Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Target Terpenuhi, GOTO Cetak EBITDA yang Disesuaikan Positif Rp77 Miliar

20 Mar 2024, 12:08 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Emiten giant tech PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya merilis laporan keuangan sepanjang tahun 2023 pada hari Selasa kemarin (19/03). Berdasarkan laporan tersebut, GOTO berhasil mencapai target EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal IV/2023 senilai Rp77 miliar untuk pertama kalinya. Hal ini sejalan dengan target mereka di awal tahun 2023.

Meski angkanya terlihat kecil, namun jika dibandingkan dengan kuartal IV/2022, di mana pada saat itu EBITDA yang disesuaikan GOTO masih negatif Rp3,13 triliun, Rp77 miliar sudah jauh lebih baik. Perlu diketahui, ini merupakan perbaikan selama delapan bulan berturut-turut. 


Source: Siaran Pers GOTO

EBITDA yang disesuaikan pada basis tahunan juga membaik 77% menjadi -Rp3,7 triliun dari sebelumnya -Rp16 triliun. Angka ini melampaui target GOTO pada rentang -Rp4,5 triliun hingga -Rp3,8 triliun. 

Sebagai informasi, EBITDA adalah Earnings Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortization atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Depresiasi merujuk pada penyusutan nilai suatu aset berwujud karena usia pemakaian, sedangkan amortisasi berarti pengurangan aset tidak berwujud seperti pinjaman.

Singkatnya, EBITDA merupakan indikator yang menggambarkan seberapa menguntungkannya operasional sebuah perusahaan. EBITDA yang disesuaikan berarti EBITDA telah disesuaikan (ditambah atau dikurangi) dengan beberapa item non-operasional atau non-recurring (tidak berulang). 

Misalnya laba/rugi dari investasi atau penurunan nilai, dan juga kompensasi berbasis saham. Tujuannya untuk memberi gambaran yang lebih akurat terkait kinerja operasional sebuah perusahaan, yang dalam hal ini adalah GOTO.

Artinya, setelah mengabaikan item non-operasional tadi, bisa dibilang GOTO sudah untung Rp77 miliar. Sebab jika item tersebut masih diperhitungkan seperti penurunan nilai goodwill, penurunan nilai aset, dan sebagainya, GOTO masih mencatat rugi di kuartal keempat 2023 -Rp80,92 miliar.

Baca juga: GOTO dan Grab Dikabarkan Akan Merger, Simak Potensinya di Sini

Kinerja Keuangan Tahun 2023

Dari sisi top line, GOTO membukukan pendapatan sebesar Rp14,79 triliun, atau naik 30,28% dibanding tahun 2022 yang hanya Rp11,35 triliun. Selain itu, GOTO berhasil mengurangi total biaya dan beban sebanyak 40% menjadi Rp 16 triliun. Alhasil, rugi usaha berhasil terpangkas 66,11% menjadi -Rp10,27 triliun.


Namun, rugi bersih justru bertambah 128,43% menjadi -Rp90,39 triliun. Hal ini disebabkan oleh faktor non-operasional seperti biaya keuangan, kerugian selisih kurs bersih, penurunan nilai investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama, penurunan nilai goodwill, dan masih banyak lagi yang kian menambah kerugian.


Kemudian Gross Transaction Value (GTV) menurun 1% menjadi Rp606,5 triliun, efek dari pengurangan insentif serta pemasaran produk. Namun, secara kuartalan meningkat 8% mencapai Rp163 triliun pada kuartal IV/2023, didorong segmen konsumen mass market.


Adapun take rate meningkat 26 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 4,0%. 


Baca juga: 3 Rasio keuangan Saham Teknologi: GMV, TPV, dan GTV


Lantas, apakah kinerja positif GOTO bisa membawa angin segar ke pergerakan harga sahamnya? Bagaimana analisis teknikalnya?


Yuk, belajar di Basic Super Trader, webinar pelatihan saham untuk belajar strategi Super Trader bersama Ms Ellen May.


Kode promo: BLOG


Klik di sini untuk info selengkapnya 

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi