Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Ada yang Beda dengan Private Placement BUMI, Apa itu?

19 Agu 2022, 17:24 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Pada tanggal 11 Agustus lalu Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan rencana pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau yang lebih umum dikenal dengan Private Placement. Pada umumnya aksi private placement dilakukan apabila terdapat investor baru yang akan masuk memiliki sebagian saham perusahaan. Namun, pada aksi korporasi BUMI saat ini cukup berbeda. Pasalnya, investor baru yang akan tercatat pada aksi korporasi tersebut berasal dari konversi obligasi wajib konversi (OWK) BUMI yang jatuh tempo.


BACA JUGA: Private Placement Adalah Aksi Korporasi yang Bisa Merugikan Investor Ritel?


Apa Itu Obligasi Wajib Konversi?

Obligasi Wajib Konversi (OWK) merupakan surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan, dimana ketika surat utang tersebut jatuh tempo kreditur akan menerima pelunasan berupa kepemilikan saham perusahaan tersebut, bukan berupa kas seperti obligasi pada umumnya. Hingga kuartal 1 2022, BUMI tercatat telah melakukan konversi OWK sebanyak 15 kali sejak 2018 dengan total 47,5 miliar saham baru yang diterbitkan, setara dengan 41% jumlah saham ditempatkan dan disetor BUMI per kuartal 1 2022.


Pelaksanaan Private Placement BUMI

Hari ini (19/08) merupakan tanggal pelaksanaan aksi korporasi private placement tersebut, dimana perusahaan akan menerbitkan 5,1 miliar saham baru seri C dengan nominal Rp50/saham dan harga pelaksanaan Rp80/saham. Menurut keterbukaan informasi manajemen, hasil dari pelaksanaan aksi korporasi tersebut akan diberitahukan pada tanggal 23 Agustus mendatang.

 

Dampak Konversi OWK

Dilaksanakannya konversi obligasi wajib konversi tersebut, tentu akan memberi dampak bagi keuangan perusahaan dari beberapa sisi:

  1. Penghapusan utang, berubah jadi ekuitas saham

Meskipun belum terdapat angka pasti atas jumlah utang obligasi yang dikonversi menjadi saham, dapat dipastikan akan ada transfer nominal dari utang ke ekuitas perusahaan.

 

Di sisi ekuitas, dapat dipastikan akan terdapat 5,1 miliar saham baru dan tambahan modal perusahaan senilai Rp 255 miliar atau US$17,6 juta (kurs Rp14.500/US$), membuat jumlah saham perusahaan menjadi 134,9 juta miliar saham dan modal perusahaan menjadi US$ 772,7 juta. (tanpa memperhatikan perubahan laba/rugi ditahan & sub akun lain)

 

  1. Dilusi Kepemilikan

Bertambahnya jumlah saham perusahaan tentu akan memberikan efek dilusi atas kepemilikan saham investor lama. Contoh yang paling terlihat adalah saat perhitungan laba per saham (EPS), yang berpotensi akan mengecil karena meningkatnya jumlah saham yang beredar, atau ketika pembagian dividen investor juga akan menerima dividen per saham lebih kecil dibandingkan jika tidak ada private placement karena alokasi dividen perusahaan harus dibagikan kepada jumlah saham yang lebih banyak.

 

Private placement ini menjadi risiko atau peluang? Gimana strategi investasi dan tradingnya? temukan selengkapnya di member VIP emtrade.

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-AVV-


emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Inflasi Indonesia DIproyeksi Melandai, Gimana Prospeknya?

30 Jan 2023, 14:50 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Saham Menarik Ketika Natal dan Tahun Baru, Gimmick atau Fenomena?

24 Des 2022, 10:27 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kenaikan Suku Bunga BI Mulai Melandai, Begini Efeknya ke Saham

22 Des 2022, 15:00 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kilas Balik Pasar Saham 2022: Nikel dan Kendaraan Listrik Jadi Primadona?

22 Des 2022, 15:02 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi