Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Laba Bersih BBTN per Agustus 2023 Tetap Flat di Tengah Lonjakan Biaya Dana

4 Okt 2023, 13:49 WIB
Bagikan s
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Sepanjang delapan bulan pertama tahun ini PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan penurunan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) 12,6% YoY menjadi Rp8,84 triliun dari sebelumnya Rp10,12 triliun. Hal ini disebabkan oleh bengkaknya beban bunga 43% You menjadi Rp9,43 triliun dari sebelumnya Rp6,58 triliun.


Di sisi lain perseroan masih membukukan laba bersih naik tipis 1% YoY menjadi Rp2 triliun dari sebelumnya Rp1,9 triliun. Laba bersih yang tercatat datar ini terjadi di tengah tekanan biaya dana (cost of fund/CoF) yang naik 100 basis poin menjadi 3,9%.


Meski begitu, kinerja NII dan laba bersih dapat dikatakan cukup solid secara bulanan. Di mana, NII bulan Agustus tumbuh 13% dan laba bersih tumbuh 31%. Hal ini didorong biaya kredit (cost of credit/CoC) yang turun 14 basis poin dan beban operasional turun 4%. 


Adapun pendapatan non-bunga (+102% YoY) dan penghematan beban operasional (-1% YoY) yang solid pada bulan Agustus menghasilkan pertumbuhan pre-provisioning operating profit (PPOP) 8M23 sebesar 2% YoY. Ini cukup bagus mengingat secara historis PPOP BBTN cenderung turun pada periode kenaikan suku bunga.


Kemudian dari sisi balance sheet, gross loans bulan Agustus meningkat sebesar 10% YoY menjadi Rp314,26 miliar. Sedangkan total deposit naik 3% YoY menjadi Rp320,95 miliar.


Baca juga: Punya Saham Bank? Ini Deretan Indikator yang Wajib Dipantau


Lalu, bagaimana dengan indikator rasionya?


Per Agustus 2023, rasio current account saving account (CASA) naik 679 basis poin menjadi 51,9%. Artinya, operasional bank dalam menghimpun dana sangat efisien karena CoF terjaga. 


Namun, loan to deposit (LDR) naik 583 basis poin menjadi 97,9%. Ini kurang bagus karena itu berarti tingkat likuiditas semakin ketat dan menjadi pertanda ruang penyaluran kredit makin terbatas. LDR BBTN di 97,9% juga sudah melebihi standar BI di rentang 78-92%.


Kemudian net interest margin (NIM) turun menjadi 3,6% sepanjang delapan bulan pertama dari 4,3% pada periode sama tahun lalu. Penurunan NIM ini disebabkan oleh meningkatnya CoF akibat kenaikan suku bunga acuan. 


Seperti diketahui, suku bunga BI meningkat sebesar 225 basis poin antara Juli 2022 dan Agustus 2023. Sehingga CoF bulanan BBTN meningkat sebesar 107 basis poin menjadi 3,86% pada Agustus 2023.


Meski begitu secara bulanan NIM membaik menjadi 4,1% pada Agustus, vs. 3,6% pada Juli karena terjadi peningkatan imbal hasil aset 32 basis poin dan penurunan CoF 11 basis poin.


Saat ini BBTN diperdagangkan dengan valuasi PBV 0,61. Masih cukup terdiskon jika dibandingkan dengan rata-rata PBV 5 tahun di 0,85x.


Baca juga: OJK Batasi Pembagian Dividen Bank, Begini Aturan dan Dampaknya ke Investor


Mau tahu strategi trading saham BBTN? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan s
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi