Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Saham UNVR Naik Hampir 10%, Begini Prospek Ke Depannya

19 Okt 2022, 18:14 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image
PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) kembali menghebohkan papan kinerja pasar saham Indonesia pada 19 Oktober 2022. Sebagai catatan, UNVR tercatat melompat lebih dari 5% hingga mencapai titik tertingginya di 5350 dan menjadikannya sebagai salah satu saham paling atraktif di perdagangan Rabu, 19 Oktober 2022. 

Dan lagi, investor asing tercatat mengakumulasi saham UNVR dalam beberapa minggu terakhir. Lantas, apa penyebab apresiasi pada perusahaan produsen merek Sunlight ini? Apakah memang kinerja yang diekspektasikan membaik? 

Berikut sedikit ulasan kami tentang kemungkinan naiknya saham UNVR hari ini.

Normalisasi Harga Sawit masih menjadi Angin Segar bagi prospek saham UNVR

Penurunan saham UNVR yang terjadi dalam satu tahun terakhir merupakan implikasi dari naiknya beban produksi perseroan yang membuat tren margin untung kotor mengalami degradasi dalam kinerja kuartalan terakhir. Merujuk pada data mpoc.co.id, harga sawit sendiri kini berada dibawah tren harga RM4000 setelah sebelumnya sempat bertahan di level tertinggi di level 7000 ringgit Malaysia per ton pada Mei 2022.

Figure 1: Tren harga CPO secara tahunan



Turunnya harga sawit tentunya direspon positif bagi emiten yang bergerak di sektor konsumer, terutama UNVR. Dengan harga bahan baku yang lebih rendah, perusahaan tentunya diprediksi dapat kembali menjaga nilai margin untung perusahaan dan memaksimalkan nilai keuntungan bagi pemegang saham.

PTBA Effect, Dividend Hunter Lari Kembali ke Unilever Indonesia?


PTBA memang dikenal sebagai salah satu emiten komoditas yang royal membagikan labanya dalam bentuk dividen. Pasca adanya aksi divestasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT. PLN yang mengharuskan PTBA membeli aset tersebut dengan nilai mencapai Rp12 triliun, investor tentunya mendadak pesimis terhadap prospek dividen PTBA yang selama ini selalu menjadi incaran bagi pemburu dividen. Hal ini lantaran PTBA dikenal royal dalam membagikan dividen yang mencapai 100% dari total laba pada kinerja tahun 2021 lalu.


Dengan adanya efek dari kewajiban pembelian aset ini, kami menilai PTBA kemungkinan besar akan menggunakan dana alokasi dividen ke pemegang saham tersebut untuk mengeksekusi rencana divestasi ini. Hal ini tentunya mendorong adanya peralihan investor pemburu dividen dari PTBA ke UNVR yang merupakan salah satu dividend player incaran pelaku pasar juga.

Valuasi UNVR Sudah Murah?


Valuasi UNVR memang tidak murah, namun jika diukur dengan harga historisnya maka secara psikologis, market masih menganggap saham UNVR lebih rendah dari torehan tahun sebelumnya yang pernah diperdagangkan di area level 7500-an.

Dari sisi valuasi Price to Earnings Ratio (P/E) di level 29,7x, UNVR pun dianggap tidak lebih atraktif dari peers-nya yang sebagian diperdagangkan dibawah level 29x. Secara P/E forward, UNVR juga dihargai dibawah dari -1 standard deviasi dari P/E 5 tahunan mereka. Begitu juga dengan Price to Book Ratio (P/B), dimana saat ini UNVR masih dihargai di 2,97x.





Figure 2: P/E Forward (2018-2022) UNVR

Karena itulah, kami melihat adanya kemungkinan pelaku pasar memanfaatkan objektivitas penurunan harga saham UNVR sebagai titik akumulasi yang atraktif. Adanya risiko perlambatan ekonomi dan resesi ekonomi pun dinilai kuat menjadi stimulus investor untuk kembali mengamankan dananya ke saham UNVR yang dianggap defensif.

Meski UNVR diyakinin memiliki potensi upside yang cukup menarik dilihat dari alasan-alasan di atas, kami masih melihat adanya beberapa risiko yang perlu diantisipasi oleh pelaku pasar. Sebut saja, potensi pelemahan konsumsi masyarakat yang berpotensi menjegal prospek penjualan produk-produk barang konsumen seperti yang dimiliki UNVR. 

Meski demikian, konsensus mengekspektasikan bahwa kinerja UNVR akan membaik menjadi Rp40,18 per lembar saham. Sebagai catatan, UNVR diproyeksikan akan segera merilis kinerja periode kuartal III/2022 dalam pekan depan. 

Mau investasi dan trading saham didampingi oleh coach berpengalaman? yuk upgrade jadi VIP member Emtrade

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

-WS-


Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Inflasi Indonesia DIproyeksi Melandai, Gimana Prospeknya?

30 Jan 2023, 14:50 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Saham Menarik Ketika Natal dan Tahun Baru, Gimmick atau Fenomena?

24 Des 2022, 10:27 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kenaikan Suku Bunga BI Mulai Melandai, Begini Efeknya ke Saham

22 Des 2022, 15:00 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kilas Balik Pasar Saham 2022: Nikel dan Kendaraan Listrik Jadi Primadona?

22 Des 2022, 15:02 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi