Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-icon

Analisis Saham Bank Danamon: Struktur Deposit Kuat, Likuiditas Melemah

28 Apr 2023, 15:42 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
analisis saham bank danamon

Analisis Saham Bank Danamon – Bank Danamon adalah salah satu bank terkemuka di Indonesia dengan sejarah panjang yang dimulai pada tahun 1956. Sejak awal berdirinya, Bank Danamon telah berkembang pesat dan kini memiliki jaringan lebih dari 1.700 cabang di seluruh Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan di sektor perbankan semakin ketat, dengan munculnya bank-bank digital dan fintech yang menawarkan solusi keuangan yang lebih mudah dan cepat. Sehingga penting untuk melakukan analisis terlebih dahulu bagi investor yang tertarik dengan saham Bank Danamon (BDMN).

Untuk itu, langsung saja simak ulasan singkat terkait analisis saham Bank Danamon berikut ini.

Profil Bisnis Bank Danamon

Bank Danamon adalah salah satu bank swasta di Indonesia dengan fokus pada bisnis perbankan ritel dan korporat. Bank ini menyediakan berbagai layanan keuangan seperti tabungan, deposito, pinjaman, kartu kredit, investasi, dan layanan perbankan digital. Adapun layanan solusi keuangan untuk bisnis seperti trade finance dan cash management.

Tidak hanya itu, Bank Danamon juga memiliki fokus pada sektor usaha kecil dan menengah (UKM) dan bisnis mikro melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Mikro.

Dalam beberapa tahun terakhir, bank ini memperkuat kehadirannya di bidang digital dan fintech dengan meluncurkan berbagai produk dan layanan digital seperti aplikasi mobile banking dan e-wallet.

Baca juga: Prospek Saham BABP: Kredit Meningkat dengan Kualitas yang Terjaga

Analisis Saham Bank Danamon

Sepanjang 2022 laba bersih yang didapat Bank Danamon sebesar Rp3,3 triliun atau tumbuh 110% dari tahun 2021 Rp1,6 triliun. Hal ini didorong oleh pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) dan penurunan biaya cost of credit.

NIM meningkat sebesar 30 basis poin dibanding tahun lalu menjadi 8%. Sementara itu cost of credit menyusut 200 basis poin dibanding tahun lalu menjadi 2,4%.

Di sisi lain total kredit dan pembiayaan selama tahun 2022 mengalami kenaikan 12% menjadi Rp146,7 triliun. Capaian ini merupakan yang tertinggi bagi Bank Danamon.

Pertumbuhan kredit tersebut didukung oleh kredit perbankan komersial dan institusi keuangan serta kredit konsumer yang masing-masing tumbuh sebesar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu merupakan hasil kolaborasi dengan mitra strategisnya, yaitu MUFG Group.

Meski kredit bertumbuh, analisis saham Bank Danamon dari sisi rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) terpantau turun jadi 2,6% atau membaik 10 basis poin jika dibandingkan dengan tahun 2021.

Selain itu, pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) Bank Danamon sebesar 12%, mencapai 63,9% dibandingkan tahun 2021 sebesar 59,1%. Itu berarti struktur deposit masih cukup kuat.  Dengan CASA yang bertumbuh, operasional bank dalam menghimpun dana dikatakan efisien.

Namun, loan to deposit ratio (LDR) naik dari 84,6% di 2021 menjadi 91,0% di 2022. Semakin besar LDR, tingkat likuiditas semakin rendah. Meski begitu LDR Bank Danamon masih dalam standar batasan LDR menurut BI di level 78-92%.

Baca juga: Analisis Saham ESSA: Cetak Rekor Pendapatan Tertinggi di 2022

Demikian adalah analisis saham Bank Danamon.  Bagaimana ulasannya secara teknikal? Cari tahu selengkapnya dengan upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade.

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


Pakai kode promo: BLOG (untuk dapat bonus 1 bulan)

analisis saham bank danamon

Atau hubungi tim sales Emtrade + 6282134277144


emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

ASII Cetak Rekor Laba Bersih, Segini Potensi Dividennya

28 Feb 2024, 13:22 WIB
article
ArtikelInsight

Laba Bersih AALI Turun 34% Sepanjang 2023, Kapan Ada Perbaikan?

27 Feb 2024, 16:43 WIB
article
ArtikelInsight

Laba Bersih BFIN Turun Secara Tahunan Namun Naik Secara Kuartalan, Apa Penyebabnya?

26 Feb 2024, 15:43 WIB
article
ArtikelInsight

AUTO Cetak Kinerja Positif, Berapa Potensi Dividennya?

23 Feb 2024, 16:43 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi