Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

2 Cara Mengetahui Saham Likuid

28 Mar 2022, 16:23 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Trading saham bukan cuma mengetahui support, resisten, dan trend. Namun, juga harus mengetahui sebuah saham likuid atau tidak. Soalnya, kalau saham tidak likuid, bisa jadi trader bisa beli, tapi tidak bisa jual.

Lalu, bagaimana cara mengatahui saham likuid atau tidak? begini dua cara utama untuk mengetahui saham likuid. 

Apa itu Saham Likuid? 


Saham likuid adalah seberapa mudah suatu saham diperjual-belikan. Saham memang salah satu aset yang likuid, yang berarti bisa dijual dengan mudah. Namun, tidak semua saham itu likuid atau mudah dijual.

Sebagai gambaran, misalnya ada sebuah ember dengan kapasitas 10 liter. Lalu, ada seseorang yang mau mengisinya 15 liter. Hal yang terjadi setelah itu adalah air di ember akan meluber karena kapasitas yang ada tidak bisa memenuhi supply air yang tersedia. 

Begitu juga dengan saham likuid, seberapa besar saham bisa menampung dana investor. Semakin besar dana yang bisa tertampung, berarti semakin likuid dan mudah untuk diperjual-belikan.

Cara mengetahui likuiditas


Likuiditas dapat diketahui dengan beberapa cara, antara lain:

  1. Bid Offer 


Bid offer menggambarkan demand dan supply yang terbentuk dipasar, seberapa besar minat investor di saham tersebut bisa terlihat dari besarnya bid-offer.


Semakin besar bid offer maka semakin likuid saham tersebut diperdagangkan karena banyak yang berminat dan banyak pula yang jual, supply dan demand terjaga. Contoh saham likuid dan tidak likuid seperti dibawah ini. 




Sebelah kiri adalah contoh saham yang tidak likuid, sedangkan sebelah kanan adalah saham yang likuid.


Dari contoh diatas, dapat kita ketahui ciri-ciri saham yang likuid berdasarkan bid offer, yaitu jumlah bid dan offer besar (ribuan lot keatas) dan perbedaan tidak terlalu signifikan di bid dan offer. 


  1. Kapitalisasi Pasar


Kapitalisasi pasar atau market cap juga bisa menunjukkan apakah sebuah saham memiliki likuiditas yang baik atau tidak. Semakin besar kapitalisasi pasar memungkinkan semakin likuid saham tersebut.


Namun yang harus jadi catatan adalah bahwa kapitalisasi pasar tidak bisa mencerminkan likuiditas secara sepenuhnya, ada sebagian kecil saham yang kapitalisasi pasar besar, tapi tidak likuid dan sebaliknya.


Seperti ASRI yang punya kapitalisasi pasar 3,22 trilun namun bid offer besar dan likuid. Sedangkan BYAN yang punya kapitalisasi pasar 140 triliun, bid offer kecil dan tidak likuid. 




Kita bisa juga melihat saham dengan kapitalisasi besar dan likuditas yang baik di Indeks LQ45, seperti saham big caps BBRI, BBCA, TLKM dan ASII. Ini adalah contoh saham yang kapitalisasi besar, fundamental bagus dan likuiditas besar. 


Kesimpulannya, kapitalisasi pasar bisa membantu kita untuk melihat likuiditas, jika nilainya  semakin besar maka potensi likuiditas juga semakin besar, namun hal utama yang harus dilihat adalah bid offer yang terbentuk. 

Baca juga : Analisa Bid Offer Saham Untuk Mengetahui Likuiditas Saham 

Kenapa likuiditas penting? 


Seperti illustrasi ember di atas, saat saham tidak likuid, maka investor yang membeli sahamnya bakal sulit untuk menjualnya. Penyebabnya, tingkat minat investor membeli saham itu sangat sedikit sehingga likuiditasnya kecil dan pergerakan harga saham tidak stabil atau volatilitas tinggi.

Artinya, jika trader dan investor beli saham likuid, berarti bisa meredam risiko tidak bisa jual saham. Pergerakan harga saham likuid juga mudah dianalisis sehingga trading menjadi lebih tenang. 

Gimana, udah paham soal likuiditas kan? Mau tau tips trading lainnya, atau saham apa saja yang punya likuiditas bagus? 

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-GY-

Emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi