Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Saham UNVR Sempat Naik 5%, Begini Sentimen Pendorongnya

9 Mei 2022, 12:11 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
saham UNVR

Biasanya, sektor konsumer kerap disebut sebagai sektor defensif di tengah potensi adanya perlambatan ekonomi dan risiko krisis. Tapi apa benar, sektor konsumer kini dapat disebut sebagai sektor yang defensif? Dan apakah alasan ini menjadi penyebab kenaikan UNVR sebesar 5% hari ini?


Kinerja Kuartal I/2022: Membaik, tapi ..

Bisa jadi, kenaikan UNVR pagi ini merupakan respon market terhadap kinerja UNVR di 1Q22 yang terlihat cukup menggoda.


Misalnya, dari sisi penjualan UNVR kuartal I/2022  mampu mencatatkan kenaikan sebesar 5,4% menjadi Rp10,8 triliun dibandingkan dengan periode sama pada 2021. Secara spesifik, segment Makanan dan Minuman mendorong kenaikan tertinggi sebesar 8.17% secara tahunan menjadi Rp3,7 triliun. 


Meskipun demikian, pendapatan segmen bisnis Kebutuhan Rumah Tangga dan Perawatan Tubuh yang berkontribusi sebesar 65% dari total pendapatan hanya tumbuh 4,03%  menjadi Rp7.1 triliun.


BACA JUGA: Cara Baca Laporan Keuangan yang Benar


Membaiknya kinerja top-line UNVR, dalam pandangan kami memang telah terindikasi dengan membaiknya konsumsi domestik pasca pelonggaran level PPKM di kuartal IV/2021 hingga kuartal I/2022.


Tapi di sini poin menariknya. Meski penjualan meningkat, laba kotor perusahaan tercatat turun -2.24% secara tahunan. Sebagai dampaknya, margin kotor perusahaan turun dari 52,4% di kuartal I/2021 menjadi 48,6% di kuartal I/2022.


Dan lagi-lagi, penyebabnya adalah naiknya harga komoditas terutama Crude Palm Oil (CPO).


Naiknya harga CPO di atas level 6.500 ringgit Malaysia mendorong melonjaknya beban bahan baku UNVR sebesar 12,5% di kuartal I/2022, lebih tinggi dari kenaikan penjualan yang hanya tumbuh 5,4% secara tahunan. 






So, Kenapa Laba bisa Naik 19.2%?

Menurut pandangan kami, opsi menaikkan harga jual produk (Averaging Selling Price) untuk menyeimbangkan kenaikan harga komoditas bukanlah pilihan bagi manajemen untuk saat ini. 


Hal ini lantaran nilai jual produk Unilever yang rata-rata cukup premium. Artinya, kalau manajemen mengasumsikan kenaikan penjualan produk sebesar 1%-3%, maka harga jual produk rata-rata akan melonjak cukup signifikan. 


Kalau ini dilakukan, maka pembeli akan dengan mudah berpindah ke produk-produk yang lebih terjangkau. Ini artinya ada potensi penurunan pangsa pasar yang akan menjadi mimpi buruk bagi Unilever.


Ini yang diantisipasi manajemen, sehingga cara yang dilakukan untuk tetap menjaga laba bersih tetap awet adalah: menurunkan beban operasional, terutama beban promosi.


Unilever yang dulu dikenal dengan tagline : Beli 2 Gratis 1, kini dipastikan akan mulai menghilang di pasaran. Hal ini terefleksi dengan penurunan -44% pada beban promosi di kuartal I/2022, yang turut menyumbang penurunan pada beban pemasaran dan umum sebesar -8.84% secara tahunan.


Beban umum dan administrasi pun, seperti yang tercatat pada Laporan Keuangan turun -34% secara tahunan. 


Penurunan pada beban operasional, meskipun laba kotor susut -2.24% secara tahunan, telah mengirim kenaikan laba bersih sebesar +19.2% secara tahunan.


Kami menilai kinerja UNVR di kuartal I/2022 belum mampu mempesona investor mengingat kenakan laba yang temporer.


Back to question, apakah sektor konsumer dapat dikatakan sektor yang defensif saat ini? Sayangnya tidak, dilihat dari potensi turunnya laba akibat perlambatan daya beli kedepan. Lalu apakah kenaikan saham pada UNVR merupakan respon investor terhadap kinerja 1Q22 yang seolah-oleh menarik? Maybe yes. 


BACA JUGA: Apakah Saham UNVR Mulai Menarik?


Mau dapat trading signal secara real-time? yuk upgrade ke VIP member Emtrade


Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-WS-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Update Data Makro: Inflasi AS & China dan IKK Indonesia, Apa Implikasinya?

13 Mar 2024, 15:55 WIB
article
ArtikelInsight

Keluar dari MSCI, Indeks FTSE Siap Tampung CUAN

19 Feb 2024, 14:10 WIB
article
ArtikelInsight

Kembangkan Bisnis FTTH, ISAT Akuisisi Pelanggan MNC Play

21 Nov 2023, 12:01 WIB
article
ArtikelInsight

Adu Kinerja Marketing Sales Emiten Properti di Kuartal III/2023, Siapa Juaranya?

24 Okt 2023, 17:14 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi