Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Kredit BBTN Tumbuh 10% Berkat KPR Subsidi, Gimana Efek Bebas PPN Rumah?

29 Nov 2023, 16:13 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Hingga kuartal III/2023, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) membukukan penurunan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 12,2% YoY menjadi Rp10,14 triliun dibandingkan periode saham tahun lalu Rp11,54 triliun. Hal ini disebabkan beban bunga yang membengkak 43,9% YoY mencapai Rp10,69 triliun, melebihi pendapatan bunga yang hanya naik 9,8% YoY menjadi Rp20,83 triliun.


Meski begitu, BBTN masih mencatatkan pertumbuhan tipis laba bersih 1,7% YoY menjadi Rp2,31 triliun dari sebelumnya Rp2,27 triliun. Oleh sebab itu, net interest margin melemah jadi 3,8% (vs 4,5% pada 9M22).


Laba bersih naik berkat pendapatan operasional non bunga meningkat 71,7% YoY menjadi Rp2,36 triliun, didorong oleh biaya transaksi (termasuk perbankan digital) dan pendapatan treasuri (mengingat volume perdagangan yang jauh lebih tinggi). 


Adapun beban operasional non bunga berhasil ditekan 10,5% YoY. Sehingga laba operasional sebelum provisi (PPOP) tetap tumbuh 6,4% YoY menjadi Rp5,90 triliun


Di samping itu, pertumbuhan kredit mencapai 10% YoY total sebesar Rp318,30 triliun, yang masih ditopang oleh KPR bersubsidi (+12% YoY) didukung penyesuaian harga rumah bersubsidi pada akhir Juni 2023.


Baca juga: Sektor Banking 101: Pemahaman dan Cara Analisisnya


Kredit juga didorong oleh pinjaman non-KPR dengan imbal hasil tinggi yang naik 22% YoY. Pinjaman ini terdiri dari kredit ringan (KRING), kredit agunan rumah (KAR), dan kredit usaha rakyat (KUR) terkait rumah, dengan target basis pelanggan yang terus datang dari pelanggan lama yang berkualitas tinggi (total 400-600 ribu debitur). 


Asal tahu saja, kontribusi pinjaman non-KPR dengan imbal hasil tinggi telah meningkat menjadi 4,2% dari total pinjaman pada kuartal III/2023 (vs 3,8% pada kuartal III/2022).


Terkait kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) stabil di 3,5%, sementara secara kuartalan membaik menjadi 3,53% di kuartal III/2023 (vs 3,7% pada kuartal II/2022).


Sekadar informasi, BBTN akan melakukan penjualan aset secara masif guna menekan rasio NPL. Rencananya, BBTN akan menjual NPL hingga Rp900 miliar yang berasal dari pinjaman komersial untuk gedung bertingkat tinggi. Penjualan ini diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2023 dan dampaknya diharapkan dapat tercermin pada kuartal IV/2023. 


BBTN juga sedang merencanakan tahap kedua dari strategi ini dengan target penjualan mencapai Rp1 triliun pada tahun 2024. 


Di sisi lain, per kuartal III/2023, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perusahaan naik 3,5% YoY menjadi Rp323,90 triliun. DPK yang bertumbuh menunjukkan potensi dana yang bisa disalurkan sebagai kredit semakin banyak. 


Rasio current account saving account (CASA) juga naik menjadi 49,48% (vs 45,90% pada 9M22). Kenaikan ini menunjukkan biaya dana murah yang lebih ringan, sehingga operasional perbankan bisa lebih efisien.


Kendati demikian, rasio loan to deposit (LDR) naik menjadi 98,3% (vs 92,6% pada 9M22). Artinya, ruang likuiditas bank semakin menyempit, karena jumlah kredit yang diberikan relatif banyak. Angkanya juga melebihi standar BI sekitar 78 - 92%.


Baca juga: Bank Second Liner Adu Kuat, Mana yang Terhebat?

Benefit dari Pembebasan PPN Pembelian Rumah

Dengan adanya pembebasan PPN pembelian rumah dengan harga antara Rp2-5 miliar, manajemen mengharapkan penopang pertumbuhan kredit beralih menjadi segmen non-subsidi. Hal ini sejalan dengan eksposurnya terhadap KPR non-subsidi, yang merupakan 30% dari total kredit. 


Oleh karena itu, BBTN menargetkan pertumbuhan KPR non-subsidi yang agresif sebesar >10% YoY (vs. 7% YoY di kuartal III/2023), sehingga target pertumbuhan kredit sebesar 12% untuk tahun 2024 (vs. 10% YoY di kuartal III/2023). 


Untuk melayani segmen ini, BBTN memperkenalkan tiga pusat penjualan yang menyasar nasabah kelas atas, dengan rencana untuk membuka tiga pusat penjualan lagi pada tahun 2024. Strategi ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap NIM pada tahun 2024, mengingat segmen non-subsidi biasanya memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan segmen bersubsidi.


Baca juga: Daftar Saham yang Diuntungkan dari Sentimen Bebas PPN Pembelian Rumah

Rencana Akuisisi Bank Syariah

BBTN telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian BUMN untuk mengakuisisi bank syariah besar di Indonesia. Langkah selanjutnya antara lain mendapatkan persetujuan dari manajemen dan pemegang saham mayoritas bank sasaran. Bank saat ini sedang dalam proses uji tuntas dengan tujuan menyelesaikan akuisisi pada 1Q24. 


Bank syariah baru ini akan tetap fokus pada KPR dengan ekspektasi eksposur 60-70%, sedangkan sisanya 30-40% akan dialokasikan untuk UMKM.


Lalu, bagaimana strategi trading saham BBTN? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi