Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

IHSG All Time High Jelang FOMC, Perhatikan Fakta Ini!

23 Jan 2022, 14:35 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengukir rekor harga tertinggi sepanjang masa. Kemarin (21/1/2022) IHSG ditutup di 6.726,37, naik 1,5% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Indeks berhasil mematahkan rekor sebelumnya di 6.723,39 pada 22 November 2021.

Indeks sempat mengalami koreksi di awal jam buka perdagangan. Setelahnya Indeks konsisten menguat hingga akhir perdagangan.

Gelontoran dana asing yang masuk nyaris mencapai Rp 1 triliun jadi pendorong laju IHSG. Tepatnya pembelian bersih asing sebesar 969,91 miliar. Saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) jadi pilhan.

BACA JUGA: Cara Ngejar Harga Saham yang Keburu Naik, Tapi Anti Nyangkut di Pucuk

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) jadi idola investor asing. Bank milik Djarum Group itu mencatatkan pembelian bersih asing sebesar Rp 285,2 miliar. 

Kemudian diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan pembelian bersih Rp 147,4 miliar.

Sementara di posisi tiga dan empat ditempati oleh PT Telkom Indonesia (TLKM) dan PT Bank Jago Tbk (ARTO). Masing-masing dibeli asing Rp 144,4 miliar dan 120,7 miliar. 

Pencapaian ini menempatkan IHSG jawara di Asia Pasifik untuk kinerja indeks terbaik dalam satu hari. Di level dunia, IHSG menempati peringkat dua, kalah dari indeks Argentina yang kemarin menguat 1,91%.

Meskipun mencapai level tertingginya sepanjang masa, laju IHSG tampaknya akan mendapat hadangan. 

Resisten yang terbentuk pada 22 November 2021 siap menjegal langkah indeks untuk menguat lebih lanjut. 

Ini menempatkan IHSG di persimpangan. Jika jegalan itu berhasil dilewati maka indeks tak terhentikan karena sudah tidak ada lagi halangan resisten. Namun, jika = tidak mampu melewati garis resiten itu, indeks akan kembali turun. Berpotensi ke area 6.640 yang merupakan support yang terbentuk oleh garis Moing Average 20 (MA20).


Lantas bagaimana prediksi gerak IHSG minggu depan?

IHSG berpotensi bergerak volatil karena ketidakpastian yang timbul menjelang pertemuan The Fed minggu depan. Tepatnya pada 25-26 Januari 2021.

Pasar terbelah atas perkiraan kenaikan suku bunga AS. Sebagian memperkirakan suku bunga akan naik 4 kali tahun ini. Sementara dot plot menunjukkan suku bunga akan naik 3 kali. 

BACA JUGA: Kasus Omicron di Indonesia Menanjak, Gimana Prospek Pasar Saham Indonesia?

Sementara itu, hingga minggu lalu survei CME FedWatch ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 0,25%-0,5% pada bulan Maret mencapai 84,8%.

Tapi di sisi lain tingkat kasus Covid-19 di AS masih tinggi sehinnga masih ada risiko tinggi dibalik rencana kenaikan suku bunga.

Pasar menantikan sinyal kenaikan suku bunga setelah ekonomi AS semakin panas. Pada Desember 2022 inflasi AS tercatat 7%, tertinggi sejak 1982. 

Sebagai investor, harus siap menghadapi ketidakpastian pasar ke depan. Tentunya dengan menerapkan money management yang terukur. Hal ini guna meminimalisir risiko di pasar.

Mau tau strategi trading saham di saat IHSG all time high dan jelang rapat FOMC? 

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-FR-

emtrade.id/disclaimer


Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi