Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

Pilih Jadi Swing Trader atau Super Trader? Harus Tahu Ini Dulu!

11 Mar 2023, 11:07 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Ada beberapa strategi yang bisa digunakan saat berinvestasi saham. Baik itu investasi jangka panjang maupun trading. Masing-masing dibagi menjadi beberapa strategi lagi. Contohnya, untuk trading ada swing trading dan super trading.

Hal mendasar yang membedakan keduanya adalah jangka waktu berapa lama saham akan di-hold. Swing trading berkisar beberapa hari, sedangkan super trader berkisar beberapa bulan. Nah, setelah dengar ini mungkin kamu jadi bingung, mana yang seharusnya dipilih? Swing trading atau super trader? Baca dulu penjelasannya dari Ellen May, Founder dan CEO Emtrade di bawah ini.

Potensi Profit dan Posisi Stop Loss

Potensi profit dari swing trading saat market sideways sekitar 1-5%. Namun jika market sedang uptrend, bisa sekitar 10-15%. Sedangkan potensi profit dari super trader itu rata-rata sekitar 30%, bahkan bisa sampai 100% kalau sahamnya naik terus secara tren.

Kemudian pembatasan risiko swing trading maksimal 5% di bawah support dan super trader maksimal 10% di bawah support.

Baca juga: Strategi Scalping, Swing, dan Super Trader, Apa Bedanya?

Konsekuensi

Konsekuensi dari swing trading adalah harus cepat jual saham. Artinya kalau trennya naik, maka trader akan kehilangan barang karena saham yang dibeli di bawah sudah dijual.  Lalu ketika market sedang sideways, trader terutama yang masih pemula akan kebingungan karena sebentar profit taking, sebentar stop loss.

Sementara itu konsekuensi dari super trader sebenarnya bisa dibilang mirip dengan investor, yakni yakin ketika ada retracement atau koreksi normal. Tandanya dilihat dari penurunan harga saham dengan volume kecil. Jadi harus sabar dan siap menghadapi floating loss sampai nanti berbalik arah lagi. Sebagai informasi, floating loss adalah kerugian sementara yang belum direalisasikan.

Lalu, dari segi konsekuensinya, mana yang lebih baik? Kelebihan menjadi seorang swing trader adalah ketika harga saham turun maka sudah bisa profit lebih dulu.

Contoh ilustrasi:

A dan B beli saham di harga yang sama. A untuk swing trading dan B untuk super trader. Selang beberapa waktu, harga saham terus mengalami kenaikan lalu muncul candle reversal. Si A jual saham. Setelah dijual ternyata saham lanjut turun. Si B tetap hold sahamnya karena berpikir hanya koreksi normal. Begitu turun kena support, ternyata breakdown tajam. Otomatis di sini A lebih untung daripada B.

Meski begitu ada satu kondisi di mana super trader akan lebih untung daripada swing trader.

Contoh ilustrasi:

Masih dengan cerita trading si A dan B. Jika setelah retracement harga saham naik lagi, maka yang lebih untung si B. Kenapa? Karena saham milik A sudah dijual, sedangkan B masih hold sahamnya, sehingga secara capital gain lebih besar keuntungan B dibandingkan A.

Baca juga: Strategi Trend Following Saham: Pengertian dan Cara Jual-Beli

Cara Exit

Cara exit swing trading adalah dengan memerhatikan candle reversal yang mungkin muncul setelah naik beberapa hari. Candle ini punya ekor berukuran panjang. Bisa juga candle merah yang artinya ada tekanan jual tinggi. Jika candle reversal muncul, kita bisa mulai lakukan penjualan untuk amankan modal sebelum saham turun lebih dalam

Sedangkan super trader ketika saham breakdown dari support MA20. Indikator MA20 mengukur rata-rata harga saham selama 20 hari terakhir. Jika tertembus oleh harga saham, dengan konfirmasi volume besar, berarti tren naik jangka menengah mulai berakhir dan harus antisipasi untuk exit. Meski begitu harus hati-hati saat sideways karena sinyal yang diberikan akan jadi kurang akurat.

Baca juga: Saham Breakout dengan Volume Kecil, Masih Bisa Dibeli?

Swing Trader atau Super Trader?


Pilihan strategi yang mau dipakai disesuaikan kembali dengan tren market. Dalam kondisi market yang uptrend, boleh pakai swing trading dan super trader. Namun jika trennya sedang sideways, lebih baik pertimbangkan untuk pakai super trader. Soalnya swing trading akan menjadi kurang maksimal. Jika belum terbiasa dengan strategi ini, bisa jadi hari ini beli tapi besok sudah merah.

Baca juga: 3 Cara Profit Taking Saham Tanpa Takut Harganya Naik Lagi

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelTeknikal

Ciri-Ciri Saham yang Menarik untuk Trading Saat Market Turun

10 Jan 2023, 15:32 WIB
article
ArtikelPemula

Kamu Bisa Jadi Full Time Trader Kalau…

13 Okt 2022, 16:20 WIB
full time trader
ArtikelPsikologi Trading

3 Mindset Trader Saham yang Penting Dimiliki Agar Lebih Konsisten

5 Sep 2022, 16:01 WIB
mindset trader
ArtikelPemula

3 Kesalahan Trading Saham yang Bikin Kamu Susah Cuan

1 Sep 2022, 14:52 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi