Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

10 Istilah yang Muncul Saat Harga Saham Turun

7 Okt 2022, 17:32 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
harga saham turun

Sebagai instrumen investasi pasar modal yang paling volatil, harga saham bergerak naik dan turun dari waktu ke waktu. Apalagi saham-saham yang secara kapitalisasi tergolong kecil. Tingkat volatilitasnya justru lebih besar dibandingkan big caps.

Nah, ketika saham lagi turun, apa saja istilah yang sering muncul? Pemula wajib tahu nih supaya tidak out of topic.

Downtrend / Bearish

Kondisi downtrend menunjukkan harga saham yang menurun dan ditandai oleh posisi chart yang juga semakin menurun. Ciri-cirinya adalah harga membentuk lower high atau puncak yang lebih rendah daripada puncak sebelumnya, dan lower low atau jurang yang lebih rendah daripada jurang sebelumnya.


Downtrend memiliki makna yang sama dengan istilah bearish. Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa Inggris “bear” atau beruang. Disebut bearish karena cara bertarung seekor beruang biasanya menggunakan cakar dengan pola Gerakan dari atas ke bawah. Analogi ini mewakili harga saham yang semula ada di atas bergerak turun ke bawah.

Baca juga: Strategi Trading Saham Downtrend

Breakdown

Breakdown saham adalah istilah teknikal yang menunjukkan kondisi harga saham turun hingga menembus area support. Apa itu? Support merupakan level psikologis harga yang menahan supaya saham tidak jatuh terlalu dalam. Jadi apabila tersentuh, harga saham berpotensi memantul kembali ke atas. Sedangkan resisten adalah level psikologis harga yang menahan supaya saham tidak naik terlalu tinggi.

Namun, level support tetap bisa tertembus. Dan ketika ini terjadi, maka disebut sebagai breakdown yang mengindikasikan bahwa saham akan terus melanjutkan penurunan. Sehingga level support yang lama akan menjadi level resisten yang baru.

Baca juga: Breakdown Saham Adalah Sinyal Negatif yang Harus Diantisipasi, Apa Itu?

ARB

ARB adalah singkatan dari Auto Reject Bawah yang artinya batas maksimum penurunan harga saham dalam satu hari. Ini yang membuat saham akan mentok pada harga tertentu saat turun drastis. Aturannya, maksimal turun sebesar 7%. Hal ini bertujuan agar pasar menjadi tidak terlalu volatil dan transaksi jual-beli pun berjalan dengan kondusif.

Biasanya saham dengan kapitalisasi pasar kecil lebih rentan terkena ARB. Misalnya saham second liner dan third liner. Namun tidak menutup kemungkinan  first liner yang notabene-nya punya fundamental kuat terkena auto reject. Apakah suatu saham akan ARB atau tidak itu bergantung pada faktor ekonomi makro maupun fundamental perusahaan yang mungkin kinerjanya sedang mengalami penurunan.


Baca juga: 3 Cara Menjual Saham ARB untuk Meredam Kerugian

Serok

Istilah ini biasanya ramai digunakan trader dan investor saat pasar saham sedang mengalami penurunan secara signifikan. Serok merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan aksi membeli saham yang harganya sedang turun dengan tujuan dapat harga bawah.

Di Amerika Serikat serok disebut dengan istilah bottom fishing dengan makna yang serupa, yaitu beli saham saat harganya dianggap telah mencapai titik paling rendah pasca penurunan yang drastis.

BACA JUGA: Perhitungan Break Even Point Supaya Kamu Tahu Sudah Untung atau Belum

Nyangkut

Istilah nyangkut menggambarkan situasi di mana harga saham yang telah dibeli tidak bergerak sesuai harapan dan malah berbalik menuju penurunan. Biasanya terjadi karena beli saham di harga tinggi. Sehingga pelaku pasar ragu untuk melakukan pembatasan risiko karena kerugian yang akan ditanggung sangat besar. Dengan begitu, saham tersebut terjebak pada posisi nyangkut.

Saham akan terbebas dari posisi tersebut saat harganya berada di posisi yang lebih tinggi daripada harga beli. Makanya mereka yang punya saham nyangkut biasanya akan mulai kurangi muatan atau jual bertahap saat harga saham perlahan naik.

Baca juga: Cara Mengatasi Saham Nyangkut

Panic Selling

Harga saham yang turun drastis mendorong banyak pelaku pasar terutama trader untuk melakukan panic selling. Panic selling merupakan peristiwa yang terjadi akibat rasa panik dan khawatir akan kejatuhan harga saham. Dalam fenomena ini, banyak yang tidak sabar ingin segera menjual kepemilikan saham tanpa peduli harganya karena takut saham akan semakin jatuh. 


Seperti namanya, panic selling sering kali dipicu oleh emosi dan ketakutan daripada analisis yang rasional. Nah, tekanan jual yang tinggi di pasar yang kemudian semakin menekan harga saham. 

BACA JUGA: Istilah Price In Harga Saham, Apa Maksudnya?

Fase Kapitulasi


Fase kapitulasi adalah stage 4 dari siklus harga saham yang menunjukkan saham berada di masa downtrend. Fase ini biasa disebut dengan bearish continuation yang artinya kelanjutan penurunan akibat tekanan jual dari panic selling yang dilakukan sebagian besar pelaku pasar.

Maka dimulainya masa downtrend ditandai oleh harga saham yang membentuk banyak lower low dan lower high. Selain itu bisa dilihat dari harga saham yang mengalami breakdown dari sideways dan membentuk pola chart bearish continuation.

Namun, tidak semua saham yang turun berada di fase kapitulasi. Mungkin saja penurunan terjadi hanyalah koreksi normal di tengah-tengah tren yang lebih besar seperti sideways atau uptrend.

Baca juga: 3 Tanda Harga Saham Masuk ke Fase Downtrend

Bearish Continuation

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bearish continuation adalah kelanjutan penurunan pada harga saham. Dalam siklus harga saham, terjadi di stage 4 atau fase kapitulasi. Bearish continuation bisa diketahui dengan cara melihat candlestick yang berbentuk black marubozu, falling three, three black crows, downward gap tasuki, dan lain-lain. Selengkapnya di artikel ini.

Kemudian bisa dilihat melalui pola chart yang membentuk bearish pennant dan bearish flag, inverse base on base, inverse cup with handle, channeling down, bearish rectangle, dan lain-lain. Baca selengkapnya pada artikel di bawah ini.

Baca juga: Bearish Continuation Pattern: Definisi dan Contoh Polanya

Bearish Reversal

Bearish reversal adalah pembalikan harga saham menuju downtrend. Pada siklus saham, bearish reversal muncul lebih dulu dari bearish continuation, yakni di stage 3 fase distribusi yang tren besarnya menunjukkan sideways. 

Selama saham masih bergerak di fase tersebut, candlestick dan pola chart yang muncul akan membentuk sinyal bearish reversal. Misalnya candlestick dark cloud cover, bearish harami, bearish engulfing, evening star doji, dan lain-lain. Selengkapnya baca di artikel ini.

Adapun pola chart pembalikan naik terdiri dari spike pattern, double tops, triple tops, head and shoulders, rounding tops, rising wedge, dan lain-lain. Cara identifikasinya bisa kamu baca di artikel berikut ini.

Baca juga: Bearish Reversal adalah Pola Chart yang Wajib Diwaspadai Trader

Haki

Haki yang merupakan singkatan dari hajar kiri adalah strategi menjual saham dengan cara memasang harga offer di bawah harga pasar atau bisa juga sesuai dengan angka bid paling

atas. Jadi tidak heran kalau saham dilepas di harga yang lebih murah atau sesuai dengan harga pasar.


Hal ini biasanya dilakukan agar saham yang dimiliki bisa cepat terjual ketika harganya sudah mulai sulit untuk naik. Selain biar bisa mengamankan profit, haki juga bertujuan agar tingkat kerugian jadi tidak semakin besar.

 Baca juga: Jangan Asal Haki! Ini 2 Tanda Saham yang Boleh Dihajar Kiri

Mau dapat trading signal serta kiat-kiat menghadapi downtrend saham langsung dari Coach Emtrade? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelPemula

Perhitungan Break Even Point Supaya Kamu Tahu Sudah Untung atau Belum

13 Jan 2023, 16:28 WIB
article
ArtikelPemula

Istilah Price In Harga Saham, Apa Maksudnya?

10 Nov 2022, 16:18 WIB
price in harga saham
ArtikelPemula

Aset Safe Haven Emas, Pahami Maksud dan Keuntungannya Di Sini

11 Nov 2022, 16:21 WIB
aset safe haven emas
ArtikelPemula

Ekonomi AS Diprediksi Double-Dip Recession, Apa Maksudnya?

2 Nov 2022, 15:45 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi