Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

Tips Memilih Saham dan Menyusun Portofolio untuk Pemula

23 Sep 2022, 16:06 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Memilih saham dan menyusun portofolio adalah dua hal yang kerap menjadi tantangan bagi kita yang baru mau masuk ke saham. Meski begitu keduanya tetap harus diperhatikan karena akan sangat berpengaruh pada untung-rugi yang nantinya diterima. Simak tipsnya di bawah ini!

Maksimalkan Porsi Big Caps

Pada dasarnya pemilihan saham dan besaran porsinya itu disesuaikan dengan tujuan, skill, dan profil risiko. Karena masih pemula, lebih baik dahulukan saham-saham big caps dengan fundamental solid yang disukai oleh investor besar. 

Salah satunya adalah saham perbankan yang mana jika terjadi crash akan duluan bangkit seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Pilih satu atau dua saja dan disarankan porsinya besar di portofolio sekitar 30%, sambil melihat valuasinya juga.

Kemudian untuk saham-saham big caps lainnya seperti ASII, TLKM, ICBP, INDF yang sekarang valuasinya masih cukup terdiskon juga boleh dialokasikan sekitar 30%. Jadi portofolio mix antara big caps perbankan dengan big caps lainnya.

Perlu diperhatikan, pembagian ini tidak wajib dan tidak harus 30%. Tergantung dengan profil risiko dan modal yang dimiliki masing-masing individu. Kalau masih pemula, porsi banking boleh diperbesar. Semakin harga sahamnya turun, semakin dibeli. Dalam jangka pendek pasti ada fluktuasi tapi kita percaya dalam jangka panjang saham-saham tadi performanya cukup bagus.


Namun ingat, masuk saham big caps dengan fundamental bagus juga harus perhatikan posisinya. Jangan langsung masuk ketika harga sudah tinggi, tapi masuk di posisi mendekati garis support secara teknikal. Tujuannya agar aset kita bisa lebih bertumbuh.

Baca juga: Cara Mendeteksi Pergerakan Big Fund di Pasar Saham

Pilihan Saham Lainnya

Jika 60% portofolio sudah terisi, baru selebihnya 40% boleh dialokasikan untuk saham lain yang kapitalisasi pasarnya lebih kecil tapi fundamentalnya bagus untuk jangka panjang. Bisa sekitar 20-30% untuk sektor lain seperti properti yang punya kapitalisasi pasar dan likuiditas cukup besar. Misalnya, BSDE, SMRA, dan PWON. Ketiganya cukup bagus terutama PWON karena ada recurring income atau pendapatan berulang. Dari tiga saham yang disebutkan cukup pilih salah satu saja.

Kemudian kita melihat bahwa sekarang perekonomian sedang reopening di Indonesia dari data-datanya yang cukup membaik. Jadi bisa mulai pertimbangkan untuk melirik salah satu saham ritel antara lain ACES atau ESAA. Boleh juga perusahaan lain misalnya TOWR.

Sebagai catatan tambahan, pastikan kembali saham yang kamu pilih masih berfundamental kuat, terdiskon secara valuasi, dan posisinya di bawah secara teknikal.

Baca juga: Cara Cut Loss di Saham Investing untuk Meredam Kerugian

Jumlah Saham yang Ideal di Portofolio

Pertanyaannya, berapa banyak saham yang boleh dikoleksi  dalam satu portofolio? Idealnya sekitar 5-10 saham, lagi-lagi tergantung modalnya. Kalau terbatas pastinya jumlah saham lebih sedikit. Tapi kalau modalnya banyak up to Rp1 miliar, boleh punya 10 saham, bahkan lebih dari itu jika modalnya lebih dari Rp1 miliar. Tujuannya untuk mengatasi beberapa saham di Indonesia yang mungkin kurang likuid.

Kalau dirasa tidak bisa kelola jumlah saham yang terlalu banyak, sebenarnya 10 saham sudah cukup ideal dan tidak harus bucket 10 saham ini terisi semua. Misalnya masih ragu untuk masuk karena kondisi market yang tidak pasti. Alih-alih langsung beli sahamnya, bisa dibiarkan sebagian dalam bentuk cash dulu sambil wait and see timing yang tepat.

Baca juga: 3 Tips Meminimalisir Risiko di Pasar Saham

Gimana, Emtraders? Sekarang sudah tidak bingung lagi ya saat pilih saham dan menyusun portofolio. Mau tahu saham apa saja yang potensial untuk dikoleksi sekarang? Atau kamu mau tanya-tanya atau konsultasi lebih lanjut seputar portofolio saham dengan Coach Emtrade?

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelPemula

Cara Mengetahui Saham yang Lagi Aktif Diperjualbelikan

7 Nov 2022, 15:54 WIB
article
ArtikelPemula

Berapa Minimal Cuan dari Trading Saham?

2 Nov 2022, 15:48 WIB
article
ArtikelPemula

Mau Buka Rekening Saham? Begini Ciri-Ciri Sekuritas yang Bagus

26 Sep 2022, 15:54 WIB
sekuritas yang bagus
ArtikelPemula

Cara Lihat Grafik Harga CPO Hari Ini, Ikuti Langkah-Langkahnya

20 Sep 2022, 14:43 WIB
grafik harga cpo hari ini
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi