Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

BYAN dan ADRO Masuk Big Caps, Begini Sejarah 10 Big Caps Sejak 2011

19 Des 2022, 08:47 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Salah satu perbedaan paling mendasar antara trading dan investasi adalah pilihan sahamnya. Biasanya trader cenderung menyukai saham-saham yang lebih volatil seperti second liner dan third liner. Sedangkan investor jangka panjang memanfaatkan pergerakan saham first liner yang cenderung stabil dan tidak terlalu berfluktuasi.

Nah, jenis saham first, second, dan third liner ini dibedakan berdasarkan kapitalisasi pasarnya. First liner merupakan emiten dengan market cap paling besar, yakni lebih dari Rp10 triliun. Sedangkan second liner dan third liner masing-masing sebesar Rp500 miliar-Rp10 triliun dan kurang dari Rp500 miliar. 

Kalau kamu tertarik dengan big caps, ketahui saham-saham apa saja yang pernah dan masih masuk ke jejeran 10 big caps sebagai referensi pilihan saham.

ADRO  dan BYAN menjadi dua emiten batu bara yang berhasil tembus top 10 big caps di tahun ini. Sebelum booming komoditas, market cap ADRO sekitar Rp72 triliun di akhir tahun 2021. Namun, berkat harga sahamnya yang melesat, kapitalisasinya juga ikut melesat hingga Rp119 per 14 Desember 2022.

Adapun kenaikan harga saham BYAN membawa emiten milik Dato Low Tuck Kong ini masuk ke deretan tiga besar big caps di Indonesia. Saat ini kapitalisasi pasar BYAN sebesar Rp447 triliun, bahkan sempat menyentuh angka Rp507 triliun pada hari Rabu lalu (7/12).

Berikut adalah sejarah 10 big caps sejak tahun 2011.

2011


Pada tahun 2011 emiten BUMN PGAS  tembus top 10 big caps untuk pertama kalinya berada di urutan 10 dengan market cap Rp76 triliun. Kala itu PGAS melakukan ekspansi bisnis ke hulu gas melalui aksi akuisisi terhadap beberapa lahan gas sebesar US$250 juta untuk meningkatkan produksi gas perseroan.

2012 & 2013



Emiten semen SMGR pertama kali masuk top 10 big caps di tahun 2012 hingga 2013 menggantikan PGAS berada di urutan 10. Hal ini ditopang oleh penjualan semen pada semester I/2022 yang naik 15% lantaran sektor semen sedang bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir.

Adapun aksi akuisisi dilakukan terhadap perusahaan semen asal Vietnam, Thang Long Cement sebagai tonggak awal dalam ekspansinya di luar Indonesia. Tidak berhenti sampai situ, pada awal 2013 SMGR resmi menjadi perusahaan holding semen nasional dan berstatus sebagai induk dari Semen Padang, Semen Tonasa, dan SMGR sendiri.

Baca juga: Apa itu Market Cap? Definisi dan Strategi Investasi Berdasarkan Ukurannya

2014


Bank BUMN BBNI pertama kali masuk ke dalam deretan 10 besar market cap pada 2014. Di tahun ini BBNI melaporkan pertumbuhan pada kinerja keuangan perseroan. Sepanjang tahun 2013 laba bersih tumbuh 28,5% di mana 30% dari perolehan atau setara Rp2,716 triliun selanjutnya dibagikan ke pemegang saham sebagai dividen. Sementara itu kinerja kuartalan tahun 2014 juga terus mengalami peningkatan dari sisi laba bersih. Pada triwulan keempat BBNI meluncurkan aplikasi mobile banking.

2015 & 2016


Di tahun ini ICBP pertama kali tembus deretan 10 big caps. Setelah membangun anak usaha patungan PT Indofood Comsa Sukses Makmur (ICMS) bersama emiten Jepang JC Comsa di awal 2014, ICBP mengakuisisi JC Comsa dengan membeli 9,88% sahamnya di tahun 2015. Aksi ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama strategis guna meningkatkan potensi usaha ICBP baik di Indonesia maupun luar negeri, khususnya di ASEAN.

2017


Emiten alat berat UNTR turut menjadi bagian 10 besar market cap pada tahun 2017. Kala itu ada sentimen dari pembangunan PLTU Jawa 4 di Jepara. Dari sini perseroan mendapatkan recurring income dan pendapatan yang melejit. Soalnya,sepertiga dari kebutuhan batu bara disuplai oleh perusahaan di mana per tahunnya membutuhkan setidaknya 7 juta ton batu bara.

Selain itu ada sentimen dari rencana UNTR melalui anak usahanya PT Bina Pertiwi memperluas bisnis di sektor energi baru terbarukan (EBT).

Di sisi lain ada PGAS kembali masuk ke deretan 10 big caps lantaran ada sentimen dari Kerjasama dengan empat BUMN, yaitu Perum Jasa Titta II, PT Energy Management Indonesia, PT Pertamina (Persero), dan PT Hutama Karya (Persero). Hal ini dilakukan dalam rangka memperpanjang jangka waktu pemanfaatan lahan atas perjanjian sebelumnya.

Baca juga: Santa Claus Rally dan January Effect, Mana yang Lebih Cuan?

2018


BBNI dan ICBP kembali bangkit dan masuk top 10 big caps di tahun ini. Kala itu BBNI naik jadi peringkat 8 karena efek tambah modal untuk anak usaha senilai Rp3 triliun. Dana tersebut juga dialokasikan untuk rencana akuisisi tiga anak usaha baru di bidang yang berbeda-beda, yakni modal ventura, asuransi dan perbankan. Sedangkan ICBP mengakuisisi seluruh saham Nestle S.A guna perbesar pangsa produk makanan

2019 & 2020


Kemudian ada BRPT dan TPIA yang berhasil menembus jejeran top 10 big caps. Di tahun 2019 ada BRPT yang langsung masuk ke peringkat 9, kala itu BRPT berencana membangun aliansi bisnis dengan Samko Group melalui aksi akuisisi Samko Timber Ltd terhadap PT Sumber Graha Maluku (SGM), anak usaha tidak langsung yang dikendalikan BRPT. Nantinya SGM menjadi vehicle holding yang mengelola aset.

Di sisi lain anak usahanya, TPIA berhasil bertahan masuk big selama 2019 sd 2020 di peringkat 7. Pada 2019, TPIA berencana menggabungkan usaha dengan salah satu entitas anaknya, yaitu PT Petrokimia Butadiene Indonesia (PBI). Hal ini akan mengintegrasikan proses produksi secara keseluruhan, pemetaan produk yang lebih baik serta meningkatkan sinergi pengadaan dan akuntansi. Sehingga berpotensi meningkatkan kinerja operasional, efisiensi, dan efektivitas kegiatan usaha sehari-hari.

Kemudian pada tahun 2020 TPIA merger dengan entitas anak PT Styrindo Mono Indonesia (SMI) senilai Rp53 triliun.

2021


Era digital yang terjadi pada tahun 2021 menguntungkan beberapa emitennya, seperti EMTK dan ARTO. EMTK mengakuisisi Grab di mana sebelumnya Grab telah resmi menjadi pemegang saham EMTK melalui private placement. Sinergi yang dilakukan antara keduanya bertujuan untuk mengembangkan bisnis berbasis teknologi.

Sementara itu selama booming teknologi, ARTO sebagai bank digital murni pertama di Indonesia terkena durian runtuh. Apalagi setelah dilirik oleh banyak investor mulai dari Gojek, GIC Singapura, dan Ribbit. Harga saham ARTO naik 333% sepanjang tahun berjalan per 23 Desember 2021 dan berhasil masuk ke 10 big caps dengan menduduki peringkat ke-6. 

2022


Saham yang baru saja masuk ke top 10 big caps di tahun ini adalah BYAN dan ADRO. Seperti diketahui, booming komoditas terutama batu bara masih berlanjut sejak awal tahun 2022. Hal ini ditopang oleh beberapa faktor, seperti perang Rusia-Ukraina hingga permintaan dari China untuk kebutuhan pembangkit listrik. Suplai yang terbatas di kala demand yang tinggi ini membuat harganya melambung, termasuk harga saham emitennya.

Baca juga: Strategi Cicil Beli Saham Investing Saat Harganya Terkoreksi

Itu tadi sejarah 10 big caps sejak 2011 yang harus kamu tahu. Walaupun suatu saham masuk ke dalam deretan tersebut, kamu tetap perlu analisis lebih dalam untuk pilih mana yang paling prospektif ke depannya. Jadi, daftar big caps tadi tidak serta merta bisa dijadikan tolok ukur apakah sahamnya bagus atau tidak ya.

Nah, kalau kamu mau dapat trading signal dan dapat edukasi termasuk analisisnya,upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi