Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

GOTO dan Grab Dikabarkan Akan Merger, Simak Potensinya di Sini

12 Feb 2024, 14:14 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Mengutip informasi Bloomberg Technoz, Grab Holdings Ltd. dan GoTo Group sedang membahas kemungkinan merger. Hal ini diharapkan dapat mengakhiri kerugian yang telah berlangsung selama bertahun-tahun akibat persaingan yang sengit antara mereka. Informasi awal menunjukkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan beberapa skenario untuk kerjasama ini.


Grab dari Singapura mungkin akan membeli GoTo dengan menggunakan uang tunai, saham, atau keduanya. Meskipun pembicaraan masih belum pasti, para pemegang saham utama dari kedua perusahaan mendukung ide ini dan mendorong agar diskusi terus berlanjut.


Namun, tidak ada jaminan bahwa diskusi ini akan berujung pada penggabungan atau kesepakatan apa pun. Beberapa opsi yang dipertimbangkan termasuk pembagian pasar utama, di mana Grab akan menguasai Singapura dan beberapa pasar lain, sementara GoTo akan tetap fokus di Indonesia.


Sebagai perusahaan dengan puluhan juta pengguna layanan ride-hailing, aksi merger dapat membantu kedua perusahaan untuk meningkatkan tarif, khususnya di Indonesia di mana persaingan membuat harga tetap rendah. Tidak heran jika perusahan mencari peluang pertumbuhan lain seperti pengiriman dan pembayaran digital. 


Tidak hanya itu, merger juga diharapkan dapat meningkatkan kekuatan mereka di layanan ber-margin tinggi seperti pembayaran digital dan perbankan. 


Asal tahu saja, saham Grab Holdings Ltd (GRAB) saat ini melantai di Bursa AS Nasdaq dengan kapitalisasi pasar per 7 Februari sebesar US$12,99 miliar atau Rp203,74 triliun (kurs Rp15.685 per dolar), dilansir dari Bisnis. Sementara itu, GoTo memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp100,92 triliun. Jika merger terealisasi, maka potensinya kapitalisasi pasar akan menyentuh angka Rp304,66 triliun.


Adapun tantangan dari segi peraturan pemerintah mengindikasikan bahwa rencana penggabungan dengan Grab kemungkinan akan lebih sulit terwujud dibandingkan dengan kerja sama GOTO dengan TikTok. Ini terjadi karena GOTO dan Grab adalah dua perusahaan terbesar di sektor layanan on-demand di Indonesia, yang bisa menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya monopoli.


Namun, setelah kami konfirmasi ke pihak GoTo mengenai rumor merger, Ibu Sinta Setyaningsih, Head of Corporate Communications GoTo mengatakan bahwa pihaknya tidak mengomentari rumor yang beredar di pasar, dan saat ini tidak ada diskusi terkait hal tersebut. Mereka juga menegaskan bahwa fokus GoTo ke depan adalah untuk tumbuh secara sehat dan meraih profitabilitas dengan mendorong pengembangan bisnis serta inovasi dari unit bisnis on demand service dan fintech.


Baca juga: Investasi TikTok Rampung, GOTO Bakal Gelar Buyback

Sekilas Kinerja GoTo dan Grab

GoTo dan Grab mencatatkan kinerja pergerakan saham dan keuangan yang beragam. Per 12 Februari 11:01 WIB, saham GOTO mengalami penurunan sebesar 1,15% sejak awal tahun, dengan harga saham saat ini di Rp86 per saham. Sedangkan saham Grab naik 3,94% sejak awal tahun ke level harga US$3,43 per saham pada 9 Februari 2024. 


Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2023, GOTO mencatat pendapatan bersih yang tumbuh 31,18% menjadi sebesar Rp10,51 triliun. Biaya dan beban GOTO juga turun 37,14% menjadi Rp19,31 triliun, sehingga kerugian bersihnya berkurang 52,70% menjadi -Rp9,54 triliun. Meskipun laporan kinerja tahun 2023 belum dirilis, manajemen menyampaikan bahwa pada kuartal IV/2023 perusahaan sudah membukukan EBITDA positif.


Grab melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 61%, mencapai US$615 juta pada kuartal III/2023. Untuk pertama kalinya, EBITDA Grab menjadi positif sebesar US$29 juta untuk kuartal ini, berbanding terbalik dengan EBITDA negatif sebesar US$161 juta pada periode yang sama tahun lalu.


Baca juga: Rajin Efisiensi, Rugi GOTO Terus Menurun


Lantas, bagaimana potensi saham GOTO secara teknikal? Apa saja yang harus diperhatikan trader? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Gaji Dipotong Tapera, Apa dan Gimana Dampaknya?

30 Mei 2024, 13:05 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Masih Nyaman di Level 4000-an, Apa yang Mesti Dilakukan Holder?

29 Apr 2024, 14:20 WIB
article
ArtikelInsight

Harga Nikel Cetak Rekor, Sahamnya Menyala

22 Apr 2024, 16:23 WIB
article
ArtikelInsight

Rupiah Ambruk ke Level Terendah Empat Tahun, Begini Korelasinya ke IHSG Secara Historis

17 Apr 2024, 11:51 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi