Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Perbandingan Kinerja Emiten Properti, Mana yang Paling Kuat?

5 Apr 2024, 10:32 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Emtraders, emiten properti big caps sudah merilis laporan keuangan sepanjang tahun 2023. Di antaranya ada PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA). 


Untuk itu, kali ini kita akan membandingkan kinerjanya dan mencari emiten mana yang membukukan kinerja paling kuat. 


Pertama-tama, kita akan melihat kinerja secara top line, yaitu pendapatan.


Source: Laporan Keuangan Perusahaan


Terlihat emiten properti kompak membukukan pertumbuhan dari sisi pendapatan. Di mana, SMRA menjadi yang paling besar kenaikannya +16,4% YoY dari Rp5,72 triliun pada 2022 menjadi Rp6,66 triliun pada 2023. 


Source: Laporan Keuangan Perusahaan


Untuk kinerja laba bersihnya cenderung mixed. Dalam hal ini, hanya PWON dan SMRA yang masih mampu membukukan kenaikan masing-masing +36,8% YoY dan +22,5% YoY. 


BSDE turun -20% YoY karena pembengkakan beban pokok penjualan sebesar +50,4% YoY melebihi kenaikan pendapatan menjadi Rp5,13 triliun. Serupa, CTRA mencatatkan kenaikan beban pokok penjualan dan beban usaha yang lebih besar dibandingkan kenaikan pendapatan masing-masing sebesar +2,8% YoY dan +6,8% YoY.

Source: Laporan Keuangan Perusahaan

Selain dari kinerja top dan bottom line, kita juga ingin melihat gross profit margin (GPM) yang menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan keuntungan dari pendapatannya. GPM dihitung dengan membagi laba kotor dengan pendapatan perusahaan dan biasanya dinyatakan dalam persentase. 


Sedangkan untuk penilaiannya,semakin besar angka, maka semakin bagus. Margin yang tinggi mengindikasikan kinerja operasional perusahaan yang lebih efisien, karena perusahaan hanya membutuhkan sedikit biaya untuk menghasilkan laba.


Nah, di sini dapat kita lihat bahwa emiten properti yang membukukan kenaikan gross profit margin adalah BSDE dan CTRA. Adapun GPM CTRA merupakan yang paling tinggi sebesar 50,7%. Artinya, CTRA lebih unggul dibandingkan yang lain dalam hal tingkat efisiensi pengendalian beban pokok.


Baca juga: Begini Manfaat Gross Profit Margin dalam Analisis Saham


Source: Berbagai sumber, data diolah


Selanjutnya, marketing sales menjadi penting untuk diperhatikan saat mengukur kinerja emiten properti. Marketing sales atau pra-penjualan adalah penjualan properti yang telah dicatat oleh perusahaan, namun unit properti tersebut belum ada atau belum dibangun. 


Marketing sales yang tinggi menunjukkan permintaan yang kuat terhadap properti yang ditawarkan oleh perusahaan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan perusahaan. 


Pada tahun 2023, hanya SMRA yang capaian marketing sales-nya berada di bawah target. Hal ini disebabkan oleh kinerja Summarecon Serpong dan Bandung yang kurang memuaskan masing-masing Rp1,2 triliun dan Rp345 miliar, lebih rendah dari target masing-masing Rp1,1 triliun dan Rp881 miliar. 


Baca juga: Tips Menganalisis Laporan Keuangan Sektor Properti: Investor Wajb Tahu!



Source: Sekuritas


Secara historikal dan sektoral, CTRA menjadi satu-satunya yang memiliki valuasi paling premium. Adapun valuasi BSDE yang saat ini paling murah jika dibandingkan secara sektoral.


Maka, emiten properti yang paling unggul pada masing-masing matriks perbandingan adalah:

  • Pendapatan (%): SMRA

  • Laba bersih (%): PWON

  • GPM: CTRA

  • Marketing sales: CTRA

  • Valuasi: BSDE


Lalu, saham properti mana yang saat ini cukup menarik untuk investasi jangka panjang? Mau belajar strategi investasi saham yang mudah dan menguntungkan? Cari tahu di Emvestart, webinar saham untuk pemula bersama pakar saham Ms Ellen May.

GRATIS! Pakai kode promo: BLOG

Klik di sini untuk dapat informasi selengkapnya.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi