Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Rupiah Melemah Lebih dari Rp15.000, Saham MYOR Diuntungkan? Begini Penjelasannya

30 Sep 2022, 16:14 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Pelemahan Rupiah ke atas level Rp15.000 per dolar AS sejatinya merupakan tekanan bagi dunia usaha di Indonesia. Agresifnya kebijakan moneter di negara maju akibat kenaikan inflasi masih menjadi penyebab melemahnya nilai tukar rupiah yang mendorong adanya aliran modal keluar di negara berkembang. Namun, siapa sangka bila pelemahan Rupiah justru menguntungkan emiten barang konsumsi seperti Mayora Indah Tbk (MYOR). Kok bisa sih?


Kinerja saham MYOR memang sudah turun 10% sepanjang 2022. Penurunan ini dianggap wajar setelah perusahaan mencatatkan penurunan laba bersih semester I/2022 sebesar 30,3% menjadi Rp668 miliar, meski pendapatan bertambah Rp1.2 triliun menjadi Rp14,3 triliun.


BACA JUGA: Study Case, Menghitung Seberapa Efisien Bisnis ERAA


Walaupun demikian, di luar dari faktor adanya dampak kenaikan beban pokok penjualan yang menjadi alasan turunnya laba bersih perusahaan, MYOR memiliki fakta menarik bahwa perusahaan secara konsisten mencetak keuntungan selisih kurs mata uang asing sebesar lebih dari Rp 50 miliar tiap tahunnya. 


Tercatat dalam lima tahun terakhir (2018-Semester I/2022), MYOR mencatatkan realisasi laba selisih kurs sebesar Rp62 miliar dengan pencapaian tertinggi pada tahun 2018 lalu atau mencapai Rp163 miliar.


Figure 1: Raihan Keuntungan selisih Kurs MYOR (2018-Semester I/2022)



Jika dilihat lebih detail, selisih kurs mata uang asing ini tentunya merupakan imbal balik dari penetrasi penjualan MYOR yang memiliki porsi ekspor yang tinggi, atau mencapai 40% dari total penjualan keseluruhan. 


Bahkan secara nilai, penetrasi ekspor hingga 1H22 juga mencapai Rp5,8 triliun, naik 7,77% secara tahunan. Hal ini tentunya sangat menguntungkan MYOR yang mendapatkan manfaat dari realisasi pendapatan berbasis dolar AS, terutama dari keperkasaan dolar AS di dalam beberapa bulan terakhir.


Pendapatan Dolar, Beban Operasional Rupiah

Meraih pendapatan berdenominasi dolar AS dan membayar biaya operasional berbasis Rupiah merupakan impian yang ingin manajemen (dan investor) impikan di dalam dunia usaha. Dan ini berlaku bagi perusahaan MYOR.


Dalam praktiknya, perusahaan pada dasarnya menjalankan basis produksi dan operasionalnya di Indonesia menggunakan mata uang Rupiah. Namun, mengingat perusahaan memiliki porsi ekspor yang cukup dominan, MYOR mampu meraih pendapatan berbasis dolar yang kini tengah diminati oleh pelaku pasar di dunia sehingga membuat harganya menjulang.


Sebagai catatan, hingga semester I/2022 MYOR memiliki realisasi kas bersih sebesar Rp3,6 triliun, meningkat Rp600 miliar dari periode sebelumnya. Namun, 40% dari kas tersebut (~atau Rp900 miliar) merupakan kas berdenomonasi Dolar AS. 


Bahkan, perusahaan menempatkan dana sebesar Rp1,1 triliun dana berbentuk dolar AS ke dalam instrumen deposito berjangka dengan perkiraan bunga mencapai 0,2%-0,4%. Tentu saja, tren kenaikan tingkat suku bunga The Fed akan menguntungkan penempatan dana MYOR pada instrumen deposito tersebut.


Utang berbunga meningkat, tapi disokong oleh stabilitas operasional.

Di kala keperkasaan dolar AS, manajemen perusahaan di Indonesia tentunya akan mengantisipasi apabila perusahaan memiliki bauran utang berbunga berdenominasi dolar AS yang membuncit. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, naiknya nilai dolar AS disertai beban cicilan yang semakin mahal akan memberatkan operasional perusahaan kedepannya seperti yang pernah terjadi pada tahun 1998 dan 2008-2009 lalu. Artinya, konsekuensi apabila perusahaan tidak mampu melunasi dan membayar cicilan adalah ditutupnya aktivitas perusahaan secara permanen alias bangkrut.


Dalam konteks tersebut, perusahaan yang memproduksi Beng-Beng ini ternyata tidak memiliki bauran utang berdenominasi dolar AS hingga semester I/2022. Namun meski diakui, MYOR mencatatkan kenaikan total utang berbunga (interest bearing debt) hingga Juni 2022 menjadi Rp6,4 triliun atau meningkat Rp1,32 triliun. 


Naiknya utang tersebut tentunya berimplikasi terhadap mahalnya biaya modal (cost of capital) berupa beban bunga yang harus ditanggung perusahaan kedepan di kala tren naiknya tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI).


Walaupun demikian, kuatnya pondasi bisnis MYOR dianggap mampu untuk menjaga stabilitas operasional perusahaan di dalam jangka pendek menengah. Misalnya, rasio Debt-to-Equity perusahaan yang masih bertahan di bawah level 1 kali, di mana perusahaan masih merealisasikan total ekuitas sebesar Rp11,9 triliun hingga pada semester I/2022.


Demikianlah alasan kenapa MYOR diuntungkan oleh adanya pelemahan Rupiah terhadap dolar AS. Meski hal ini berpengaruh terhadap prospek kinerja keuangan MYOR dalam jangka pendek, kenaikan dolar yang terlalu tinggi juga tidak akan menguntungkan perusahaan di dalam jangka panjang. 


Turunnya konsumsi masyarakat yang merupakan faktor utama dari kinerja perusahaan barang konsumsi serta risiko kredit yang besar apabila Bank Indonesia harus menaikan tingkat suku bunga untuk menjaga Rupiah tentunya juga merupakan tantangan yang harus diantisipasi perusahaan di masa yang akan datang.


Mau belajar saham dan bisa tanya langsung ke coach berpengalaman?


Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-WS-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi