Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Alasan Nilai Tukar Rupiah Bisa Melemah dan Dampaknya Terhadap Negara

10 Nov 2022, 16:18 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
alasan nilai tukar rupiah bisa melemah

Kurs rupiah terus mengalami pelemahan sejak bulan Agustus lalu. Per 8 November 2022, rupiah ada di level Rp15.685 per dolar AS. Hal ini menyebabkan risiko ke ekonomi Indonesia, seperti potensi kenaikan inflasi yang diakibatkan oleh kenaikan pada bahan baku impor.

Dengan begitu emiten yang harus mengimpor bahan baku otomatis akan terbebani dari mahalnya nilai dolar AS. Tak terkecuali emiten yang memiliki porsi utang dengan denominasi dolar AS sementara realisasi pendapatan menggunakan rupiah pun turut terdampak secara negatif.

Memang apa sih yang menyebabkan nilai tukar rupiah bisa melemah? Dan bagaimana dampaknya terhadap Indonesia? Langsung saja simak artikel ini sampai selesai.

Penyebab Nilai Tukar Rupiah Melemah

Pada dasarnya tingkat supply and demand dolar AS dan rupiah lah yang mampu menggerakkan nilai tukar. Nah, ini berkaitan dengan beberapa hal di antaranya adalah:

Ekspor-Impor

Ketika Indonesia ekspor, maka secara tidak langsung akan ada permintaan terhadap rupiah dari hasil penjualan produk ke luar negeri. Dengan begitu ketika permintaan rupiah meningkat nilai rupiah juga akan naik.

Begitu juga sebaliknya. Jika Indonesia lebih banyak melakukan impor dari negara lain, maka ada permintaan kurs mata uang negara tersebut yang hasilnya mendorong nilai tukar mata uang mereka. Semakin besar nilai impor, maka nilai rupiah akan semakin tertekan. Sebaliknya, semakin kecil nilai impor, maka nilai rupiah akan meningkat. 

https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/membership-media/public/uploads/posts/1668051926_alasan_nilai_tukar_rupiah_bisa_melemah.jpg

Sebagai contoh, nilai ekspor-impor saat ini masih surplus atau positif. Sehingga kecenderungan terhadap rupiah relative lebih tinggi.

Pembayaran Utang Luar Negeri

Utang luar negeri biasanya berbasis dalam mata uang dolar AS. Jadi apabila pemerintah bayar utang, itu artinya akan ada permintaan terhadap kurs dolar AS. Dengan kondisi seperti ini, ada kecenderungan di mana nilai dolar AS akan menguat dan rupiah melemah.

Kenaikan dan Penurunan Suku Bunga

Seperti diketahui, The Fed sebagai bank sentral bertanggung jawab dalam menangani kondisi ekonomi AS dengan mengatur kebijakan moneter. Salah satunya dengan menyesuaikan tingkat suku bunga acuann.

Tujuan utama bank sentral di seluruh dunia untuk menaikkan suku bunga adalah membatasi jumlah uang yang beredar di masyarakat. Itu berarti ketika suku bunga The Fed naik secara agresif, dampaknya dolar AS yang beredar akan menyusut. Berhubung suplainya sedikit, nilai dolar AS berpotensi naik dan nilai rupiah akan turun.

Lalu, jika suku bunga The Fed naik, investor asing yang berinvestasi di negara emerging market seperti Indonesia berpotensi keluar dan memindahkan dananya ke obligasi pemerintah AS, yang lebih rendah risiko. Untuk itu, ketika rupiah melemah saat The Fed menaikkan suku bunga, Bank Indonesia juga merespons dengan menaikkan suku bunga demi membuat tingkat imbal hasil obligasi di Indonesia menarik dan meredam arus modal keuangan.

Baca juga: Rupiah Melemah, Ini Dampaknya Terhadap Kinerja Emiten

Dampak Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Beban Impor Meningkat

Dengan melemahnya nilai tukar rupiah, beban terhadap impor akan menjadi semakin tinggi. Katakanlah Indonesia impor minyak 1 barrel seharga US$100. Jika nilai rukar rupiah terhadap dolar AS sekarang Rp14.000, maka hanya butuh Rp1.400.000 untuk bisa beli 1 barrel.

Akan tetapi karena nilai tukar rupiah turun ke posisi Rp15.000, maka biayanya menjadi lebih mahal di Rp1.500.000 per barrel dengan asumsi harga minyak yang sama.

Capital Outflow dari Asing

Salah satu alasan mengapa asing tertarik untuk berinvestasi di suatu negara adalah karena nilai tukar negara tersebut kuat. Sebab dengan begitu ketika merealisasikan keuntungan dan kembali ke dolar AS, mereka tidak hanya untung dari nilai aset investasinya, seperti saham atau obligasi, tetapi juga nilai tukar.

Maka indikasinya apabila nilai tukar rupiah melemah, hal ini berpotensi mendorong adanya capital outflow asing atau modal asing yang keluar dari dalam negeri. Alasannya karena asing melihat berinvestasi di Indonesia tidak cukup menarik. Dengan catatan jika hanya mempertimbangkan faktor kurs saja.

 Memicu Kenaikan Suku Bunga

Dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, BI harus berupaya menaikkan suku bunga supaya jumlah rupiah yang beredar tidak terlalu banyak. Dampaknya jika suplai rupiah menipis, kurs rupiah akan meningkat.

Baca juga: Risiko Fluktuasi Kurs Rupiah, Begini yang Harus Dilakukan Investor

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Inflasi Turun Jadi 2,57% di Januari 2024, Simak Dampaknya ke Saham

1 Feb 2024, 15:05 WIB
article
ArtikelInsight

Dampak Suku Bunga BI yang Ditahan Saat The Fed Masih Berpotensi Hawkish

22 Sep 2023, 16:01 WIB
article
ArtikelInsight

Dampak Ketentuan Suku Bunga LPR China ke Saham Indonesia

23 Agu 2023, 11:24 WIB
article
ArtikelInsight

Keruntuhan SVB: Apa yang Sebenarnya Terjadi dan Bagaimana Dampaknya ke Indonesia?

17 Mar 2023, 14:39 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi