Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Mengupas Alasan Lo Kheng Hong (LKH) Beli DILD

23 Agu 2022, 17:05 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Publik baru-baru ini dihebohkan dengan aksi beli bersih yang dilakukan salah satu ikon pasar modal Indonesia atau yang biasa disebut Warren Buffet Indonesia alias Lo Kheng Hong (LKH) yang tiba-tiba muncul sebagai pemegang saham mayoritas dari PT. Intiland Development Tbk (DILD). Sebagai catatan, LKH telah menggenggam 6,28% atau 651,42 juta lembar saham DILD per 12 Agustus 2022 lalu.


Meski demikian, adanya aksi pembelian saham mayoritas oleh LKH tersebut kembali menimbulkan tanda tanya setelah mengetahui bahwa DILD masih membukukan kerugian hingga kuartal pertama tahun 2022 (1Q22) sebesar Rp72 miliar. Belum lagi, DILD tercatat memiliki rasio pengungkit (gearing ratio) sebesar 206,65%, yang mengimplikasikan bahwa DILD memiliki risiko terstruktur atas kemungkinan kegagalan bayar utang. 


Baca juga: Dua Perusahaan Jepang Lagi Berburu Saham Bank Panin Nih


Lantas, apa dasar LKH membeli saham DILD? Berikut 3 analisis singkat dalam pandangan kami yang bisa jadi menjadi pertimbangan LKH:


1. Bisa jadi, karena DILD memiliki portfolio proyek yang banyak

Tidak bisa dipungkiri bahwa DILD merupakan salah satu pemain utama di sektor properti di Indonesia. Setelah berdiri selama 40 tahun, DILD telah memiliki total proyek sebanyak 61 di seluruh Indonesia. Meski memiliki keterbatasan land bank atau hanya sebesar 1,944 ha per kuartal I/2022, namun sebagian besar lokasi tersebut berada di area kota Jakarta, atau mencapai 78% dari total keseluruhan.



Beberapa proyek DILD yang mungkin menjadi andalan diantaranya adalah kawasan Aeropolis, 1 Park Avenue, South Quarter & SQ Res dan Apartment Regatta. Bahkan, kini DILD sedang mengembangkan salah satu proyek fantastis di tengah ibukota Jakarta yaitu 57 Promenade fase 1 yang merupakan salah satu proyek dengan segmen recurring income yang dibangun dengan luas 3 ha serta luas segmen ritel sebesar 769 sqm. Untuk 57 Promenade fase 1 ini sendiri diekspektasikan akan selesai pada kuartal ketiga tahun 2022.



2. Fasilitas transportasi umum di portfolio proyek DILD


Selain proyek-proyek DILD yang dikenal berada pada posisi yang strategis, adanya akses yang terhubung antara proyek DILD dengan fasilitas transportasi umum membuat bisnis DILD memiliki nilai tambah bagi pemegang sahamnya. Beberapa fasilitas transportasi tersebut diantaranya adalah akses MRT Jakarta fase 1 dan 2, akses KRL hingga LRT.


Dengan akses tersebut, DILD memiliki keunggulan akan adanya nilai tambah bagi proyek-proyeknya yang berada di Jakarta. Adanya akses tersebut juga dapat mendorong meningkatnya tingat okupansi di beberapa gedung yang dimiliki serta meningkatkan harga sewa dan nilai juga bangunan tersebut.


3. Valuasi DILD juga masih atraktif


Meski kinerja DILD terbilang masih menantang, terutama setelah Bank Indonesia (BI) menaikan tingkat suku bunga menjadi 3,75%, namun penawaran valuasi DILD menggunakan rasio Price to Book Value (P/BV) di level 0,36x masih dikategorikan cukup atraktif bagi beberapa investor saham. Minusnya P/E DILD akibat posisi rugi bersih yang terealisasi di kuartal I/2022 juga tentunya menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dipecahkan oleh manajemen pada tahun mendatang. Artinya, jika DILD mampu membukukan keuntunga di tahun mendatang, maka DILD tentunya berpotensi menjadi saham turnaround.

Bahkan berdasarkan estimasi yang dikaji oleh manajemen bahwa dengan total nilai aset tanah mencapai Rp21,7 triliun, serta adanya kas sebesar Rp1,7 triliun dengan total utang berbunga sebesar Rp4,9 triliun, maka RNAV estimasi perusahaan berada sebesar Rp18,4 triliun. Jika dihitung berdasarkan RNAV per lembar saham, maka DILD memiliki RNAV per share sebesar 1,778/lembar saham. 

Demikian analisis singkat kami terkait beberapa hal yang mungkin menjadi pertimbangan LKH dalam mengakumulasi saham DILD. Meski demikian, LKH tentunya memiliki pertimbangan lain yang bisa jadi tidak dapat dijelaskan dengan baik oleh sebagian besar investor. Maka investor sejatinya harus melakukan analisa ulang terhadap prospek bisnis dan kinerja dari DILD secara mandiri. Jadi menurut Emtraders, buy or bye nih untuk DILD?



-Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


-WS-


emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.






Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi