Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Deretan Saham dengan Dividen Tinggi, Tertarik?

4 Mar 2023, 13:18 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Beberapa emiten segera membagikan keuntungan kepada investor alias dividend yield dengan besaran di atas 10%, bahkan bisa mencapai 30% lebih!

Lantas apa saja emiten yang mampu memberikan yield jumbo dan bisa bikin investor happy?

Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim Emtrade, sejauh ini ada tujuh perusahaan yang mampu memberikan dividend yield sampai di atas 10%. Menariknya, mayoritas adalah perusahaan dengan bisnis tambang batu bara.

Wajar! Boom commodity yang membuat harga batu bara melayang, turut mengungkit laba emiten tambang. Hasilnya perusahaan berani menjanjikan pembagian dividen besar kepada investor.


ITMG

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) adalah emiten dengan prakiraan dividend yield tertinggi, nilainya mencapai 31%. Nilai dividen per saham yang dibagikan sebesar Rp11.761 dan harga penutupan pada perdagangan Kamis (2/3/2023), yakni Rp38.000 per saham.

Nilai dividen per saham tersebut didapatkan dari asumsi rasio pembayaran dividen tahun buku 2022 sama dengan tahun sebelumnya, yakni 70,35%. Sementara laba per saham pada 2022 ITMG adalah Rp16.718,75 dengan kurs Rp15.625/US$.

Meskipun rasio pembagian dividen sama, tetapi kenaikan laba membuat yield ITMG menjadi lebih tinggi dibanding tahun lalu sebesar 14,77%. Laba ITMG melejit 152% menjadi US$1,2 miliar atau berkisar Rp18,75 triliun.

BACA JUGA: Efek Inflasi Jelang Puasa ke Pasar Saham, Baca Analisisnya di Sini

Dividen per saham bisa ditentukan dari rasio pembagian dividen dikali dengan laba setahun penuh perusahaan. Pada saat ini yang digunakan adalah kinerja tahun buku 2022.

Sebagai informasi, tahun buku adalah tahun kinerja yang dilaporkan oleh perusahaan. Jika dikatakan tahun buku 2022, maksudnya adalah penghitungan berdasarkan hasil kinerja perusahaan pada 2022. Perlu dicatat, tahun buku beda dengan tahun pembagian dividen.

Hasil final besaran dividen yang akan dibagikan akan ditentukan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 30 Maret 2023.

BSSR

PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) menempati urutan kedua emiten dengan dividend yield tertinggi. Per Kamis (2/3/2023) dividend yield BSSR diperkirakan mencapai 30,83% saat harga sahamnya ditutup di Rp4.140 per saham.

Diprediksi dividen yang akan dibagikan BSSR sebesar Rp1.276,55 per saham dengan asumsi rasio pembayaran dividen tahun buku 2022 sama dengan tahun sebelumnya, yakni 75%. Sementara prakiraan laba per saham adalah Rp1.702,07.

PTBA

Ketiga adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang diprakirakan tingkat dividend yield mencapai 28,6% dengan asumsi nilai dividen per saham mencapai Rp1.144 dan harga saham pada penutupan perdagangan Kamis (2/3/2023) adalah Rp4.000 per saham.

Nilai dividen per saham berdasarkan asumsi rasio dividen sebesar 100% dari laba perusahaan pada tahun buku 2022. Angka tersebut sama seperti pembagian dividen dengan dasar tahun buku 2021, yakni 100%.

Optimisme tersebut terbangun melihat potensi pertumbuhan signifikan laba PTBA pada 2022. Hingga September 2022, PTBA membukukan laba sebesar Rp10 triliun atau laba per saham (EPS) sebesar Rp871.

Jika menggunakan metode trailing twelve month (TTM) untuk memprakirakan kinerja laba PTBA, maka EPS (earning per share) 2022 adalah sebesar Rp1.144 per saham.

UNTR

Manajemen PT United Tractors Tbk (UNTR) mengusulkan pembagian dividen total sebesar RP7.003 per saham. Sehingga dividend yield UNTR mencapai 24,72%. Padahal tahun lalu yield UNTR hanya berkisar 4% saja.

Rincian dividen UNTR adalah sebesar Rp818 per saham dividen interim dan Rp6.185 dividen final. Sehingga rasio pembagian dividen total mencapai 123%.

Usulan pembagian dividen yang besar tersebut karena performa UNTR yang cemerlang sepanjang 2022.

Sedikit gambaran mengenai kegemilangan kinerja UNTR pada 2022, yaitu laba yang melesat 104% dibandingkan dengan 2021 menjadi Rp21 triliun. Pertumbuhan laba tersebut mampu dicapai berkat pendapatan yang bertumbuh sebesar 55,6% menjadi Rp123,6 triliun.

Hasil final besaran dividen yang akan dibagikan akan ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada April 2023.

HEXA

Saham kelima dengan dividend yield terbesar adalah PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA). Dividend yield perusahaan alat berat tersebut per Kamis (3/3/2023) mencapai 13,79%.

Diprakirakan dividen yang dibagikan senilai Rp724 per saham dengan rasio pembayaran dividen sebesar 80%, sama dengan rasio tahun lalu.

Nilai dividen per saham didapatkan dari asumsi laba per saham sebesar Rp905, hasil perhitungan dengan metode TTM dikali dengan rasio pembayaran dividen 80%.

LPPF

Berbeda dengan lima saham di atas yang berkorelasi dengan batu bara, emiten satu ini bergerak di bisnis ritel.

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) akan membagikan dividen tahun buku 2022 dengan yield 10,5% per Kamis (2/3/2023).

Manajemen LPPF mengusulkan pembagian dividen kepada investor sebesar Rp525 per saham atau dengan rasio pembayaran 90%. Besaran rasio pembayaran lebih rendah dari tahun lalu yang mencapai 100%, tapi lonjakan pada laba LPPF membuat jumlah dividen yang dibagi ke investor juga turut makin besar.

Asal tahu saja, laba bersih LPPF senilai Rp1,28 triliun pada 2022 melesat 45,8% dibandingkan dengan 2021. Sementara laba per saham LPPF pada 2022 yakni Rp582.

MPMX

Emiten milik Sandiaga Uno akan membagikan dividen jumbo dengan dividend yield mencapai 10,2%. Prakiraan dividen yang akan dibagikan ke investor mencapai Rp125 per saham dengan asumsi rasio pembayaran dividen mencapai 100%.

Rasio pembayaran tersebut masih lebih rendah dari tahun buku 2020 dan 2021, yaitu masing-masing 425,93% dan 195,65%.

Namun ingat, dividen dengan tingkat dividen yield tinggi bukan berarti bisa langsung diburu dan pasti mendapatkan cuan yang besar. Untuk membeli saham dividen, kita juga perlu menganalisis waktu beli dengan analisis teknikal agar tidak terjebak oleh dividen trap. 

Dividen trap adalah ketika harga saham melejit tinggi saat jelang pembagian dividen hingga cum dividen, periode di mana pembeli sahamnya masih dapat hak dividen. Namun, setelah memasuki periode ex-dividen, periode di mana pembeli saham tidak dapat hak dividen, harga saham malah turun drastis. 

Tonton Juga: Cuantastik Pilih Saham Dividen Investing yang Cuan

Akhirnya, investor yang beli saham saat dekat-dekat periode cum-dividen bukannya untung karena mendapatkan tambahan dividen, tapi malah rugi. Soalnya, penurunan harga lebih dalam daripada tingkat dividend yield yang dibagikan. 

Lalu, bagaimana strategi beli saham dividen agar bisa dapat posisi terbaik?

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.


-FR-RE-SR-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi