukup terbuka lebar.


Meski demikian, beberapa hal yang perlu diantisipasi oleh pelaku pasar memasuki bulan November mungkin bermanfaat untuk diketahui agar investor tidak jumawa terhadap optimisme semu yang mungkin bisa terjadi di bulan mendatang. Hal-hal tersebut diantaranya adalah:

The Fed Meeting, kenaikan 75 bps telah diekspektasikan

Meski The Fed telah meningkatkan ruang suku bunga moneternya ke level yang cukup agresif dalam beberapa bulan terakhir, secara mengejutkan inflasi inti Amerika Serikat (AS) masih menjulang tinggi hingga di bulan September lalu, atau mencapai di level 6,6% dari 6,3% sebelumnya.

Tingginya inflasi ini kian diantisipasi oleh pelaku pasar, terutama setelah beredarnya ekspektasi konsensus bahwa The Fed sangat mungkin untuk meningkatkan kembali tingkat suku bunga sebesar 75bps, atau lebih agresif daripada kenaikan sebelumnya. Jika ini terimplementasi, maka guncangan di IHSG masih sangat memungkinkan terjadi pada bulan November mendatang.

Rupiah Tembus di atas Rp15.500

Rupiah memang cenderung terdepreasiasi dalam beberapa minggu terakhir, bahkan meski Bank Indonesia (BI) telah memperketat likuditasnya secara agresif dalam beberapa pertemuan rapat terakhir. Sebagai catatan, Rupiah telah menembus di atas level 15,500 selama beberapa minggu terakhir di bulan Oktober ini.

Melemahnya nilai tukar Rupiah tentunya akan menjadi poin krusial bagi pelaku bisnis di tanah air mengingat naiknya beban bunga serta keringnya likuiditas dapat menghambat pertumbuhan bisnis secara keseluruhan. Belum lagi, pergerakan inflasi nasional yang perlahan tercatat merangkak naik dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini tentunya akan terus dimonitor pergerakannya pada bulan November mendatang.

So, Harus Worry gitu?

Khawatir itu manusiawi, namun khawatir berlebihan justru tentunya membuat kita akan melewati banyak sekali peluang yang dapat dimanfaatkan di saat pasar saham kurang bergairah sekalipun.

Untuk memberikan efek optimisme yang aktual, kita seharusnya masih perlu mengapresiasi bagaimana raihan beberapa indikator ekonomi kita yang masih mencatatkan pertumbuhan yang positif mulai dari tingkat pertumbuhan yang masih di atas 5%, surplus neraca dagang selama 29 bulan berturut-turut, cadangan devisa yang masih solid, raihan penanaman investasi asing yang tinggi hingga September, surplusnya APBN, dan masih banyak lainnya.

Bahkan, ekonomi kita diperkirakan masih akan tumbuh di tahun 2022 di saat beberapa negara maju cenderung jalan di tempat, atau bahkan melambat.

Dibandingkan terperangkap dalam situasi ketakutan yang berlebihan, investor justru harus melihat bahwa peluang penurunan pasar di bulan November - jika memang terjadi, akan menjadi salah satu kesempatan yang menarik untuk dimaksimalkan mengingat pergerakan bursa saham pada Desember yang tercatat paling atraktif diantara bulan-bulan lainnya. Kenapa?

Sebagai catatan, IHSG mengalami rata-rata apresiasi sebesar 3,02% pada bulan Desember dalam waktu sepuluh tahun terakhir. Bahkan, kenaikan rata-rata yang terealisasi akan lebih tinggi jika diukur dengan periode 20 tahun terakhir dimana IHSG mencatatkan kenaikan 4,42%. 

Kenaikan yang terjadi pada bulan Desember merupakan kenaikan tertinggi yang dapat dicapai oleh indeks dibanding bulan lainnya dalam periode satu tahun berjalan.

Ini artinya, November bukanlah bulan yang menakutkan bagi pelaku pasar. Namun, November justru merupakan momentum yang tepat bagi pelaku pasar untuk melakukan langkah agresif untuk berinvestasi di saham-saham yang berfundamental solid serta ditawar dengan valuasi yang atraktif pula.

Sekian investment hack yang mungkin bermanfaat bagi Emtraders memasuki bulan November mendatang.  Mau belajar trading dan investasi saham secara praktis? yuk upgrade ke VIP member Emtrade. 

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


-WS-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Update Data Makro: Inflasi AS & China dan IKK Indonesia, Apa Implikasinya?

13 Mar 2024, 15:55 WIB
article
ArtikelInsight

Keluar dari MSCI, Indeks FTSE Siap Tampung CUAN

19 Feb 2024, 14:10 WIB
article
ArtikelInsight

Kembangkan Bisnis FTTH, ISAT Akuisisi Pelanggan MNC Play

21 Nov 2023, 12:01 WIB
article
ArtikelInsight

Adu Kinerja Marketing Sales Emiten Properti di Kuartal III/2023, Siapa Juaranya?

24 Okt 2023, 17:14 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi