Inflasi Indonesia DIproyeksi Melandai, Gimana Prospeknya?
https://emtrade.id/blog/10552/inflasi-indonesia-diproyeksi-melandai-gimana-prospeknya-
Mendekati Februari pelaku pasar mulai mengalihkan fokus menunggu rilis data inflasi Indonesia periode Januari 2023. Secara tahunan, market memproyeksi inflasi bisa turun ke 5,4% (vs. Desember 2022: 5,51%), sedangkan inflasi inti bisa turun ke 3,3% (vs. Desember 2022: 3,36%).
Apa Saja Faktor Pendorong Inflasi Melandai?
Ada beberapa faktor yang mendorong potensi melandai-nya Inflasi Januari 2023. Pertama, dari menurunnya harga sejumlah kebutuhan pokok akibat normalisasi harga bahan baku seiring membaiknya pasokan dan meredanya efek seasonality Nataru dan Imlek.
Kedua, dari penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi seperti Pertamax, Dexlite, dan Pertamina Dex sekitar 8% - 11% dan perlu diketahui, harga BBM menjadi kontributor utama kenaikan inflasi pada periode Desember 2022 (Figure 1). Oleh karena itu, dengan turunnya harga BBM akan semakin meringankan beban pengeluaran di sektor transportasi.
Figure 1. Inflasi Berdasarkan Kelompok
Source : BPS
Ketiga, dipengaruhi kolaborasi kebijakan pengendalian inflasi oleh pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Pemerintah menggunakan kebijakan fiskal dengan cara operasi pasar murah, kerjasama dengan daerah penghasil komoditas, dan mendukung dari APBD, dll.
Sedangkan, Bank Indonesia (BI) mengendalikan inflasi dengan menaikkan suku bunga. Diketahui BI sudah menaikkan suku bunga 6 kali berturut-turut sejak Agustus 2022, ini mengakumulasi kenaikan suku bunga 7DRRR sebesar 225 Bps menjadi 5,75% per Januari 2023
Baca juga : Suku Bunga BI Naik Lagi. Begini Prospeknya
Gimana Dampak Inflasi ke Depan?
Inflasi yang semakin melandai tentu saja akan semakin baik bagi pemulihan ekonomi Indonesia saat ini, terlebih inflasi per Desember 2022 mencapai 5,51% sudah diatas target BI yang sebesar 3% +/- 1% secara tahunan. .
Artinya, agar ketahanan ekonomi lebih kuat dibutuhkan inflasi yang semakin melandai dan terjaga stabil sesuai dengan target BI. Karena pada dasarnya, Inflasi yang baik adalah inflasi yang sedang-sedang saja (moderat) atau inflasi yang bisa dipertahankan stabil. .
Selain itu, jika inflasi terus melandai mendekati target maka ruang BI menaikkan suku bunga lagi akan semakin terbatas, yang mana ini bisa berdampak positif secara sistematik ke berbagai sektor karena beban utang akan lebih ringan.
Kesimpulannya, inflasi yang diproyeksikan melandai bagus bagi ketahanan ekonomi nasional, serta bisa meringankan beban utang perusahaan karena berkorelasi dengan kenaikan suku bunga BI yang semakin terbatas.
Mau belajar trading dan investasi saham lainnya secara praktis? yuk upgrade ke VIP member Emtrade.
Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.
Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.
-TN-
Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.
https://emtrade.id/blog/10552/inflasi-indonesia-diproyeksi-melandai-gimana-prospeknya-
Nasib Inflasi Jelang Bulan Puasa, Begini Efeknya ke Harga Saham
Saham Menarik Ketika Natal dan Tahun Baru, Gimmick atau Fenomena?
Kenaikan Suku Bunga BI Mulai Melandai, Begini Efeknya ke Saham
Kilas Balik Pasar Saham 2022: Nikel dan Kendaraan Listrik Jadi Primadona?
Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek
Terdaftar dan Diawasi
© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial