Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconTeknikal

Cara Cari Sinyal Akumulasi-Distribusi Lewat Pola Falling dan Rising Wedges

20 Mei 2022, 15:33 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
pola falling wedge, rising wedge

Banyak trader yang ingin ambil titik beli saham ketika ada tanda-tanda big fund melakukan akumulasi. Lalu, menjual setelah ada tanda-tanda big fund melakukan distribusi. Harapannya, bisa mendapatkan keuntungan yang optimal. 


Akumulasi adalah fase di mana big fund mulai melakukan aksi beli. Dalam siklus harga saham, akumulasi berada di stage 1 atau sebelum harga saham berada dalam tren bearish atay uptrend  yang berada di stage 2. 


Distribusi adalah fase di maan big fund mulai melakukan aksi jual. Dalam siklus harga saham distribusi berada pada stage 3 sebelum harga saham masuk ke tren bearish atau downtrend di stage 4.


Salah satu cara untuk mengetahui tanda-tanda akumulasi dan distribusi big fund bisa diketahui lewat pola chart Falling Wedge dan Rising Wedge, yang menandakan pembalikkan arah naik dan turun.   


Pola Falling Wedge


Falling wedge merupakan salah satu pola bullish reversal atau pembalikkan arah naik. Awalnya, Falling Wedge berada dalam tren turun, tetapi berubah menjadi naik. Pola ini akan membentuk segitiga yang jatuh ke bawah, di mana makin ke bawah, bentuk segitiganya makin menyusut. 




Pola saham falling wedge ini sering muncul di saham Indonesia yang cukup likuid. Soalnya, saham yang likuid memiliki perputaran uang yang sangat besar dan banyak. 




Ketika investor besar mulai akumulasi suatu saham, harga akan naik dengan volume besar. Disaat yang sama, investor retail mulai membeli saham tersebut untuk mendapatkan keuntungan.


Pola Rising Wedge


Rising Wedge menjadi salah satu pola bearish reversal atau pembalikkan arah turun. Pergerakan rising wedge berawal dari tren yang naik, tapi berakhir menjadi tren turun. 




Pola rising wedge juga muncul di saham Indonesia yang likuid. Pola itu terbentuk karena ada big fund yang mulai melakukan aksi jual. Harga pun menurun dengan volume besar. Sampai, akhirnya investor ritel juga ikut melakukan aksi jual saham tersebut.








Hal penting yang perlu diperhatikan saat kita melihat pola Falling Wedge dan Rising Wedge

1. Volume Perdagangan

Pola Falling Wedge terkonfirmasi jika melakukan breakout dengan volume yang tinggi. Hal ini mengkonfirmasi apakah breakout yang terjadi disertai dengan volume transaksi yang besar.



Demikian juga dengan pola Rising Wedge, jika breakdown dengan volume yang tinggi maka hal tersebut dapat menandakan bahwa terjadi penjualan dengan volume transaksi yang besar



2. Breakout Trendline Sebagai Konfirmasi

Sebuah Falling Wedge memiliki garis atas yang dapat kita sebut sebagai trendline. Berfungsi sebagai resistance sebelum breakout, lalu juga sebagai support setelah breakout.

BACA JUGA: Tanda-tanda harga saham bakal bearish reversal

Apabila kamu menemukan pola Falling Wedge namun belum breakout dari trendlinenya maka keadaan tersebut tidak dapat kita sebut sebagai pola Falling Wedge.


Dengan mengetahui konfirmasi dari pola Falling Wedge ini, kamu dapat mengetahui dimana titik entry yang optimal dengan strategi buy on breakout seperti pada gambar 1 dibawah ini.


Gambar 1 Buy on Breakout & Entry


Di gambar 1, kalian dapat entry ketika harga sudah breakout dari pola Falling Wedge dengan stop loss pada batas bawah dari pola falling wedgenya.


Demikian juga dengan pola Rising Wedge, ketika trendline ter-breakdown maka itu 

sebuah konfirmasi bahwa pola Rising Wedge ini valid dan kamu dapat melakukan penjualan ketika breakdown dari trendline.



3. Proyeksi Target Pergerakan Harga Setelah Breakout


Apabila kamu melihat pola Falling Wedge yang sudah terkonfirmasi breakout dari trendline, maka kamu dapat entry dengan metode buy on breakout. 


Untuk target pergerakan harganya setelah breakout sendiri cukup sederhana, cukup dengan mengukur kelebaran dari pola falling wedge lalu salin ketinggian tersebut dari harga breakout Pola Falling Wedge.



Sama halnya dengan Rising Wedge, target pergerakan harganya setelah breakdown dapat diketahui dengan mengukur kelebaran dari pola Rising Wedge lalu salin ketinggian tersebut dari harga breakdown Rising Wedge.




Strategi Trading Dengan Pola Falling Wedge dan Rising Wedge


Apabila kamu menemukan pola Falling Wedge yang sudah terkonfirmasi breakout, maka kamu bisa trading dengan cara :


1. Swing Trading : Buy saat breakout / buy on weakness.


Strategi buy on breakout dapat kita lakukan ketika harga saham breakout dari resistance trendline yang telah terbentuk.


Strategi trading swing trader


Sedangkan, strategi buy on weakness dapat kita lakukan jika harga saham berhasil memantul dari area support. 


Pembatasan risiko sebesar 5% - 10% dari neckline apabila kamu buy on breakout dan dari support apabila kamu buy on weakness. Kamu dapat melakukan profit taking ketika harga saham sudah mencapai target dari pola Falling Wedge atau saat ada tanda-tanda pembalikan arah harga.


2. Super Trader: buy saat breakout, hold sampai patah trend, stop loss 7-10%


 Strategi trading super trader



Apabila kamu menemukan pola Rising Wedge pada saham yang sudah terkonfirmasi breakdown, maka sebaiknya kamu menghindari saham tersebut karena adanya potensi pelemahan harga saham.

Demikian perbedaan pola Falling Wedge dengan Rising Wedge. Mau mengasah kemampuan analisa teknikal agar keuntungan lebih optimal?

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-MRA-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Saham Grup Barito Merosot, Kapan Balik Arah?

10 Jan 2024, 10:48 WIB
article
ArtikelTeknikal

Strategi Trading Saham Saat Market Sideways

14 Jan 2023, 13:30 WIB
article
ArtikelTeknikal

Setting Moving Average Terbaik yang Wajib Kamu Tahu

2 Des 2022, 17:05 WIB
article
ArtikelTeknikal

Cara Kerja Big Fund Saat Jual-Beli di Pasar Saham

9 Nov 2022, 15:37 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi