Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Mau Cuan dari Dividen? Begini Peluangnya Hingga Akhir Tahun 2023

6 Sep 2023, 16:47 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Seperti yang kita tahu, keuntungan untuk investor saham tidak hanya dari selisih harga jual dan beli (capital gain), tetapi juga dari dividen. Dividen sering kali diburu sebagai passive income yang didapat secara musiman.


Menurut laporan dari Reuters, diperkirakan perusahaan-perusahaan di seluruh dunia akan membayar dividen kepada para investor dengan total mencapai US$ 1,64 triliun pada tahun ini. Jika kita menghitungnya dengan kurs pertukaran Rp15.260 per dolar AS, jumlahnya setara dengan Rp 25.026 triliun. 


Bagaimana dengan Indonesia? Berdasarkan data dari fund manager Janus Henderson, sekitar 88% dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana untuk membagikan dividen interim.


Nah, belakangan ini sudah ada banyak emiten yang membagikan dividen interim kepada pemegang sahamnya. Terbaru adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang sekaligus menjadi dividen interim terjumbo secara nominal. 


Baca juga: Strategi Trading Saat Pembagian Dividen


Perusahaan pertambangan batu bara ini baru saja mengumumkan pembagian dividen interim sebesar US$ 199,27 juta, yang jika dihitung dalam rupiah, setara dengan Rp3,04 triliun. Jumlah dividen ini mencapai 65% dari laba bersih ITMG selama semester pertama tahun 2023. ITMG akan menyalurkan dividen sebesar Rp2.660 per saham, dengan potensi yield sekitar 8,57%.


Berikut adalah daftar emiten pembagi dividen interim 2023 per 5 September 2023:

Sumber: Riset KONTAN, KSEI, RTI

Baca juga: Mau Dividend Investing, Apa Saja Pilihan Sahamnya?


Puncak pembagian dividen telah terjadi tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga komoditas yang mencapai rekor tertinggi, khususnya harga batu bara. Sehingga mendorong kinerja perusahaan pertambangan dan berdampak pada peningkatan pembagian dividen.


Meskipun demikian, diperkirakan pembagian dividen tahun ini akan sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terkait dengan proyeksi penurunan dividen dari sektor pertambangan seiring dengan normalisasi harga komoditas. Namun, pasar memperkirakan sektor pertambangan masih memiliki potensi dividend yield di atas 10%.


Di sisi lain, dividen di sektor lain diperkirakan masih cukup menjanjikan, terutama perbankan. Laba bersih perbankan di tahun ini diproyeksikan akan terus tumbuh, sehingga ekspektasi pembagian dividen masih tinggi. Selain itu dividend payout ratio dinilai masih cukup baik, mengingat kinerja positif perusahaan perbankan dalam semester pertama tahun ini.


Untuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), biasanya dividen di kuartal dua lebih kecil daripada kuartal pertama, dengan estimasi dividen interim BBCA di kuartal kedua sebesar Rp35 per saham dan estimasi dividend yield sekitar 0,4%. 


Baca juga: Penyebab Naik Turunnya Harga Saham Saat Pembagian Dividen


Di luar sektor tersebut, seperti sektor konstruksi, pertambangan, farmasi, dan semen, pembagian dividen diperkirakan akan tetap stabil.


Dalam sektor konsumen, diperkirakan kinerja perusahaan akan bervariasi. Beberapa perusahaan seperti PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengalami pemulihan laba bersih, yang meningkatkan ekspektasi pembagian dividen. Proyeksi kinerja serupa berlaku untuk perusahaan seperti PT Indofood CBP Tbk (ICBP), PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ), dan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY). 


Selain dari sektor perbankan dan konsumen, potensi kenaikan pembagian dividen juga datang dari sektor otomotif, terutama PT Astra International Tbk (ASII).

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Unboxing Saham Terkait Program Prabowo-Gibran, Seberapa Diuntungkan?

16 Feb 2024, 16:33 WIB
article
ArtikelInsight

Pemilu di Depan Mata, Ini Deretan Emiten yang Terafiliasi Masing-Masing Paslon

13 Feb 2024, 12:11 WIB
article
ArtikelInsight

Harga Saham ASII Makin Tertekan, Ada Apa?

23 Jan 2024, 13:54 WIB
article
ArtikelInsight

Baterai EV LFP vs Nikel Dibicarakan di Debat Cawapres, Begini Kinerja Emiten Nikel

22 Jan 2024, 14:19 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi