Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Perancis Dorong Harga Batu Bara, Gimana Prospek Sahamnya?

30 Agu 2023, 09:20 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Emtraders, kabar baik dari Perancis menopang pergerakan harga batu bara di pasar. Menjelang musim dingin, Perancis memutuskan untuk mengizinkan penggunaan bahan bakar fosil guna menghindari potensi kekurangan listrik. 


Perancis telah memperpanjang izin bagi perusahaan pembangkit listrik untuk membakar lebih banyak batu bara dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini disebabkan oleh masalah dalam produksi perusahaan utilitas besar  yang menyediakan lebih dari setengah kebutuhan listrik di Perancis, yaitu Electricite de France (EDF). 


Di mana, armada reaktor nuklir EDF bermasalah akibat dampak korosi tegangan. Sehingga tingkat produksinya diprediksi akan tetap rendah selama musim dingin ini.


Adapun alasan lain mengapa Perancis akan lebih bergantung pada pembangkit batu bara dan impor energi negara lain, Sebagai informasi, selama ini Perancis cenderung menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir yang berkontribusi hingga 70% terhadap kebutuhan negara. Namun, harus ditutup untuk sementara waktu karena adanya maintenance. Dengan begitu akan ada permintaan batu bara yang cukup besar dari Perancis untuk menggantikan tenaga nuklir.


Baca juga: Tips Agar Saham Trading Gak Kebablasan Jadi Saham Investasi


Alhasil, harga batu bara terbang tinggi. Berdasarkan data dari Refinitiv, pada perdagangan Senin (28/08), harga kontrak batu bara ICE Newcastle bulan Oktober ditutup pada harga US$161,55 per ton atau melesat sekitar 1,29%.


Harga batu bara meningkat selama dua hari berturut-turut, setelah sebelumnya mengalami perlambatan selama 12 hari perdagangan berturut-turut. Kenaikan kali ini berhasil mengangkat harganya kembali di atas angka psikologis US$ 160.


Minggu sebelumnya, harga batu bara mencatat rekor kenaikan selama 12 hari perdagangan berturut-turut, yang merupakan rekor terpanjang sejak Desember 2009. Rekor ini terakhir kali terjadi pada akhir Desember 2010. Bahkan, pada periode saat harga batu bara melonjak pada tahun 2022, tidak ada kenaikan selama 12 hari berturut-turut, melainkan hanya selama 10 hari berturut-turut.



Sumber: CNBC Indonesia


Baca juga: Perhitungan Break Even Point Supaya Kamu Tahu Sudah Untung atau Belum

Prospek Saham Batu Bara

Sebenarnya perusahaan-perusahaan batu bara di Indonesia lebih banyak ekspor ke pasar Asia seperti China, India, Malaysia, Jepang, dan lain-lain. Sedangkan ekspor ke Eropa seperti Prancis tidak terlalu signifikan.


Contohnya emiten batu bara kakap PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang sepanjang tahun 2022 pendapatannya didominasi ekspor batu bara ke Asia Tenggara sebesar 48,13%. Sementara itu Eropa hanya berkontribusi sebesar 0,12%, itupun mengalami penurunan 40,67%. 


Selain itu, Eropa umumnya mengandalkan batu bara berkualitas antara 5.500 - 6.000 kalori per kilogram. Sedangkan kualitas batu bara Indonesia berada di 4.000 - 5.000 kalori per kilogram.


Meski begitu, masih ada emiten batu bara yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk menjual batu bara mereka ke pasar Eropa karena kualitasnya yang sesuai dengan permintaan di sana. 


Emiten tersebut adalah PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO), PT Harum Energy Tbk. (HRUM), PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI). 


ADRO melalui tambang PT Birawa Pandu Selaras mampu menghasilkan batu bara dengan kualitas 5.543 kalori per kilogram. Sementara HRUM rata-rata memiliki batu bara 5.700 kalori per kilogram.


Kemudian ITMG dari PT Indominco Mandiri (5.600-6.200 kalori per kilogram), PT Trubaindo Coal Mining (6.100-6.500 kalori per kilogram), PT Bharinto Ekatama (6.100-6.500 kalori per kilogram), PT Nusa Persada Resources (5.500 kalori per kilogram), dan PT Tepian Indah Sukses (6.400 kalori per kilogram).


Adapun BUMI yang juga bisa mendapatkan produk batu bara kualitas Eropa dari tampang Pinang (5.900-6.613 kalori per kilogram), dan Melawan (5.600 kalori per kilogram). Serta tambang milik Arutmin (6.700-6.800 kcal/kg).


Walaupun begitu, konsumsi batu bara Perancis tidak terlalu besar di dunia. Hanya 1,1% dari total konsumsi batu bara global. Sehingga efek dari permintaan perancis mungkin tidak terlalu signifikan. 


Perlu diketahui pula bahwa emiten batu bara akan lebih dipengaruhi oleh tingkat permintaan dari China dan India sebagai pengonsumsi batu bara terbesar dunia. Di mana, keduanya juga masih menjadi pasar terbesar bagi batu bara Indonesia.


Ekspor ke China mencapai US$ 4,35 miliar atau sekitar Rp 66, 47 triliun pada Januari-Juli 2023. Nilai tersebut melonjak 24,68%. Ekspor ke India mencapai US$ 4,1 miliar atau Rp 62,68 triliun pada Januari-Juli 2023. Nilai tersebut turun sebesar 44,47% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Jika digabung, ekspor ke China dan India akan menembus Rp 129,15 triliun atau mendekati Rp 130 triliun.


Kemudian apabila harga batu bara terus meninggi, maka ini berpotensi meningkatkan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara dari emiten-emiten di Indonesia. Pada akhirnya akan mendongkrak kinerja pendapatan yang turut berpotensi naik.


Baca juga: 3 Kesalahan Trading Saham yang Bikin Kamu Susah Cuan


Pertanyaannya, mana saham batu bara yang saat ini menarik? Bagaimana strategi tradingnya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

SRTG Raih Rekor Pendapatan Dividen, Neraca Makin Kuat

4 Apr 2024, 16:34 WIB
article
ArtikelInsight

Jelang Lebaran, Gimana Potensi dan Kinerja Emiten Poultry Secara Historis?

4 Apr 2024, 11:55 WIB
article
ArtikelInsight

HRUM Makin Fokus ke Nikel, Diproyeksikan Bisa Dorong Laba Bersih Naik 33% di 2024

27 Mar 2024, 13:44 WIB
article
ArtikelInsight

BEI Terapkan Mekanisme Full Call Auction, Simak Dampaknya ke Investor

26 Mar 2024, 12:18 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi