Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Suku Bunga BI Naik 50 Bps, Gimana Dampaknya?

22 Sep 2022, 16:53 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 21 sd 22 September 2022 menyatakan kenaikan suku bunga BI-7 day Reverse Repo Rate sebesar 50 Bps menjadi 4,25%. Kenaikan ini menjadi yang kedua kali setelah bulan Agustus lalu BI menaikkan suku bunga sebesar 25 Bps. Oleh karena itu tren suku bunga naik saat ini terkonfirmasi dimulai. 


Figure 1. Suku Bunga BI (7 day Reverse Repo Rate)


Source : Tradingview


Mengapa BI Menaikkan Suku Bunga?  

Alasan BI menaikkan suku bunga ada beberapa hal yaitu sebagai berikut : 

  1. Sebagai Langkah Mengendalikan inflasi 

Jika mengingat awal bulan September ini pemerintah telah menaikkan harga BBM subsidi pertalite dan solar. Hal ini potensi berpengaruh pada kenaikan inflasi yang berkelanjutan. 


Menurut BI, kenaikan BBM akan memberikan second round impact terhadap harga barang-barang lain kurang lebih selama 3 bulan. Oleh karena itu, inflasi IHK potensi bisa naik menjadi 5,89% YoY di bulan ini, dan puncaknya bisa mencapai 6% YoY, sedangkan inflasi inti bisa mencapai 4,6% YoY. 


Dengan BI menaikkan suku bunga lebih agresif diharapkan bisa menjadi langkah pre emptive dan menurunkan ekspektasi kenaikan inflasi inti dengan target kembali di bawah 4% pada kuartal 3/2023.  


  1. Menjaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Alasan lain BI menaikkan suku bunga adalah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hal ini mengingat tekanan nilai tukar mata uang global cukup tinggi akibat nilai dolar AS yang menguat didorong dari kebijakan the Fed yang ketat. 


Penguatan mata uang dollar AS dibandingkan negara lain terlihat dari indeks DXY yang selama year-to-date sudah naik 15,73% (Figure 2). 


Figure 2. Indeks DXY 


Source : Tradingview


Karena kondisi the Fed yang masih akan menaikkan suku bunga hingga tahun depan, maka BI perlu menaikkan suku bunga untuk mengimbangi, sehingga nilai tukar rupiah kita tidak akan terlalu anjlok terhadap dollar AS. 


Bersyukurnya dibandingkan dengan negara lain depresiasi nilai tukar rupiah dibandingkan negara lain masih cukup kuat, terlihat dari grafik berikut (Figure 3).  


Figure 3. Perbandingan Nilai Tukar Rupiah VS Negara Lain


Source : Google Finance


Secara keseluruhan, saat ini BI masih akan memonitor bagaimana arah kebijakan the Fed ke depan dan dampak lanjutan dari kenaikan BBM ke inflasi, sehingga ekspektasi inflasi masih bisa tetap terjaga dan bisa mengimbangi kenaikan suku bunga global. 


Strategi BI Menaikkan Suku Bunga

Kebijakan suku bunga yang di atas ekspektasi tersebut BI ambil bukan tanpa strategi, Bank Indonesia mengungkapkan terdapat strategi berikut yang mendasari pengambilan keputusan suku bunga naik 50 bps:

  1. Frontloaded

Merupakan strategi untuk menaikkan suku bunga besar diawal, sehingga kedepannya BI tidak perlu mendadak menaikkan suku bunga secara agresif.

  1. Preventif

Merupakan tindakan pencegahan yang BI ambil, terutama terkait pengendalian inflasi. Dimana inflasi IHK diperkirakan dapat melebihi 6% di akhir tahun ini karena penyesuaian harga BBM.

  1. Forward Looking

Merupakan strategi dimana BI melihat kondisi ekonomi Indonesia kedepan yang masih kuat, terutama dari sisi pertumbuhan ekonomi dan kredit. Sehingga momentum ini dapat dimanfaatkan untuk menaikkan suku bunga dengan harapan dampak negatif terhadap ekonomi lebih terjaga.


Bagaimana Dampak Kenaikan Suku Bunga BI? 

Dampak dari kenaikan suku bunga biasanya tidak akan secara langsung mempengaruhi industri namun cenderung memberikan risiko secara sistematik. Salah satu sektor yang paling terdampak dari kenaikan suku bunga BI adalah perbankan, namun tetap membutuhkan waktu untuk transmisi dampaknya. 


Menurut BI, kenaikan suku bunga naik akan memicu kenaikan bunga simpanan dalam kurun waktu sekitar 1 kuartal, sedangkan untuk suku bunga kredit sekitar 2 kuartal. Namun dalam prakteknya tetap akan menyesuaikan kondisi fundamental dari masing-masing bank. 


Kami menilai, untuk perbankan nasional secara fundamental masih cukup kuat dalam menahan risiko suku bunga BI naik karena likuiditas yang masih melimpah dilihat dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masih tinggi di 26,52% pada Agustus-2022 dan penyaluran kredit yang terus ekspansif terlihat dari loan growth naik jadi 10,6% per Agustus 2022. 


Baca juga : Tren Suku Bunga Naik Dimulai, Sektor Perbankan GImana? 


Selanjutnya, untuk dampak ke sektor lainnya dari kenaikan suku bunga akan cenderung negatif, ini karena memicu kenaikan suku bunga pinjaman yang potensi menaikkan tingkat utang emiten. Jika emiten punya utang yang besar tentunya akan merasa kesulitan karena beban semakin tinggi. Alhasil, profitabilitas bisa jadi tergerus. 


Menurut kami, ada beberapa sektor yang perlu diantisipasi karena potensi dirugikan lebih tinggi yaitu sektor teknologi karena fundamental yang belum establish dan likuiditas rendah, kemudian konstruksi karena tingkat utang yang tinggi, dan properti karena potensi kenaikan suku bunga kredit bisa menurunkan minat KPR.  


Mau belajar trading dan investasi saham secara praktis? yuk upgrade ke VIP member Emtrade. 

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-AVV  & TN-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
premium-iconArtikelInsight

Saham Menarik Ketika Natal dan Tahun Baru, Gimmick atau Fenomena?

24 Des 2022, 10:27 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kenaikan Suku Bunga BI Mulai Melandai, Begini Efeknya ke Saham

22 Des 2022, 15:00 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kilas Balik Pasar Saham 2022: Nikel dan Kendaraan Listrik Jadi Primadona?

22 Des 2022, 15:02 WIB
article
premium-iconArtikelPemula

Begini Persamaan Arti GOAT dalam Sepak Bola dan Investasi Saham

19 Des 2022, 16:25 WIB
arti GOAT dalam sepak bola
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi