Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

Pasar Saham Koreksi, Ini yang Bisa Investor dan Trader Lakukan

12 Mei 2022, 16:45 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
saham koreksi

Pasar saham koreksi sejak selesai libur lebaran 2022. Total, IHSG sudah koreksi sebesar 9% selama 4 hari perdagangan pekan ini. Lalu, apa yang bisa dilakukan trader dan investor saham saat pasar saham koreksi?


IHSG koreksi karena mendapatkan tekanan dari ekspektasi rencana kenaikan suku bunga The Fed yang bisa lebih agresif demi meredam inflasi tinggi di Amerika Serikat. Ditambah, ekonomi global juga terancam resesi jika ekonomi China mulai melambat akibat masih melakukan lockdown hingga saat ini.


Faktor eksternal itu membuat investor asing melakukan aksi ambil untung dari pasar saham Indonesia. Dalam 4 hari perdagangan, investor asing mencatatkan aksi jual beli bersih atau net sell asing senilai Rp4,7 triliun. 


Saham-saham big caps menjadi target jual para investor asing. Seperti, BBCA Rp2,5 triliun, BBRI Rp1,1 triliun, TLKM Rp1 triliun, BBNI Rp304 miliar, dan ADRO Rp282,1 miliar. 


Lalu, apa yang bisa dilakukan ketika pasar saham koreksi? 


Investor Bisa Mantau Cari Saham Diskon


Investor saham bisa menjadikan momen koreksi pasar saham ini untuk mencari saham diskon atau menggunakan strategi value investing.  Seperti kata investor kawakan Warren Buffett, bad news is an investor’s best friend


Soalnya, keberadaan sentimen negatif bisa membuat harga saham turun. Hal itu bisa jadi momentum untuk investor saham membeli saham bagus dengan harga diskon. 


Namun, investor saham tetap wajib memilih saham yang memang fundamental kuat. Lalu, masuknya bisa secara bertahap karena tidak ada yang bisa prediksi bakal sedalam apa pasar mengalami penurunan. 


Dengan masuk secara bertahap, kita bisa meminimalisir risiko jika ternyata harga saham harus melanjutkan koreksi. 


BACA JUGA: Begini Cara Investasi Saham dengan Cicil Beli atau Dollar Cost Averaging


Investor pun harus sabar menunggu harga naik ketika menggunakan strategi value investing. Jika tidak ingin menunggu terlalu lama, bisa menggunakan analisis teknikal dalam menentukan waktu beli. 


Dengan menggunakan teknikal, investor bisa menentukan titik masuk beli saat harga saham memasuki periode awal siklus harga saham stage 2 atau periode akumulasi. 


Tanda-tanda saham siap masuk stage 2 adalah harga saham mengalami breakout dengan volume transaksi tinggi. 


Ciri-ciri lainnya, harga saham membentuk higher high dan higher low. Higher high adalah puncak yang lebih tinggi dari puncak sebelumnya, sedangkan higher low adalah jurang yang lebih tinggi dari jurang sebelumnya. 


BACA JUGA: Ini 4 Siklus Harga Saham yang Wajib Kamu Pahami


Trader Wait and See Dulu


Untuk trader, dengan tren pasar saham yang masih cenderung koreksi dan penuh ketidakpastian, lebih baik wait and see terlebih dulu. Trader tetap bisa buy saham jika benar-benar menarik. Arti menarik di sini, harga saham terkena support dengan volume tinggi. 


Soalnya, kalau terkena support dengan volume rendah, bisa jadi kenaikan itu hanya sementara dan berpotensi merupakan jebakan dead cat bounce


Dead cat bounce itu adalah penurunan harga saham setelah sebelumnya mengalami rebound. Bahkan, penurunan setelah rebound bisa lebih dalam dibandingkan sebelumnya. 


Cash is The King


Dari dua hal yang bisa dilakukan saat pasar saham koreksi di atas adalah punya cash itu wajib atau cash is the King. Soalnya, ketika koreksi pasar saham mencapai level bawahnya dan siap naik, trader dan investor bisa masuk di waktu yang tepat untuk mendapatkan potensi cuan. 


Hal itu terjadi ketika pasar saham crash pada Maret 2020. Waktu itu, investor dan trader yang punya cash bisa langsung buy saham di harga bawah sebelum harga kembali pulih. Jika tidak memiliki cash, bisa jadi malah melewatkan peluang emas untuk membeli saham di harga terbaik, terutama bagi para value investing


Mau belajar strategi trading dan investasi yang praktis? yuk upgrade ke VIP member Emtrade. 

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-SR-


Emtrade.id/disclaimer


Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelPemula

Perhitungan Break Even Point Supaya Kamu Tahu Sudah Untung atau Belum

13 Jan 2023, 16:28 WIB
article
ArtikelPemula

Istilah Price In Harga Saham, Apa Maksudnya?

10 Nov 2022, 16:18 WIB
price in harga saham
ArtikelPemula

Aset Safe Haven Emas, Pahami Maksud dan Keuntungannya Di Sini

11 Nov 2022, 16:21 WIB
aset safe haven emas
ArtikelPemula

Ekonomi AS Diprediksi Double-Dip Recession, Apa Maksudnya?

2 Nov 2022, 15:45 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi