Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconFundamental

Begini Efek Current Account ke Pasar Saham

22 Nov 2022, 17:33 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image
Neraca Berjalan (Current Account) merupakan salah satu komponen penting dalam neraca dagang sebuah negara mengingat biasanya dijadikan salah satu petunjuk penting untuk melihat komposisi nilai ekspor dan impor yang terjadi pada suatu negara. 

Current account adalah bagian neraca pembayaran yang terdiri dari neraca perdagangan, pendapatan faktor bersih (selisih antara pendapatan faktor produksi dalam bentuk modal atau upah warga suatu negara dari luar negeri dengan penduduk asing di negara tersebut), dan transfer unilateral (transfer uang sepihak seperti pengiriman uang pekerja bantuan asing langsung, dan hadiah)

Secara definisi, current account adalah jumlah selisih diantara nilai ekspor dan juga nilai impor dalam suatu negara di mana perhitungan ini mencakup seluruh transaksi barang dan jasa, namun tidak termasuk komponen utang (kewajiban).


Oleh karena itu, current account akan menunjukan dengan jelas bagaimana kondisi terakhir nilai ekspor dan juga impor sebuah negara, sehingga bisa terlihat apakah negara sedang mengalami surplus atau justru mengalami minus.

Sebagai contoh, misalnya sebuah negara memiliki nilai ekspor yang lebih tinggi dari nilai impornya, maka kondisinya adalah surplus. Begitu juga sebaliknya apabila sebuah negara memiliki nilai ekspor yang lebih rendah daripada nilai impornya, maka kondisinya adalah minus atau defisit. 

Kondisi Current Account Positif dan Current Account Negatif


Umumnya, current account bisa menunjukan positif atau negatifnya kondisi ekonomi sebuah negara. Saat sebuah negara lebih banyak melakukan kegiatan ekspor dibanding impor, maka secara otomatis current accountnya akan berada dalam posisi surplus dan ini merupakan zona positif. 

Sebaliknya, jika sebuah negara lebih banyak melakukan kegiatan impor daripada ekspor, maka current accountnya akan berada pada posisi minus atau di zona negatif.

Sebagai contoh, pada kuartal II/ 2022, Current account Indonesia tercatat surplus US$2,4 miliar setelah mengalami defisit US$1,8 miliar pada kuartal sebelumnya. Dengan surplusnya current account tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2022 mencapai US$136,4 miliar, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional.

Figure 1: Posisi Current Account Indonesia hingga Juni 2022

Sumber: Bank Indonesia

Perhitungan current account melibatkan banyak pihak, terutama pihak pemerintah maupun oleh swasta yang pada dasarnya turut serta berkontribusi dalam neraca perdagangan sebuah negara. Artinya, perhitungan current account  akan melibatkan seluruh uang yang masuk ke dalam negara dan juga uang yang dibelanjakan dari negara tersebut.

Current Account dan Pengaruhnya terhadap Kurs Mata Uang dan Pasar Saham


Current account juga dianggap berperan penting dalam menentukan nilai tukar mata uang sebuah negara. 

Current account bisa dibilang akan menentukan kemampuan sebuah negara untuk berinvestasi di luar negeri, karena indikator ini akan menentukan kemampuan nilai tukar mata uang sebuah negara terhadap mata uang negara asing. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan aktivitas investasi yang dilakukan oleh pihak pemerintah saja, namun juga investasi yang dilakukan oleh pihak swasta.

Saat nilai impor (pembelian dari luar negeri) lebih besar daripada nilai ekspor (penjualan ke luar negeri), maka pastinya jumlah permintaan terhadap mata uang Rupiah (lokal) akan menjadi lebih sedikit. Di saat bersamaan permintaan akan mata uang asing akan menjadi lebih banyak, karena pembelian tersebut harus dilakukan dengan menggunakan mata uang asing. 

Tingginya permintaan mata uang asing seperti ini akan membuat nilai tukar mata uang domestik (Rupiah) cenderung melemah. Kondisi ini bisa membuat neraca dagang sebuah negara jadi defisit.

Sebaliknya, ketika nilai ekspor lebih besar daripada nilai impor, maka permintaan akan mata uang lokal akan semakin tinggi. Negara tujuan ekspor harus membayar pembelian mereka dengan menggunakan mata uang lokal. Tingginya permintaan mata uang lokal seperti ini akan membuat nilai mata uang lokal tersebut meningkat. Kondisi ini jugalah yang akan secara otomatis membuat neraca dagang menjadi surplus. 

Dalam kondisi surplus seperti ini, negara akan memiliki jumlah modal yang lebih banyak, sehingga dapat melakukan kegiatan investasi di luar negeri dan mendapatkan lebih banyak devisa dari aktivitas keuangan tersebut. Kondisi keuangan negara yang seperti ini akan membuat nilai tukar mata uang lokal cenderung lebih stabil, begitu juga dengan harga berbagai kebutuhkan pokok di pasaran.

Sebagai penutup, pentingnya current account bagi indikator kondisi negara juga tentunya akan mempengeruhi perspektif investor terhadap kondisi ekonomi negara kedepannya. Semakin positif kondisi current accountnya, maka pasar saham tentunya juga akan merespon dengan positif. Begitu pun sebaliknya, bila current account defisit, maka perspektif investor terhadap kondisi ekonomi suatu negara juga akan ikut turun. Akibatnya, hal ini dapat memicu kurang menggairahkannya kondisi pasar saham suatu negara.

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


-WS-


Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Nasib Inflasi Jelang Bulan Puasa, Begini Efeknya ke Harga Saham

27 Feb 2023, 11:25 WIB
article
ArtikelInsight

Inflasi Indonesia DIproyeksi Melandai, Gimana Prospeknya?

30 Jan 2023, 14:50 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Saham Menarik Ketika Natal dan Tahun Baru, Gimmick atau Fenomena?

24 Des 2022, 10:27 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kenaikan Suku Bunga BI Mulai Melandai, Begini Efeknya ke Saham

22 Des 2022, 15:00 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi