Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

Arti Tick dalam Saham: Pengertian, Aturan yang Berlaku, dan Kegunaannya

11 Okt 2022, 16:14 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
arti tick dalam saham

Apa arti tick dalam saham? Sebagai trader maupun investor mungkin kamu sudah pernah dengar dan paham dengan istilah satu ini. Namun masih banyak pemula yang bingung tentang maskud dari tick dan mengapa bisa berbeda dari satu saham dengan saham lainnya. Memang apa sih maksudnya? Lalu apa kegunaannya? Mari kita bahas selengkapnya di artikel ini.

Pengertian Tick Saham

Istilah tick adalah ukuran pergerakan minimum atau satuan kelipatan dari harga saham baik ke atas maupun ke bawah. Tick juga kerap disebut dengan istilah fraksi. Jadi kamu tidak perlu bingung kalau bertemu dengan kedua istilah ini karena punya arti yang sama.

Satu tick di suatu saham akan berbeda dengan saham yang lain tergantung dengan harganya. Sehingga secara persentase juga akan berbeda. Seperti misalnya saham-saham murah akan lebih besar persentasenya jika dibandingkan dengan saham-saham premium atau mahal.

Dalam praktiknya, saham yang masuk ke dalam kelompok harga murah cenderung lebih volatil daripada saham mahal. Soalnya, investor ritel dan manajer investasi dipastikan mampu untuk membeli saham tersebut. Alhasil harganya akan lebih mudah digerakkan bahkan hingga auto reject atas (ARA) atau auto reject bawah (ARB). Ditambah lagi jika ada sentimen tertentu yang bisa membawa dampak pada saham tersebut.

Di Indonesia sendiri kelipatan harga yang diperbolehkan diatur oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini bertujuan agar perdagangan saham menjadi lebih teratur dan sesuai dengan mekanisme pasar.

Baca juga: Apa itu Market Cap? Definisi dan Strategi Investasi Berdasarkan Ukurannya

Memahami Arti Tick dalam Saham dari Aturannya

Pada Mei 2016 BEI menetapkan aturan tick size baru yang sampai saat ini masih berlaku. Aturan tersebut dibedakan berdasarkan kelompok harga saham. Mulai dari kurang dari Rp200 hingga lebih dari Rp5.000 per lembar.

arti tick dalam saham

Saat ini saham dengan harga kurang dari Rp200 memiliki tick sebesar Rp1 dan maksimal perubahan adalah Rp10. Maksudnya gimana? Misalnya, saham A dibuka dengan harga Rp165. Itu berarti harganya hanya akan berubah Rp1 per kali penawaran. Jadi jika naik, perubahan kelipatan harga yang mungkin terjadi Rp166, Rp167, Rp168, dan seterusnya. Dengan catatan maksimal perubahannya Rp10. Sehingga harga penutupan maksimal menjadi sebesar Rp175 pada perdagangan hari tersebut.

Masih bingung dengan arti tick dalam saham? Perhatikan ketentuan saham dengan range harga Rp200 - tick sebesar Rp2 dan maksimal perubahan adalah Rp20. Jika suatu saham memiliki harga pembukaan Rp224, artinya perubahan kelipatan yang mungkin terjadi Rp226, Rp228, dan seterusnya apabila mengalami kenaikan.

Jadi di bid-offer tidak akan muncul harga Rp227, Rp 229, dan lain-lain yang kelipatannya bukan Rp2. Nah, berhubung maksimal perubahannya sebesar Rp20, maka harga penurupan maksimal Rp244 pada perdagangan hari tersebut. Begitu pun dengan range harga saham lain sesuai dengan aturan BEI.

Hal ini penting untuk dipahami karena apabila order yang dimaksukkan tidak sesuai fraksi harga, order akan ditolak secara otomatis oleh sistem Jakarta Automatic Trading System (JATS).

Baca juga: Apa itu Likuiditas Saham?

Kegunaannya

Aturan ini diatur BEI bukan tanpa alasan. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa penerapannya dilakukan agar setiap mekanisme transaksi atau bid-offer di pasar saham berjalan secara teratur dan kondusif. Dengan adanya aturan kelipatan harga, proses antrian bid-offer menjadi lebih tertata.

Sementara itu dari sudut pandang investor, arti tick dalam saham bisa menjadi salah satu strategi untuk memaksimalkan potensi profit sekaligus memitigasi risiko kerugian. Contohnya ketika market sedang uptrend, investor dapat mempertimbangkan untuk beli saham-saham dengan fraksi harga besar. Alasannya karena potensi keuntungan yang akan didapatkan menjadi lebih besar.

Sebaliknya, ketika market sedang turun, saham dengan fraksi harga kecil bisa menjadi pilihan yang tepat karena kerugian yang dialami akan menjadi lebih sedikit.

Baca juga: [Artikel Panduan] Belajar Analisis Fundamental Part 1: Basic

Nah, itu tadi penjelasan tentang arti tick dalam saham yang harus pemula pahami. Mau belajar saham lebih jauh sekaligus dapat trading signal dari Stock Picks Emtrade?

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelPemula

Perhitungan Break Even Point Supaya Kamu Tahu Sudah Untung atau Belum

13 Jan 2023, 16:28 WIB
article
ArtikelPemula

Istilah Price In Harga Saham, Apa Maksudnya?

10 Nov 2022, 16:18 WIB
price in harga saham
ArtikelPemula

Aset Safe Haven Emas, Pahami Maksud dan Keuntungannya Di Sini

11 Nov 2022, 16:21 WIB
aset safe haven emas
ArtikelPemula

Ekonomi AS Diprediksi Double-Dip Recession, Apa Maksudnya?

2 Nov 2022, 15:45 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi